5 Trik Jitu Ajarkan Anak Sabar Menunggu Giliran

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Jika anak Anda merengek, merajuk, bahkan menangis ketika harus mengantre, praktekkan tips berikut agar ia memiliki kemampuan untuk sabar menunggu giliran.

Menunggu giliran di dokter gigi, mengantre saat membayar belanjaan di supermarket, menanti anak pulang sekolah... kegiatan menunggu bagi orang dewasa adalah sesuatu yang wajar. Namun ternyata, kemampuan ini perlu diajarkan secara khusus pada anak.

Anak-anak khususnya balita adalah makhluk paling tidak sabar di dunia. Mereka selalu menuntut semua keinginannya terpenuhi saat itu juga.

Saat Bunda sedang menyiapkan makan malam, tiba-tiba anak datang dan mengajak bermain robot yang harus segera dituruti. Jelas sekali bahwa anak-anak masih belum memahami konsep sabar menunggu.

Anak-anak yang tidak bisa sabar menunggu kemudian akan merasa marah dan berujung pada tantrum.

Baca juga: 10 Cara Cerdas Menghadapi Anak Tantrum

Berikut tips yang bisa Parents terapkan dalam mengajari anak untuk sabar menunggu.

 1. Bantu anak mengungkapkan perasaan

Balita biasanya masih kesulitan mengekspresikan apa yang mereka rasakan karena keterbatasan bahasa yang mereka miliki. Cobalah ajak bicara  tentang perasaan meski ia belum jelas saat bicara.

Jika suatu kali anak marah karena tidak mau mengantre bermain perosotan di playground, daripada menyuruhnya untuk gantian dan sabar menunggu, lebih baik Bunda mengatakan, "Bunda tahu kamu pasti marah karena disuruh antre. Menunggu memang tidak enak. Tapi, tenang saja. Giliranmu akan segera tiba, kok!"

Dengan membantunya mengungkapkan apa yang dirasakan, ia akan menganggap dirinya lebih dimengerti. Anak pun akan belajar memahami situasi di mana ia harus sabar menunggu.

2. Siapkan mainan untuk anak

Agar kegiatan menunggu tidak membosankan, Bunda bisa menyiapkan mainan yang bisa membuatnya sibuk sejenak. Selain itu, Bunda bisa membacakan buku cerita favoritnya.

Jika Bunda sibuk melakukan sesuatu dan anak harus menunggu, berikan ia mainan yang dapat dikerjakannya sendiri. Jangan lupa beri pujian pada anak ketika ia berhasil sabar menunggu.

3. Ajak anak memperhatikan benda-benda di sekelilingnya

Lupa membawa mainan atau buku favorit anak saat harus mengantre dokter gigi? Tenang saja, Bunda bisa mengajak anak melakukan permainan kreatif lewat benda-benda yang ada di sekelilingnya.

Misalnya, ajak anak menghitung jumlah mobil berwarna putih yang ada di area parkir. Atau minta anak menyebutkan nama benda berawalan huruf tertentu yang ada di dekatnya.

Anak akan sibuk memperhatikan sekelilingnya dan tanpa sadar gilirannya pun tiba.

4. Ajarkan cara berkomunikasi tanpa harus mengganggu

Pusing rasanya ketika Bunda sedang menerima telepon dan anak terus menerus merengek minta diambilkan susu di kulkas.

Allison Hendrix, seorang mom blogger punya cara sederhana namun jitu agar anak mau sabar menunggu ketika orang tuanya sedang berbicara dengan orang lain. Buatlah kesepakatan dengan anak.

Jika anak ingin menyampaikan sesuatu ketika Bunda sedang berbicara dengan orang lain atau sedang menerima telepon, anak cukup meletakkan tangan di lengan atau bahu Bunda. Bila Bunda menyentuh balik tangan anak, artinya permintaan si anak telah didengar Bunda dan akan dikerjakan setelah Bunda selesai dengan urusannya.

Cara ini membuat anak merasa dihargai dan tetap dipedulikan. Maka, ia pun harus menghargai Bunda yang sedang berbicara dengan orang lain.

5. Visualisasikan waktu

Konsep waktu adalah sesuatu yang abstrak bagi anak. Ia belum memahami berapa lamakah 10 menit itu atau kapankah minggu depan datang.

Contohnya ketika Ayah harus tugas ke luar kota selama tiga hari. Katakan padanya, "Kamu 3 kali tidur malam berdua Bunda dulu ya. Nanti Ayah pulang, kita bisa main lagi."

Atau saat akan pergi bersama anak. Alih-alih mengatakan, "Sepuluh menit lagi semua sudah harus siap di mobil", lebih baik Bunda mengatakan, "Kalau Bunda sudah hitung sampai dua puluh, kamu sudah harus selesai pakai sepatu."

Cara lain adalah dengan menggunakan aplikasi Children's Countdown di mana anak akan melihat visualisasi waktu yang terus bergerak.

Kegiatan menunggu memang terasa berat bagi siapa saja. Namun, jika anak sudah mengerti konsep sabar menunggu, segala kegiatan dapat dilaluinya dengan mudah.

Bunda punya tips lain untuk mengajarkan anak sabar menunggu? Share dengan kami di kolom komentar, ya!

Referensi: Brightside, Everyday Family, The House of Hendrix

Baca juga:

6 Perilaku anak yang Tidak Boleh Diabaikan oleh Orang Tua

 

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Balita