Saat Menyusui, Aku Divonis Terkena Kanker Payudara Stadium 3

Saat Menyusui, Aku Divonis Terkena Kanker Payudara Stadium 3

Wike Wibowo berbagi pengalamannya berjuang melawan kanker payudara stadium 3, yang dideteksi saat ia menyusui bayi 9 bulannya.

Odelyne dan Ophelia adalah alasanku untuk berjuang sembuh dari kanker payudara stadium 3 yang menyerangku.

Odelyne dan Ophelia adalah alasanku untuk berjuang sembuh dari kanker payudara stadium 3 yang menyerangku.

Dikira gumpalan ASI, ternyata kanker payudara stadium 3

Kanker payudara merupakan momok yang bisa menyerang setiap wanita, termasuk seorang ibu muda yang tengah menyusui bayi mungilnya.

Menyusui tidak menjamin seorang wanita bebas dari kanker payudara, karena sel kanker itu ada pada setiap orang, dan tergantung pada pemicu yang menyebabkan sel tersebut berkembang.

Demikian seperti yang diungkapkan  Wike Wibowo,  seorang ibu muda (kini 37 tahun) kepada theAsianParent.com.

Enam tahun silam, saat Wike masih berusia 31 tahun, tak pernah terlintas sedikit pun dalam benak Wike bahwa benjolan di payudara kirinya adalah kanker payudara stadium 3.

Saat itu ia sedang menyusui anak keduanya yang berusia 9 bulan. Awalnya ia tak merasa khawatir, karena ia kira benjolan tersebut adalah penggumpalan ASI yang sering dialami ibu-ibu menyusui pada umumnya.

Ia pun tidak terpikir bahwa kanker payudara stadium 3 akan menyerang dirinya yang telah menyusui anak pertamanya juga hingga 12 bulan. Selama menyusui, ia pun tak pernah mengalami infeksi payudara atau mastitis.

Benjolan itu tidak menimbulkan rasa sakit, namun juga tidak menghilang sebagaimana lazimnya gumpalan ASI . Hal ini menimbulkan tanda tanya pada diri Wike,  hingga ia memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit.

Ia sungguh tak menyangka  dengan hasil serangkaian pemeriksaan dokter. Setelah menjalani mamografi dan dilanjutkan dengan biopsi, dokter memvonisnya terserang kanker payudara stadium 3, tepatnya stadium 3B!

Vonis tersebut bagaikan halilintar di siang bolong dan membuatnya shock.

Ia pun tak percaya begitu saja dan mencari second opinion. Sayangnya, beberapa dokter mengatakan hal yang sama. Bahkan dokter menyarankan ia untuk segera menjalani operasi agar sel kanker tidak menyebar ke organ lain.

Bagaimana mungkin seorang wanita yang tengah menyusui bisa mengalami kanker payudara?

Pertanyaan itu terus memenuhi benaknya. Dan ketika ia tanyakan, jawaban yang diterimanya dari dokter adalah, “Hal itu mungkin saja terjadi. Kanker bisa disebabkan oleh pola makan dan polusi.”

Tidak seorang pun yang tidak mengalami guncangan hebat ketika menyadari dirinya tak bisa lari dari penyakit yang mematikan. Terlebih, ia masih tergolong muda dengan dua anak yang masih kecil dan amat membutuhkan kehadirannya.

Dengan berat hati ia menghentikan pemberian ASI kepada Odelyn yang baru berusia 9 bulan. Padahal ia telah merencanakan memberi ASI pada putri keduanya itu selama 12 bulan, sama seperti yang dilakukannya pada putri sulungnya, Ophelia.

“Puji Tuhan, pemberian ASI kepada Odel tidak membahayakan,” demikian tutur Wike dengan nada syukur. Setelah diperiksa, ASI-nya belum terkontaminasi oleh cairan yang ada di dalam kanker tersebut.

Melawan kanker payudara stadium 3 dengan ramuan herbal

Semula Wike menjalani pengobatan herbal dengan cara dioleskan pada payudara. Selama menjalani pengobatan itu, Wike pantang makanan berlemak dan lebih banyak makan sayuran serta buah-buahan. Ia pun menjadi vegetarian.

Setelah 3 bulan dan tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan, ahli herbal menyarankan Wike segera mengambil tindakan operasi.

Menurut ahli herbal tersebut, pengobatannya hanya bisa membantu 40%. Sementara itu kondisi payudara Wike sudah sangat bengkak, karena kanker payudara stadium 3 sudah tergolong parah.

Berkat dukungan saudara-saudara dan terutama suami, Wike memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan payudara dan kemoterapi. Dan, kanker payudara stadium 3 itu pun lenyap dari tubuhnya…

Anak-anak adalah motivator bagiku

Operasi yang mengakibatkan hilangnya sebelah payudara itu, tentu saja menimbulkan dampak psikologis yang luar biasa.

Namun wanita tangguh ini berusaha bangkit dan menyemangati dirinya untuk sembuh. Anak-anak adalah motivator utamanya untuk sembuh.

“Anak-anak masih kecil dan masih amat membutuhkan kehadiranku,” ujarnya.  Sedangkan sumber kekuatannya, ia peroleh dari keyakinan dan doa yang tak kunjung putus.

Ia percaya, dengan memiliki keyakinan yang kuat dan doa dari orang-orang yang menyayanginya, keajaiban itu akan terlaksana, yakni sembuh dan terbebas dari kanker payudara.

Selanjutnya, Wike tetap menjadi vegetarian saat kemoterapi…

Vegetarian selama kemoterapi hingga 5 tahun kemudian

Selama menjalani kemoterapi, ia tetap vegetarian. Padahal, kemoterapi membuat tubuh sangat tidak nyaman dan lemas.

Ia tidak mengkonsumsi daging, meski dokter menganjurkannya agar sesekali mengkonsumsi daging merah, demi memenuhi kebutuhan tubuhnya akan zat besi dan tidak lemas.

Meskipun demikian, Wike tetap memutuskan untuk menjadi seorang vegetarian. Dan ia menjalaninya hingga 5 tahun kemudian.

Menjadi vegetarian membuat tubuhnya lemas, tapi tidaklah terlalu berat baginya karena ia memang menyukai sayur dan buah-buahan sejak dulu.

Dalam sehari, ia harus mengkonsumsi lima macam sayur dan buah – tidak boleh kurang– dan menghindari gorengan untuk membantunya jadi lebih sehat.

Kini, setelah 6 tahun pasca operasi, Wike dinyatakan bebas kanker dan menjalani hidup dengan bahagia. Ia pun kerap diminta menjadi motivator untuk memberikan dukungan bagi penderita kanker lainnya.

Pesan Wike bagi kita semua

Mengingat bahaya kanker payudara yang bisa mengancam setiap wanita, Wike memberikan tips khusus sebagai motivasi bagi penderita kanker :

#1.

Tidak perlu merasa takut dengan penyakit yang kita alami, milikilah keyakinan dan percaya bahwa Tuhan akan menyembuhkannya.

#2.

Jangan terlalu menutup diri, merasa malu dengan kondisi kita, karena hal itu sama sekali tidak membantu proses penyembuhan.

Sikap terbuka kita akan membuat orang-orang tergerak untuk mendoakan kita agar segera sembuh. Dan semakin banyak yang mendoakan, peluang kita untuk sembuh semakin besar.

#3.

Ingatlah selalu pada orang-orang kita sayangi dan kasihi.

#4.

Kita harus memiliki semangat untuk sembuh. Kasihanilah mereka yang selalu menyayangi dan mengasihi kita.

Demikianlah Parents, semoga kisah wanita hebat ini mampu memberikan inspirasi bagi wanita mana pun untuk  berani dan tidak menyerah menghadapi ujian berat, seperti kanker payudara stadium 3 ataupun penyakit lainnya.

Ditulis berdasarkan penuturan Wike Wibowo kepada theAsianparent.com

Baca juga artikel menarik lainnya:

Gejala Kanker Payudara yang Perlu Diketahui Setiap Wanita

Apakah Anda Berisiko Terkena Kanker Payudara?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner