6 Hal yang Perlu Parents Ketahui tentang Rotavirus pada Anak

6 Hal yang Perlu Parents Ketahui tentang Rotavirus pada Anak

Simak 6 hal yang perlu Parents ketahui tentang Rotavirus berikut ini!

Ayra pernah mengalami diare ketika ia berusia 5 bulan. Diare yang dialami sempat membuat Ayra dirawat inap atas saran Dokter untuk mencegah Ayra mengalami dehidrasi. Bagi orang tuanya, diare yang dialami Ayra pada saat itu tidak berbeda seperti diare yang dialami anak-anak pada umumnya, yang disebabkan oleh higienis atau sanitasi yang kurang bersih.

Namun, benarkah semua diare sama? Pernahkah Parents mendengar fenomena diare yang diakibatkan oleh infeksi Rotavirus? Apakah Rotavirus sama seperti diare pada umumnya yang bisa sembuh dengan sendirinya? Apakah Ayra mengalami diare akibat infeksi Rotavirus dan jika iya, apakah memungkinkan bagi anak yang pernah terinfeksi Rotavirus untuk terinfeksi lagi? Dan apakah diare Rotavirus berbahaya untuk anak-anak?*

Diare adalah cara tubuh membersihkan diri dari kuman1, dan berbagai jenis kuman dapat menjadi penyebab diare, seperti virus, bakteri, ataupun parasit2. Rotavirus adalah virus penyebab diare paling umum pada bayi dan anak-anak.1

Sudahkah Parents mengetahui apa itu yang disebut dengan diare akibat infeksi Rotavirus? Mari simak 6 hal yang perlu Parents ketahui tentang Rotavirus berikut ini!

1. Apakah infeksi Rotavirus dapat dialami oleh semua umur baik anak maupun dewasa? Dan apa saja gejalanya?

Sebelum kita membahas usia pasien dan gejala, ada baiknya kita mengetahui sekilas mengenai Rotavirus. Jika Parents melihat melalui mikroskop, maka Rotavirus memiliki bentuk bulat. “Rota” sendiri merupakan Bahasa latin untuk bulat/roda, dari sinilah sebutan Rotavirus berasal. Rotavirus merupakan virus yang sangat menular dan penyebab utama diare pada bayi dan anak-anak di dunia.

Rotavirus menyebabkan inflamasi atau radang pada lambung dan usus. Secara umum, infeksi Rotavirus dapat terjadi pada bayi, anak, dan sebagian orang dewasa.3 Tetapi pada orang dewasa yang sehat, infeksi Rotavirus hanya menyebabkan gejala ringan atau tidak ada gejala sama sekali.4 Sedangkan jika anak-anak terinfeksi Rotavirus, ia dapat mengalami muntah dan diare hingga 20 kali sehari, sehingga berpotensi menyebabkan dehidrasi berat.5 Untuk beberapa bayi, gejala infeksi Rotavirus sangat berat sehingga mereka harus dirawat di rumah sakit.6 Dehidrasi akibat diare yang menular juga menyebabkan lebih dari 90% kematian,7 jika tidak segera mendapatkan pertolongan pengganti cairan tubuh.

2. Bagaimana Si Kecil bisa tertular Rotavirus?

Si Kecil terpapar ribuan kuman setiap hari di lingkungan tempat ia beraktivitas.8 Ia berisiko terpapar Rotavirus, terutama karena penularan Rotavirus terjadi melalui jalur faecal-oral.9 Si Kecil dapat terpapar Rotavirus jika ia menyentuh benda atau permukaan yang terkontaminasi Rotavirus, lalu memasukkan jari ke dalam mulut, atau juga memakan makanan yang terkontaminasi.10

3. Berapa lama Rotavirus bertahan di luar tubuh manusia?

Rotavirus yang berpindah ke jari-jari Parents ataupun Si Kecil pun dapat bertahan hidup selama 60 menit5 dan dapat tetap hidup di lingkungan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan jika disinfeksi tidak dilakukan.11

4. Bagaimana cara mengobati Rotavirus?

Tidak ada pengobatan khusus untuk menangani infeksi rotavirus, tetapi dokter Anda mungkin akan merekomendasikan obat untuk mengatasi gejala yang muncul karena infeksi rotavirus, di antaranya dehidrasi karena diare.12 Untuk menghindari Si Kecil terinfeksi Rotavirus, mencuci tangan, akses air bersih, sanitasi, dan kebersihan dapat membantu mencegah infeksi rotavirus.13 Namun, vaksinasi tetap merupakan cara terbaik untuk mencegah infeksi Rotavirus.14

5. Bagaimana cara kerja vaksin Rotavirus?

Vaksin Rotavirus mengandung Rotavirus yang dilemahkan dan merupakan vaksinasi yang diberikan oral. Vaksin ini membantu Si Kecil membangun kekebalan tubuhnya melawan infeksi rotavirus pada saat mereka terpapar.15

6. Jika sudah pernah terinfeksi Rotavirus apakah bisa terinfeksi kembali?

Infeksi ulang Rotavirus lazim terjadi sepanjang hidup kita, meskipun tingkat keparahan penyakitnya akan berkurang seiring dengan berulangnya infeksi Rotavirus.16 Meski demikian, penggunaan vaksin Rotavirus harus menjadi bagian dari strategi menyeluruh untuk mengontrol penyebaran penyakit diare, selain dengan pencegahan lain seperti pemberian ASI ekslusif, mencuci tangan, penggunaan air bersih dan sanitasi.13

*Disclosure: Kisah ini merupakan kisah fiktif yang didasari gambaran umum dari gejala pasien terinfeksi rotavirus, dan tidak merujuk pada nama orang, kejadian atau karakter nyata manapun.

Perhatian:

Pesan kesehatan ini disampaikan oleh GlaxoSmithKline Pharmaceuticals. Hanya sebagai informasi umum. Materi yang terkandung dalam artikel ini bukan merupakan saran medis. Konsultasikan langsung kepada dokter Anda untuk pertanyaan medis.

Referensi:

  1. WebMD. “Diarrhea in Children: Causes and Treatments” (https://www.webmd.com/children/guide/diarrhea-treatment#1, Accessed Nov 2020)
  2. Badriul Hegar. “Bagaimana Menangani Diare pada Anak” (https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-menangani-diare-pada-anak
  3. WebMD, Rovirus (What Is Rotavirus? Causes, Treatment, and Prevention (webmd.com))
  4. Mayo Clinic.“Rotavirus” (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rotavirus/symptoms-causes/syc-20351300, diakses 6 November 2020 pukul 09.15 wib)
  5. Anderson EJ, et al. Lancet Infect Dis. 2004; 4(2): 91-9.
  6. European Centre for Disease Prevention and Control. ECDC Expert opinion on rotavirus vaccination in infancy. Stockholm: ECDC; 2017.
  7. Chandran, et al. “Prevention of rotavirus gastroenteritis in infants and children: rotavirus vaccine safety, efficacy, and potential impact of vaccines”. Biologics. 2010; 4: 213–229. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2921258
  8. Center for Disease Control and Prevention (CDC). How Vaccines Strengthen Your Baby’s Immune System. 2010. 1-2. Available from: https://www.cdc.gov/vaccines/parents/why-vaccinate/strengthen-baby-immune.html. Accessed on July 2020
  9. CDC. Rotavirus: Transmission. (https://www.cdc.gov/rotavirus/about/transmission.html, diakses 6 November pukul 9.50 wib)
  10. Gualtiero Grilli, MD, PhD, et al. “Expert opinion on rotavirus vaccination in infancy”. ECDC Scientific Advice. 2017. page 5. Available from:http://publications.europa.eu/resource/cellar/aedea432-f681-11e7-b8f5-01aa75ed71a1.0001.01/DOC_1. Accessed on July 2020
  11. CDC. Rotavirus. (https://www.cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/rota.html, diakses 13 November 2020, pukul 12.00 wib)
  12. CDC. Rotavirus: Treatment. (www.cdc.gov/rotavirus/about/treatment.html, diakses 6 November pukul 9.50 wib)
  13. Rotavirus vaccines. WHO position paper – January 2013. Weekly Epidemiol Rec. 2013; 88(5): 49-64.
  14. CDC. Rotavirus Vaccination. www.cdc.gov/vaccines/vpd/rotavirus/index.html .
  15. NHS. Rotavirus Vaccine Overview. (https://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/rotavirus-vaccine diakses pada 13 November 2020, pukul 18.00 wib
  16. Crawford, S., Ramani, S., Tate, J. et al. “Rotavirus infection”. Nat Rev Dis Primers 3, 17083 (2017). https://doi.org/10.1038/nrdp.2017.83 diakses 13 November 2020, pukul 18.30 wib

Bisakah Si Kecil Terkena Hepatitis A?

GSK Indonesia
Menara Standard Chartered 35th floor.
Jl. Prof. Dr. Satrio No. 164. Jakarta 12930
Tel. (62-21) 2553 2350 Fax. (62-21) 2553 2360
NP-ID-RVX-ADVR-200007 AD 12/2020 ED 12/2022

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

cahya

app info
get app banner