Studi: Terlalu Lama Stay at Home Meningkatkan Risiko Obesitas pada Anak

Studi: Terlalu Lama Stay at Home Meningkatkan Risiko Obesitas pada Anak

Sebuah studi menunjukkan bahwa terlalu lama diam di rumah dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak.

Risiko obesitas pada anak meningkat selama masa pandemi ini. Obesitas pada anak bisa mengakibatkan banyak masalah kesehatan. Tidak hanya fisik, anak obesitas pun rentan mengalami bullying atau perundungan. Pastinya kita sebagai orangtua tidak ingin hal ini terjadi.

Dilansir dari Alodokter, obesitas berbeda dengan sekadar kelebihan berat badan. Untuk dapat menentukan seorang anak obesitas atau tidak, perlu diukur dengan baik. Berat dan tinggi badan anak, serta Indeks Massa Tubuh/IMT perlu dikalkulasi terlebih dahulu.

Artikel terkait: Obesitas dan Diabetes Anak Berkaitan Erat, Ini Hal Yang Perlu Parents Perhatikan

Terlalu Lama Diam di Rumah Tingkatkan Risiko Obesitas Pada Anak

Studi: Terlalu Lama Stay at Home Meningkatkan Risiko Obesitas pada Anak

Pandemi Virus Corona memaksa kita semua untuk sebisa mungkin membatasi aktivitas di luar rumah. Termasuk anak-anak yang masuk ke dalam kelompok usia rentan, dihimbau untuk berdiam di rumah dan melakukan aktivitas dari rumah saja.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Obesity menunjukkan bahwa stay at home atau diam di rumah selama wabah Virus Corona berisiko tinggi membuat anak kelebihan berat badan atau mengalami obesitas.

Dikutip dari CNN Indonesia, studi ini menganalisis 41 anak yang telah mengalam obesitas di Italia. Anak-anak ini akan mengikuti program perawatan untuk obesitas dan mengisi kuesioner mengenai perilaku mereka selama satu tahun ke belakang.

Hasilnya, menunjukkan bahwa selama pandemi, anak-anak makan lebih banyak setiap hari dan tidur lebih lama setengah jam dibandingkan tahun lalu. Konsumsi daging merah dan makanan cepat saji pun meningkat di kalangan anak-anak.

Selama beraktivitas dari rumah, anak-anak tersebut menghabiskan waktu lebih dari lima jam di depan layar. Sedangkan, untuk melakukan aktivitas fisik rata-rata hanya dua jam sehari.

“COVID-19 benar-benar mengubah gaya hidup bagi banyak keluarga,” ungkap peneliti dari University at Buffalo, Myles Faith.

Untuk menghindari risiko obesitas ini, ia menyarankan agar orangtua atau pengasuh mengubah kebiasaan anak-anak ketika berada di rumah. Faith menganjurkan agar anak diberikan aktivitas yang memacu tubuh untuk lebih banyak bergerak.

Bahaya Kesehatan yang Bisa Dialami Anak Obesitas

Studi: Terlalu Lama Stay at Home Meningkatkan Risiko Obesitas pada Anak

Anak yang mengalami obesitas akan berisiko untuk mengidap berbagai gangguan kesehatan, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi

Pola makan yang buruk dapat memicu kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Akibatnya, akan ada risiko penumpukan plak pada arteri dan meningkatkan risiko anak terkena penakit jantung atau stroke.

2. Diabetes tipe 2

Jenis diabetes ini dapat memengaruhi metabolisme glukosa dalam tubuh anak.

3. Asma

Berat badan yang berlebih dapat mengakibatkan saluran pernapasan menyempit dan membengkak. Adanya penumpukan lemak berlebih juga diduga berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan pada anak.

4. Radang sendi dan patah tulang

Anak dengan obesitas rentan mengalami radang sendi dan patah tulang karena kelebihan berat badannya akan menyebabkan adanya tekanan berlebih.

Artikel terkait: Cegah Obesitas Anak, Lakukan Hal Sederhana yang Disarankan Dokter Ini!

5 Tips untuk Mencegah Obesitas pada Anak

Studi: Terlalu Lama Stay at Home Meningkatkan Risiko Obesitas pada Anak

Untuk menjaga kesehatan dan mencegah obesitas pada anak selama berdiam di rumah dalam masa pandemi ini, Parents perlu melakukan hal-hal berikut ini.

1. Pola Makan yang Sehat

Batasi konsumsi makanan cepat saji dan makanan kurang sehat lainnya untuk anak. Sediakan makanan-makanan yang sehat. Untuk anak yang hobi ngemil, sajikan pengganti makanan ringan yang lebih sehat dan mengenyangkan seperti popcorn, keripik jagung, dan lain-lainnya.

2. Batasi Screen Time

Awasi dan beri waktu untuk anak beraktivitas dan bermain di depan layar gawainya. Pastikan juga ia tidak menatap layar terlalu dekat karena tidak baik untuk mata, tulang punggung, dan leher.

3. Ajak Anak Bergerak

Lakukanlah aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan bersama di rumah. Usahakan seluruh tubuh bergerak dengan aktif dan terkena sinar matahari di pagi hari. Sebagai contoh, menari atau berkebun.

4. Beri Contoh

Anak-anak akan menurut dan mengikuti jika diberikan contoh yang nyata. Parents perlu menerapkan pola hidup yang sehat juga agar anak melakukan hal yang sama.

5. Apresiasi Usaha Anak

Ketika anak berhasil mengikuti aturan mengenai hidup sehat yang Parents berikan, jangan lupa mengapresiasi mereka dengan memberikan penghargaan. Pujian bisa membuat anak merasa senang dan akan terus melakukan gaya hidup sehat.

Menurut Faith, orangtua adalah agen perubahan yang sangat penting. Masalah obesitas pada anak adalah masalah keluarga.

“Harapan saya adalah bahwa akan ada banyak penelitian lebih lanjut tentang ini, sehingga kita dapat membimbing orangtua tidak hanya pada apa yang harus dilakukan secara umum, sekarang selama pandemi,” tambahnya.

Parents, mari kita terapkan pola hidup sehat sejak dini bersama anak dan keluarga. Tidak hanya mencegah obesitas, pola hidup sehat juga bisa berdampak baik untuk tumbuh dan kembangnya anak.

Sumber: CNN Indonesia, Alodokter

Baca juga:

Bila si Kecil Terlanjur Mengalami Obesitas

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner