Anak Saya Alami Alergi Parah yang Mengancam Nyawa – Para Orangtua Perlu Tahu Penyebabnya

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Anak saya mengalami reaksi alergi yang parah. Kondisi ini ternyata sangat berbahaya, terutama bagi bayi dan anak-anak kecil.

Hari yang menyenangkan di Universal Studio Singapore berubah jadi mimpi buruk saat anak saya mulai mengalami pembengkakan dan sulit bernapas setelah ia minum susu formula sebanyak 10ml.

Rei (saat ini 15 bulan) yang ketika itu berusia 8 bulan adalah bayi yang ceria dan selalu tersenyum saat kami membawanya ke taman hiburan di hari Minggu yang cerah. Dia begitu riang, berceloteh dan tersenyum pada apa saja (termasuk pada karakter dan figurine Minion) dan siapa saja (Betty Boobs dan para pengunjung dari seluruh dunia).

Saya dan Rei berkeliling taman sementara anak-anak yang lebih besar mengantri bersama ayahnya di setiap wahana yang mereka inginkan. Karena rasa lapar terus menerus akibat sedang menyusui, saya pun menikmati hotdog, es krim, dan popcorn.

Saya menawarkan snack-snack tersebut pada Rei, sesuatu yang saya sadar tidak cocok untuk bayi delapan bulan, tetapi tetap saya tawarkan. Namun, ia tidak tertarik pada makanan-makanan tersebut, dan dengan gembira ia menikmati biskuit bayi dan ASI.

Benarkah Akibat Susu Formula?

Menjelang sore hari, saya melihat wajah Rei membengkak. Kelopak matanya menebal sehingga membuat bola matanya sulit terlihat dan wajahnya hangat saat disentuh.

Dia menjadi sangat rewel dan menolak makanan padatnya. Setelah mandi sore, bengkaknya masih terlihat.

Untungnya, dia masih tertawa cekikikan dan dengan senang mencipratkan air saat mandi. Saya dan suami berpikir bahwa Rei mungkin alergi terhadap apa yang saya makan, terutama karena ia hampir selalu minum ASI sepanjang hari.

Kami tidak terlalu memikirkannya. Kemudian, kami memutuskan membiarkan Rei mencoba susu formula untuk pertama kalinya.

Ia mulai menangis setelah menghabiskan 20ml lebih susu formula. Rei tersedak dan memuntahkan susu.

Kami memperhatikan ia mulai terengah-engah kehabisan udara. Jari-jari tangan dan kakinya mulai membengkak seperti sebuah kue besar - merah dan hangat.

Saya tidak sempat lagi ganti baju dan dengan tergesa-gesa pergi ke rumah sakit. Rei muntah beberapa kali - selama perjalanan menuju rumah sakit dan di ruang tunggu UGD.

Syukurlah kami hanya perlu menunggu 10 menit saja. Saat tiba giliran kami, Rei sudah kesulitan membuka mata, terengah-engah, dan dalam kondisi sangat mengantuk.

Perawat segera membawanya ke ruang perawatan dan dokter jaga bergegas memeriksa. Setelah menanyakan beberapa pertanyaan, reaksi mereka adalah "Ini adalah reaksi alergi yang cukup parah. Kemungkinan karena susu formula. Kita diskusikan lagi nanti, sekarang kita harus menyadarkannya dan melegakan jalur pernapasannya."

Artikel terkait: Cara Mengetahui Resiko Alergi Pada Bayi

Terhindar dari Tragedi

Doktor meminta saya menunggu di luar sementara Rei akan dipasangi infus. Saya patah hati megetahui tangan-tangan kecil yang sering saya cium dan genggam akan ditusuk dengan jarum.

Saya menunggu di luar bersama suami, dan saya dapat mendengar Rei menangis dan berteriak. Saat itu, saya berpikir bahwa jalur pernapasannya pasti telah terbuka.

Prosedur pemasangan infus berlangsung selama 10 menit, dan saya diminta masuk lagi ke dalam untuk menemani Rei. Saya melihat seorang bayi yang sangat mengantuk, dan kesulitan membuka matanya.

Namun, begitu melihat saya, dan meskipun ia terlihat lelah, Rei berusaha mmemamerkan senyum dua giginya dengan sisa airmata di sudut matanya.

Dokter menjelaskan semuanya ke suami saya dan mereka berkesimpulan bahwa mungkin susu (bukan produk dairy) yang menjadi penyebab utama. Rei harus diawasi terus sepanjang malam.

Hal ini dilakukan untuk memastikan tak ada reaksi alergi kedua yang biasanya muncul enam jam setelahnya. Dokter menganjurkan saya untuk tetap menyusui Rei, karena hal tersebut membantu penyembuhannya.

Kembali Normal

Setelah masuk kamar perawatan, suami saya pulang ke rumah. Saya menginap bersama Rei.

Percayalah, tidak menyenangkan rasanya tinggal di rumah sakit. Saya dapat mendengar langkah-langkah kaki orang yang lalu lalang di koridor.

Para perawat datang untuk memeriksa pasien di jam-jam yang tidak biasa (namun saya salut dengan mereka).

Rei ingin saya tidur dengannya. Dengan segala peralatan untuk memantau kesehatan Rei yang dipasang di kaki serta infus di tangan, sulit sekali untuk tidur bersamanya di tempat tidur yang tinggi.

Saya harus terus menepuk-nepuknya agar Rei tahu bahwa Bunda selalu bersamanya. Bengkaknya perlahan mengempis saat tengah malam.

Rei dapat tidur dengan tenang, mungkin karena obat-obatan yang dimasukkan melalui infus. Saya sangat bahagia melihatnya kembali normal.

Pagi harinya, dia bagaikan kelinci yang lincah seperti biasanya. Bengkaknya hampir hilang, dan Rei dapat tersenyum lagi!

Siangnya, kami sudah diperbolehkan pulang. Sekelompok spesialis alergi datang untuk mengingatkan beberapa hal - apa saja yang harus dihindari hingga minggu depan Rei harus kontrol lagi.

Reaksi Alergi

Tanda-tanda yang perlu diperhatikan jika Anda mencurigai anak mengalami reaksi alergi:

  • Ruam atau gatal-gatal
  • Bengkak pada mata, bibir, dan lidah
  • Sulit menelan
  • Muntah
  • Sesak napas

Beberapa reaksi alergi akan menghilang setelah beberapa jam atau hari. Namun, jika gejalanya memburuk, segera lakukan pertolongan medis, terutama jika terjadi pembengkakan di mata, muntah, atau sesak napas.

Mencegah Alergi

Cara terbaik mencegah alergi adalah menghindari kontak dengan penyebab alergi.

Alergi makanan dapat didiagnosa dengan mudah lewat tes alergi di kulit. Prosedurnya tidak menyakitkan.

Namun, alergi yang disebabkan oleh debu dan tungau, serbuk sari bunga, dan asap lebih sulit untuk ditentukan.

Rei didiagnosa alergi terhadap produk susu dan telur. Kami harus berhati-hati dengan apa yang dimakannya sehari-hari.

Sekarang ia tumbuh menjadi balita dan lebih bertualang dengan makanan, kami berharap ia dapat mengatasi alerginya.

Anaphylaxis

Kata 'anaphylaxis' terdengar asing bagi kami, namun kami sekarang mengerti artinya saat dokter menyebutnya ketika kami berkonsultasi. Anaphylaxis adalah reaksi alergi yang parah dan berpotensi mengancam keselamatan nyawa.

Hal ini dapat terjadi dalam hitungan detik atau menit saat terpapar sesuatu yang menyebabkan alergi, misalnya kacang atau racun sengatan lebah.

Aliran bahan kimia yang dilepaskan sistem imun tubuh saat terjadi anaphylaxis dapat menyebabkan Anda mengalami syok. Tekanan darah Anda tiba-tiba turun, dan jalur pernapasan menyempit, sehingga menghalangi pernapasan normal.

Gejala anaphylaxis juga meliputi denyut nadi cepat namun lemah, ruam kulit, mual, dan muntah. Pemicu umum anaphylaxis adalah makanan tertentu, beberapa obat-obatan, racun serangga, dan getah tanaman.

Anaphylaxis mengharuskan Anda untuk segera ke UGD dan mendapat suntikan ephineprine. Jika anaphylaxis tidak ditangani segera, hal ini dapat mengakibatkan ketidaksadaran bahkan kematian.

 

*dipublikasikan ulang dari theAsianparent Singapura

Baca Juga:

Jangan Sepelekan Alergi pada Anak

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Bayi 6-12 bulan Berita