Terserang rasa depresi saat menstruasi hingga ingin bunuh diri, normalkah?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Anda tidak sedang gila, tapi sedang terserang Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD).

Rasa kesepian, sedih, dan depresi luar biasa sering dirasakan Citra saat sedang haid. Ia tahu bahwa rasa depresi saat menstruasi ini akan pergi begitu saja saat masa haid selesai, namun saat sedang mengalaminya ia merasa bahwa rasanya saat itu ingin bunuh diri saja saking kalutnya.

Ada rasa lelah yang teramat sangat, kecemasan, depresi, kemarahan, emosi tak stabil, keputusasaan yang tak berujung, bahan keinginan untuk bunuh diri. Saat menceritakan tentang apa yang ia rasakan, Citra dianggap berlebihan dan diminta bertobat oleh temannya.

Orang-orang menyebut yang dia alami adalah PMS (Pre Menstruasi Syndrom) yang biasa dialami oleh 5-8% perempuan di dunia. Padahal yang ia alami jauh lebih parah dari itu.

Hal yang terjadi pada Citra disebut dengan Premenstrual dysphoric disorder (PMDD). PMDD erat kaitannya dengan gangguan mood drastis yang terjadi pada tubuh ketika siklus menstruasi datang.

Biasanya, saat orang sedang mengalami PMDD, gejala awal yang ia alami mirip dengan PMS. Saat seseorang terkena PMDD, kehidupan rumah tangga, pekerjaan, sekolah, dan hal sosial lain akan terpengaruh oleh perasaan kalut yang luar biasa.

Ciri seseorang yang sedang mengalami PMDD:

  1. Perasaan ketidakbahagiaan yang ekstrim
  2. Tidak dapat melihat masa depan yang positif
  3. Merasa tidak berharga dan merasa tidak berguna dalam segala hal
  4. Adanya kepekaan terhadap penolakan atau kritik yang datang padanya
  5. Tiba-tiba merasa sedih atau tiba-tiba saja menangis
  6. Sering menangis tanpa alasan tertentu
  7. Mengalami rasa gelisah maupun perasaan mencekam
  8. Adanya rasa marah yang terjadi terus-menerus dan mudah merasa terganggu dengan orang lain sehingga terjadi peningkatan konflik dengan orang lain
  9. Sulit bertemu dengan orang lain, kehilangan minat dalam aktivitas sehari-hari seperti bekerja, sekolah, teman, hobi)
  10. Kesulitan berkonsentrasi
  11. Merasa lelah sepanjang waktu, atau memiliki energi lebih sedikit dari biasanya
  12. Adanya peningkatan nafsu makan, terutama makanan asin atau manis
  13. Tidur lebih banyak dari biasanya, atau (dalam kelompok penderita yang lebih kecil) tidak dapat tidur
  14. Memiliki perasaan terbebani atau tak bisa mengendalikan diri yang tinggi
  15. Nyeri payudara atau bengkak
  16. Sakit kepala
  17. Nyeri sendi atau otot
  18. Memiliki sensasi ‘kembung’
  19. Merasa gendut atau bahkan memang menggendut.

Dokter akan mendiagnosa seseorang mengalami PPMD jika setidaknya ia mengalami 5 dari banyaknya ciri di atas. Catat setiap gejala yang ada pada Anda jika perlu.

Depresi saat menstruasi ini melewati 3 fase berikut ini:

  1. 1 minggu sebelum haid
  2. PPMD akan mulai berkurang saat menstruasi
  3. Saat menjelang selesai haid

Tiga kondisi wanita yang mungkin mengalami PMDD adalah:

  1. Wanita yang memiliki penyakit mental depresi
  2. Wanita yang anggota keluarganya ada yang memiliki sejarah depresi
  3. Wanita yang pernah mengalami Post Partum Depression

3-5% wanita di dunia ini mengalami PMDD. Sejauh ini, penyebab utama yang sering disalahkan adalah adanya perubahan hormon ekstrim di dalam tubuh saat jelang haid dan saat haid.

Artikel terkait: Kenali perbedaan depresi dan stres berikut ini.

Beberapa wanita yang mengalami PMDD punya rasa mengidam yang luar biasa terhadap cokelat. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kadar serotonin di dalam otak sehingga menginginkan asupan makanan tertentu.

Beberapa psikiater akan memberikan resep obat tertentu yang akan membantu tubuh menyesuaikan diri dengan produksi hormon. Namun beberapa orang memang tak suka melalui jalur medikasi seperti ini.

Ada baiknya keluarga terdekat mengetahui jika seseorang memiliki PMDD ini. Karena sikap kesehariannya akan sangat terdampak dengan ini.

Orang yang memiliki depresi saat menstruasi juga harus didampingi ketika masa puncak PMDD muncul. Keinginan bunuh diri sangat kuat dan kesepian akut akan membuatnya makin sulit melalui hari-harinya.

Penting untuk mencatat siklus haid agar pendampingan pada pasien PMDD bisa dilakukan. Bahkan, jika siklus haidnya tak teratur.

Dukungan dari orang-orang sekitar adalah kunci agar wanita yang depresi saat menstruasi tidak melakukan hal-hal nekat yang dapat mencelakai nyawanya. Pada akhirnya, Anda perlu beradaptasi dan berteman dengan diri sendiri di masa-masa PMDD akut.

Semoga Anda selalu kuat menghadapinya ya.

Referensi: Net Doctor, Web MD, Mayo Clinic.

Baca juga:

Senyuman Depresi, Kesedihan Mendalam Dibalik Topeng Wajah Ceria

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kesehatan ibu dan anak