Pria ini Dipecat Karena Menemani Istrinya Melahirkan

Lamar Austin kehilangan pekerjaan sebagai petugas keamanan karena memilih menemani istrinya yang sedang melahirkan dibandingkan masuk kerja.

Seorang ayah pastinya ingin hadir ketika momen kelahiran anak yang ditunggu selama ini akhirnya datang, mengabaikan semua hal lain demi menemani sang istri yang sedang berjuang melahirkan adalah sikap yang patut untuk dimaklumi dan diapresiasi.

Namun yang terjadi pada Lamar Austin adalah sebaliknya, dia dipecat dari pekerjaan karena menemani sang istri melahirkan.

Lamar Austin, pria berusia 30 tahun ini mulai bekerja di Salerno Protective Service (SPS) pada bulan Desember 2016. Dia menjalani masa percobaan selama 3 bulan, dan harus siap dipanggil kapanpun untuk menjalani tugas.

Akan tetapi, pada tanggal 30 dan 31 Desember 2016 dia tidak datang saat menerima panggilan untuk bertugas, karena menemani istrinya, Lindsay yang akan melahirkan bayi mereka. Akibatnya, Lamar Austin dipecat dari pekerjaannya sebagai petugas keamanan di SPS.

Pada malam tahun baru, Lamar menerima pesan bahwa dirinya telah dipecat dari pekerjaannya di SPS. Anak Lamar yang berjenis kelamin laki-laki diberi nama Cainan, lahir pada 1 Januari jam 07.44 pagi waktu setempat.

Lamar mengaku bahwa dia tidak pernah lalai menjalankan tugasnya sesuai jadwal yang diberikan, namun pada tanggal 28 Desember dirinya juga tidak bisa menggantikan petugas lain yang berhalangan karena ia harus menemani sang istri ke dokter.

Kemudian, Lamar kembali tidak bisa bertugas pada tanggal 30 dan 31 Desember sesuai jadwal karena menemani sang istri melahirkan. Lamar mengaku dia sudah menyampaikan alasannya tidak datang bekerja kepada atasannya.

“Saya sudah bilang pada atasan saya bahwa istri saya masih dalam proses melahirkan sehingga saya tidak bisa bertugas pada hari itu. Kemudian atasan saya mengatakan, jika saya tidak hadir jam 8 esok harinya, saya akan dipecat.” Lamar bercerita.

Pada malam tahun baru 2017, pada jam satu dini hari, Lamar menerima pesan yang menyatakan bahwa dirinya sudah diberhentikan dari pekerjaan.

“Saya sedang berada di rumah sakit, dan itu adalah malam yang panjang. Jadi saya tidak ingin berdebat soal pekerjaan dengan siapapun sementara istri saya sedang melahirkan.”

Lamar Austin yang pernah bertugas sebagai tentara angkatan darat Amerika Serikat selama tiga tahun ini tetap berpikiran positif. Dia memahami risiko dari pilihannya untuk tetap berada di rumah sakit saat Lindsay sedang berjuang melahirkan anak mereka.

Lamar tidak menyalahkan atasannya atas keputusan pemecatan dirinya. “Saat wawancara mereka memberitahuku bahwa mereka butuh orang yang bisa diandalkan.”

“Kejadian ini memang terasa berat, tapi jika aku harus memilih antara pekerjaan dan keluarga. Aku akan selalu memilih keluarga.”

Kisah Lamar Austin dimuat di media setempat karena puteranya Cainan tercatat sebagai bayi pertama yang lahir di Concord, New Hampshire pada tahun 2017. Sejak itu, dia menerima tiga tawaran kerja sekaligus yang memungkinkan dirinya menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga.

Sebuah akun GoFundMe atas nama Lamar Austin dibuat untuk membantunya mengatasi masalah keuangan sebelum ia bisa kembali bekerja. Hingga kamis, 5 Desember tercatat 750 dolar (sekitar 9,7 juta rupiah) telah masuk ke akun tersebut.

Lamar Austin merasa sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. “Saya bersyukur kepada Tuhan karena telah mewujudkan satu dari sekian banyak janji pada umat-Nya.”

Proses kelahiran anak adalah momen yang penting baik bagi sang ibu maupun sang ayah. Tak heran jika Lamar Austin tidak ingin melewatkan detik-detik kelahiran Cainan, meski ia harus mengorbankan pekerjaan.

Semoga kisah Lamar menjadi inspirasi bagi para ayah untuk meluangkan lebih banyak waktu bersama sang anak.

 

Referensi: Dailymail.co.uk, concordmonitor.com, nydailynews.com

Baca juga:

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Peran Suami Saat Istri Melahirkan