Bagaimanakah posisi normal plasenta selama kehamilan?

lead image

Posisi plasenta dapat ditentukan dengan melakukan tes ultrasonografi yang aman dan sederhana.

Plasenta adalah organ penting yang berguna untuk mengirimkan oksigen dan nutrisi penting dari tubuh Bunda ke bayinya. Normalnya, posisi plasenta berada di dinding depan, belakang atau puncak rahim.

Walaupun plasenta biasanya dikeluarkan dari tubuh ibu setelah bayi lahir, dalam beberapa kasus hal ini tidak terjadi secara otomatis, ini yang disebut dengan retained placenta. Tali pusar menghubungkan plasenta dari rahim ibu ke bayi.

Ini beberapa posisi plasenta selama kehamilan

Posisi Plasenta

Plasenta adalah organ yang berkembang selama kehamilan, posisi plasenta normalnya melekat pada dinding rahim, namun plasenta juga bisa berada di posisi yang berbeda.

Beberapa posisi plasenta yang berbeda tersebut adalah:

  1. Posterior Placenta: Ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di sisi belakang rahim, plasenta berkembang dan mulai tumbuh di dinding belakang rahim. Posisi plasenta ini dikenal sebagai plasenta posterior.
  2. Anterior Placenta: Ketika sel telur yang dibuahi menempel di sisi depan rahim, plasenta juga berkembang di dinding depan rahim dan bayi tumbuh di belakangnya. Posisi plasenta ini dikenal sebagai plasenta anterior.
  3. Placenta Praevia (Low-Lying Plasenta): Ketika plasenta tumbuh menuju ujung bawah rahim atau menuju serviks. Posisi plasenta ini dikenal sebagai plasenta previa atau plasenta letak rendah.

Posisi plasenta dapat ditentukan dengan melakukan tes ultrasonografi yang aman dan sederhana. Perawat akan mengoleskan gel berbahan air pada perut dan daerah panggul Bunda, dan alat yang disebut transduser akan ditempatkan di perut. Dengan bantuan gelombang ultrasonik frekuensi tinggi, transduser akan mengirimkan gambar rahim dan juga plasenta pada layar.

Kenapa plasenta berubah posisi selama kehamilan?

Pada awal kehamilan, plasenta menempati area permukaan yang luas di uterus dan akan berkurang selama kehamilan berlangsung. Posisinya dapat berubah selama kehamilan, dan akan bergerak ke atas saat bayi turun. Pada kasus yang sangat jarang terjadi, plasenta akan bergerak ke bawah, jika bayi bergerak ke atas.

Posisi Plasenta

Saat kehamilan mendekati trimester ketiga, kepala bayi mulai turun ke panggul untuk persiapan persalinan. Tekanan yang dihasilkan dari pergerakan kepala menyebabkan bagian bawah rahim meregang dan menjadi lebih tipis. Inilah yang membuat plasenta bergerak ke atas.

Bagaimana posisi normal plasenta selama kehamilan?

Plasenta dapat memosisikan dirinya di sisi depan atau belakang rahim, tergantung di mana telur yang telah dibuahi menempel dengan sendirinya setelah melalui saluran tuba. Selama trimester ketiga, saat rahim bersiap untuk persalinan plasenta akan bergerak ke atas. Pada tiga bulan terakhir kehamilan, plasenta harus berada di atas rahim.

Yang Bunda harus perhatikan adalah pertumbuhan plasenta di ujung bawah rahim atau ke arah leher rahim. Kondisi ini disebut plasenta previa dan dapat menyebabkan persalinan prematur atau perdarahan internal karena pelepasan prematur plasenta.

Placenta previa juga dapat membatasi persalinan normal karena akan memblokir serviks. Untuk itu Bunda harus lakukan tes ultrasonografi berkala selama kehamilan. Tes ini untuk menentukan posisi plasenta agar dokter dapat mengetahui kemungkinan komplikasi yang timbul akibat posisi plasenta.

Sumber: Firstcry.com

Baca juga: 

Waspadai Plasenta lepas saat hamil yang bisa memicu persalinan prematur

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.

Written by

kiki