Waspada Posisi Bayi Melintang, Kenali Ciri-Ciri dan Solusinya

Waspada Posisi Bayi Melintang, Kenali Ciri-Ciri dan Solusinya

Periksakan kandungan ke dokter kandungan secara rutin untuk memastikan posisi janin normal dan tidak melintang.

Fenomena kehamilan dengan posisi bayi melintang cukup jarang terjadi. Setidaknya, ada satu kejadian posisi bayi melintang dari 25 kehamilan. 

Secara alaimah, kepala bayi di dalam kandungan akan mendekati jalan lahir ketika mendekati proses persalinan. Akan tetapi, pada posisi bayi sungsang, kepala bayi justru menjauhi jalan lahir.

Posisi bayi sungsang tentu menyulitkan proses persalinan secara normal. Oleh karena itu, penting bagi Parents untuk melakukan konsultasi pada dokter kandungan secara menyeluruh ketika sudah mendekati hari perkiraan lahir. 

posisi bayi melintang

Ciri-Ciri Posisi Bayi Melintang di Dalam Kandungan

Biasanya, ibu hamil akan dengan mudah mengetahui jika bayinya dalam posisi melintang. Untuk lebih meyakinkan Parents, berikut ini beberapa ciri posisi bayi melintang.

Artikel terkait: Seorang bidan membagikan 7 Foto melahirkan bayi sungsang secara alami

1. Merasakan ketidaknyamanan dan rasa nyeri di sekitar janin

posisi bayi melintang

Ibu hamil dengan posisi bayi sungsang biasanya akan dengan mudah merasa nyeri dan tidak nyaman di area panggul dan tulang rusuk. Apalagi, jika kepala bayi berada di atas sehingga mendesak paru-paru, rasa nyeri yang dirasakan ibu akan semakin menjadi-jadi. 

Nyeri ini terasa seperti rasa sakit ketika sedang datang bulan sehingga membuat ibu hamil kesulitan untuk melakukan berbagai aktivitas. 

2. Gerakan rahim 

Pada posisi bayi melintang, tendangan bayi justru terasa di sekitar daerah selangkangan, bukannya di atas rahim seperti yang biasanya terjadi. 

Bisa juga gerakan ini justru terasa di samping perut ibu hamil jika posisi bayi di dalam kandungan adalah horizontal, dengan kepala dan kaki melintang di dalam janin.

3. Detak jantung bayi

Pada posisi bayi normal, detak jantung buah hati biasanya berada di area bawah pusar ibunya. Namun pada bayi sungsang, detak jantungnya terasa di atas atau bahkan di samping pusar.

4. Posisi kepala bayi

Normalnya, posisi bayi di dalam kandungan adalah terbalik, dengan kepala berada di bawah menghadap punggung ibunya. Akan tetapi, pada kasus bayi sungsang, kepala bayi akan berada di atas janin atau di sampingnya. 

Hal ini yang kadang membuat ibu merasa nyeri dan tidak nyaman karena desakan kepala dari buah hati.

Menjelang waktu melahirkan, biasanya dokter kandungan akan memeriksa posisi bayi melalui vagina ibu. Jika ditemukan adanya benda keras seperti tengkorak kepala, sudah dipastikan bahwa bayi tersebut dalam posisi yang normal.

Jika tidak ditemukan kepala bayi dari pemeriksaan ini, ibu hamil membutuhkan prosedur tertentu sebelum melahirkan secara normal atau memilih persalinan caesar.

posisi bayi melintang

Solusi Posisi Bayi Melintang

Posisi bayi melintang tidak hanya menyulitkan proses persalinan, tetapi juga bisa membahayakan ibu hamil dan buah hatinya. Posisi bayi yang horizontal di dalam kandungan bisa menyebabkan ibu mengalami cedera rahim.

Berikut ini ada beberapa solusi yang mungkin bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan bayi sungsang.

Artikel terkait: 6 Cara Mengatasi Bayi Sungsang Tanpa Bantuan Medis

1. External Cephalic Version (ECV)

ECV adalah sebuah prosedur yang hanya boleh dilakukan tenaga medis berpengalaman untuk mengembalikan posisi bayi sungsang menjadi normal kembali. 

Awalnya, ibu hamil akan diberi obat untuk merelaksasikan rahim. Lalu, dokter akan melakukan pijatan pelan untuk membenarkan posisi bayi dari luar perut sambil mengamati kondisi janin melalui layar monitor.  

Waspada Posisi Bayi Melintang, Kenali Ciri-Ciri dan Solusinya

Ilustrasi alat monitor yang digunakan oleh dokter kandungan

Prosedur ini tidak akan terasa menyakitkan, hanya saja sedikit membuat tidak nyaman. Teknik ECV memiliki peluang berhasil sekitar 50%. 

2. Gerakan Elkins

Ini adalah salah satu gerakan yang bisa Bunda coba di rumah untuk merangsang bayi kembali ke posisi normal. Bunda hanya perlu melakukan gerakan menungging di atas kasur, dengan kepala, bahu, dan dada rata dengan bidang datar. 

3. Memberi rangsangan musik pada janin

Cara ini cukup mudah untuk dicoba. Bunda cukup menempelkan headset ke areal bawah perut agar bayi terpancing untuk mengikuti asal suara dan kembali ke posisi normal. 

4. Mengangkat panggul

Bunda bisa melakukan gerakan ini rutin setiap tiga kali sehari. Cara melakukannya adalah dengan baring telentang, lalu tekuk lutut dan kaki menapak di lantai. Gerakan ini bisa dilakukan selama 10-15 menit tergantung dari ketahanan Bunda.

5. Melakukan terapi

Setidaknya ada dua jenis terapi yang pernah dilakukan untuk mengantisipasi bayi sungsang, yakni terapi hipnosis dan akupunktur. Kedua jenis terapi ini pun mesti Parents konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan agar prosesnya berjalan lancar dan aman.

Terapi hipnosis menekankan pada sugesti alam bawah sadar. Sedangkan, terapi akupunktur biasanya dipadukan dengan metode lainnya, seperti teknik ECV.

Posisi bayi melintang memang menjadi dilema banyak orang tua, terutama ibunya. Karena keadaan ini membuat rasa nyeri dan menimbulkan kekhawatiran dari orang tua. 

Jika Parents menghadapi masalah ini, segera konsultasikan dengan dokter kandungan sembari melakukan beberapa gerakan ringan yang sudah dibahas di atas. 

 

Baca juga:

[Video] Dokter Ini Berhasil Mengubah Posisi Bayi Sungsang Hanya Dalam 2 Menit

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

rian

app info
get app banner