4 Posisi Janin dalam Kandungan, Mana yang Terbaik untuk Persalinan?

4 Posisi Janin dalam Kandungan, Mana yang Terbaik untuk Persalinan?

Posisi janin yang tepat bisa menentukan jenis persalinan yang normal.

Sebelum usia kandungan 36 minggu, Bunda tak perlu khawatir dengan posisi janin dalam kandungan terbalik atau sungsang. Hal ini karena calon bayi masih akan terus bergerak dan berputar di dalam perut Anda.

Janin bergerak banyak di dalam perut ibu, posisi janin bisa berubah sepanjang masa kehamilan. Namun, ibu mungkin tidak akan merasakan gerakannya sampai di tengah trimester kedua.

Setelah itu, bayi akan diam di satu posisi untuk menjalani proses kelahiran di usia kandungan 36 minggu. Dan, posisi ideal janin untuk persalinan adalah kepala di bawah menghadap punggung ibu.

Kapan Bayi Berpindah Posisi Siap Lahir?

4 Posisi Janin dalam Kandungan, Mana yang Terbaik untuk Persalinan?

Biasanya, bayi akan turun di dalam rahim dan pindah ke posisi untuk lahir pada trimester ketiga. Ini terjadi dalam beberapa minggu terakhir kehamilan Anda (seringkali antara minggu 32 dan 36). 

Dokter akan memeriksa posisi bayi dengan menyentuh perut Anda selama periksa kehamilan rutin. Ini akan terjadi selama sebagian besar pertemuan Anda di trimester ketiga. Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat melakukan USG untuk memeriksa posisi bayi. 

Belly Mapping atau Melacak Posisi Bayi Sebelum Melahirkan

Melacak posisi janin sebelum melahirkan bisa dilakukan sendiri dengan proses yang dikenal sebagai “belly mapping“. Cara ini bisa dilakukan sekitar bulan ke-8 kehamilan. 

Anda memerlukan spidol atau cat tidak beracun yang bisa dibersihkan, dan boneka untuk memvisualisasikan posisi bayi Anda di dalam rahim. Cobalah melakukan belly mapping segera setelah mengunjungi dokter, jadi Anda akan tahu pasti apakah kepala bayi menghadap ke atas atau ke bawah. Cukup ikuti langkah-langkah mudah ini:

  1. Berbaringlah di tempat tidur dan berikan sedikit tekanan di sekitar area panggul Anda untuk meraba-raba kepala bayi. Ini akan terasa seperti bola bowling mini. Kemudian tandai perut Anda.

  2. Gunakan fetoskop atau selama USG, temukan detak jantung bayi Anda dan tandai di perut.

  3. Gunakan boneka untuk mulai bermain-main dengan posisi, berdasarkan posisi kepala dan jantung bayi.

  4. Temukan posisi bokong bayi. Ini akan menjadi keras dan bulat. Gambarlah di perut Anda.

  5. Pikirkan gerakan bayi Anda. Di mana mereka menendang? Gunakan tendangan dan goyangan mereka sebagai petunjuk posisi mereka. Ini akan membuat Anda mengetahui di mana kaki atau lutut mereka berada. Tandai di perut Anda.

  6. Gunakan tanda untuk menggambar bayi di perut Anda. Beberapa ibu menjadi kreatif dan melukis posisi bayi mereka di perut seperti sebuah karya seni.

Macam-Macam Posisi Bayi dalam Kandungan

1. Posisi Janin Anterior

posisi bayi dalam kandungan

Ini adalah posisi janin terbaik untuk melahirkan. Kepalanya di bawah, wajah menghadap punggung Bunda. Dagu bayi menempel di dadanya dan kepala si bayi siap untuk masuk pelvis. 

Bagian kepala bayi yang paling runcing bisa menekan serviks agar terbuka dan memudahkannya melewati jalan lahir. Kebanyakan posisi bayi dalam kandungan saat mencapai usia 33-36 minggu akan seperti ini, posisi yang paling aman dan ideal untuk persalinan.

2. Posisi Janin Posterior

posisi bayi dalam kandungan

Kepala bayi berada di bawah dan wajahnya menghadap perut Bunda. Beberapa bayi akan diam di posisi ini saat sudah dekat HPL, pada awal kontraksi, dia akan diam. Lalu dia secara spontan memutar badannya hingga wajah dia menghadap punggung Bunda. 

Dalam beberapa kasus, saat bayi berada di posisi posterior dan tidak memutar badannya, Bunda akan mengalami proses persalinan yang lama, serta sakit punggung yang parah. Suntik epidural mungkin diperlukan untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan bayi dengan posisi posterior.

3. Posisi Janin Sungsang

posisi bayi dalam kandungan

Posisi bayi dalam kandungan sungsang tergolong tidak ideal untuk persalinan normal. Meski banyak bayi sungsang yang lahir sehat, namun mereka berisiko tinggi mengalami cacat lahir atau trauma fisik selama persalinan.

Selain itu, posisi bayi sungsang meningkatkan risiko tali pusar tersimpul atau melilit leher bayi sehingga bisa menyebabkan cedera bisa persalinan dilakukan secara vaginal.

Dokter mungkin akan menyarankan untuk mengubah posisi bayi dalam kandungan yang sungsang, dengan teknik ECV (external cephalic version).

ECV dilakukan dengan menekan perut ibu dan mengubah posisi bayi lewat tekanan tersebut, selama ECV detak jantung bayi akan terus dipantau. Apabila ECV tidak berhasil mengubah posisi bayi dalam kandungan, maka dokter akan menyarankan caesar.

Artikel terkait: 6 Cara Mengatasi Bayi Sungsang Tanpa Bantuan Medis

4. Posisi Janin Melintang

posisi bayi dalam kandungan

Bayi berbaring melintang di dalam rahim, yang disebut transverse lie. Posisi ini sangat langka ditemukan pada bayi yang hendak lahir. Hal ini karena kebanyakan bayi akan bergerak sendiri dengan posisi kepala di bawah saat mendekati HPL. Jika tidak, bayi dengan posisi melintang harus dilahirkan secara caesar. 

Apakah Berbahaya Jika Posisi Bayi Sungsang?

Kelahiran sungsang adalah ketika bayi diposisikan dengan kaki di bawah di jalan lahir. Saat di dalam kandungan, bayi tidak dalam bahaya. Namun, dengan posisi ini, bayi akan lahir dengan kaki terlebih dahulu. Persalinan pervaginam atau normal biasanya sangat aman, namun jika posisi bayi sungsang, persalinan bisa lebih berisiko. 

Karena kepala bayi lebih besar dari bagian kakinya, ada risiko kepala terjepit atau tersangkut di jalan lahir bila dilahirkan dalam posisi sungsang. Apalagi beberapa bayi dalam posisi sungsang bisa keluar dengan cepat selama persalinan. 

Dalam banyak kasus, dokter Anda mungkin merekomendasikan kelahiran caesar (C-section) daripada kelahiran normal. Ini adalah prosedur pembedahan di mana sayatan dibuat di perut ibu dan bayi dikeluarkan di ruang operasi. Kelahiran caesar dengan posisi sungsang memiliki risiko jauh lebih kecil dibandingkan dengan kelahiran pervaginam. 

Faktor Risiko Posisi Janin yang Berbahaya

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko posisi janin seperti presentasi sungsang. Ini dapat mencakup:

1. Kelahiran Prematur

Posisi janin mungkin berisiko kelahiran prematur. Dalam hal ini, bayi mungkin belum siap untuk kelahiran.

2. Memiliki Masalah dengan Plasenta 

Jika plasenta menempel terlalu rendah di dalam rahim (suatu kondisi yang disebut plasenta previa) atau terputus dari rahim sebelum lahir, itu bisa mencegah bayi berputar dan masuk ke posisi yang tepat untuk lahir.

3. Kehamilan Kembar

Ketika hamil kembar atau lebih, akan sulit bagi setiap bayi untuk mengambil posisi. Ruang yang terbatas bisa berisiko bagi posisi janin sepanjang kehamilan.

4. Bentuk Rahim yang Tidak Biasa

Rahim biasanya berbentuk seperti buah pir terbalik. Ketika bentuknya tidak normal atau memiliki fibroid (pertumbuhan yang dapat bervariasi dalam ukuran), mungkin tidak ada cukup ruang untuk bayi bertumbuh dan pindah ke posisi lahir.

Bisakah Dokter Mengubah Posisi Janin dalam Kandungan?

Ada beberapa cara yang dapat dicoba oleh dokter atau penyedia layanan kesehatan Anda untuk mengubah posisi bayi sebelum melahirkan. Cara-cara ini tidak selalu berhasil dan terkadang, bayi justru bisa kembali ke posisi yang salah lagi. Meskipun tidak ada jaminan tingkat keberhasilan, metode ini bisa disarankan karena biasanya patut dicoba dan dapat membantu Anda menghindari persalinan Caesar.

Metode untuk mengubah bayi Anda dapat mencakup:

1. Versi Cephalic Eksternal (ECV)

ECV adalah salah satu cara non-invasif untuk membalikkan bayi dan meningkatkan peluang Anda untuk melahirkan secara normal. Prosedur ini dilakukan oleh dokter kandungan. 

Prosedur ini membutuhkan dua orang di mana satu mengangkat pantat bayi dalam posisi ke atas dan yang lainnya memberikan tekanan melalui dinding perut ke rahim tempat bayi berada untuk memutar kepala bayi ke depan atau ke belakang. 

Waktu terbaik untuk melakukan prosedur ini adalah antara 36 hingga 38 minggu kehamilan. Setelah itu, detak jantung bayi akan dipantau untuk memastikan dalam tingkat normal. 

2. Mengubah Posisi Anda

Terkadang Anda dapat mendorong bayi untuk bergerak dengan mengubah posisi Anda. Ingatlah bahwa latihan ini mungkin tidak berhasil. Namun, para ahli mungkin akan merekomendasikan untuk Anda coba di rumah. 

Posisi ini biasanya melibatkan melakukan pose seperti yoga. Dua gerakan spesifik yang mungkin direkomendasikan penyedia Anda meliputi:

  • Berdiri dengan tangan dan lutut Anda dan goyang perlahan ke depan dan ke belakang.

  • Dorong pinggul ke atas dengan lutut ditekuk dan kaki rata di lantai (pose jembatan).

3. Menggunakan Suara yang Merangsang untuk Mendorong Gerakan

Hal lain yang dapat dicoba untuk membuat bayi mengubah posisi adalah stimulasi. Musik, berbicara, perubahan suhu dan cahaya bisa menarik minat bayi. Saat di dalam kandungan, bayi dapat mendengar musik, melihat perubahan cahaya melalui kulit Anda dan bahkan mendengar suara Anda saat berbicara. 

Anda dapat mencoba menempatkan headphone di perut Anda, ke arah bawah, untuk melihat apakah ini menarik bayi. Menerapkan suhu dingin ke bagian atas perut Anda di mana kepala bayi berada juga dapat mendorong bayi untuk menjauh dan turun. Sama halnya dengan mengubah posisi Anda, tidak ada jaminan bahwa stimulasi akan membuat bayi Anda bergerak, tetapi sering kali patut dicoba.

Teknik chiropractic, yang disebut teknik Webster, juga bisa digunakan untuk menggerakkan pinggul Anda. Ini dimaksudkan agar rahim Anda rileks. Beberapa dokter bahkan merekomendasikan akupunktur untuk membantu tubuh Anda rileks. 

Kedua teknik ini perlu dilakukan oleh seorang profesional yang direkomendasikan oleh dokter Anda. Relaksasi dapat meningkatkan gerakan pada bayi dan membantu bayi ke posisi terbaik yang memungkinkan untuk lahir.

Cara Lain yang Bisa Dilakukan untuk Mengubah Posisi Janin

4 Posisi Janin dalam Kandungan, Mana yang Terbaik untuk Persalinan?

Ibu bisa mengubah posisi bayi dalam kandungan agar mencapai posisi anterior, posisi yang ideal untuk melahirkan. Berikut adalah teknik yang bisa Anda ikuti.

  • Saat ibu duduk, cobalah untuk membuat pelvis condong ke depan dan bukan ke belakang
  • Berlatih duduk di bola yoga dengan rutin
  • Saat duduk, pastikan pinggul Bunda selalu lebih tinggi daripada lutut
  • Jika Bunda bekerja di tempat yang memerlukan duduk dalam waktu lama, sering-seringlah bangun dari duduk dan jalan kaki selama beberapa menit di sekitar ruangan.
  • Gunakan bantal di kursi mobil, agar pantat lebih tinggi
  • Berlatih posisi table top, dengan tangan dan lutut berada di lantai (seperti sedang mengepel) selama beberapa menit. Lakukan ini beberapa kali dalam sehari untuk membuat bayi berada dalam posisi anterior.

Semoga informasi ini bermanfaat Bunda. 

***

Artikel telah diupdate oleh: Fadhila Afifah

 

Baca juga: 

Begini posisi janin di kehamilan 9 bulan yang memudahkan persalinan

3 Cara mudah ketahui posisi janin dengan metode belly mapping, gimana caranya?

5 Jenis olahraga ibu hamil yang dapat memperbaiki posisi janin sungsang

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.