4 Posisi janin dalam kandungan, mana yang terbaik untuk persalinan?

lead image

Ada macam-macam posisi bayi dalam kandungan, yang ideal untuk persalinan dan yang berisiko tinggi. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Sebelum usia kandungan 36 minggu, Bunda tak perlu khawatir dengan posisi bayi dalam kandungan terbalik atau sungsang. Hal ini karena calon bayi masih akan terus bergerak dan berputar di dalam perut Anda.

Janin bergerak banyak di dalam perut ibu, posisi janin bisa berubah sepanjang masa kehamilan. Namun, ibu mungkin tidak akan merasakan gerakannya sampai di tengah trimester kedua.

Setelah itu, bayi akan diam di satu posisi untuk menjalani proses kelahiran di usia kandungan 36 minggu. Dan, posisi ideal janin untuk persalinan adalah kepala di bawah menghadap punggung ibu.

Namun tak semua posisi janin dalam kondisi kepala berada di bawah atau di jalan lahir. Berikut ini 4 posisi bayi dalam kandungan.

Macam-macam posisi bayi dalam kandungan

1. Posisi janin anterior

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/Screenshot 3.png 4 Posisi janin dalam kandungan, mana yang terbaik untuk persalinan?

Ini adalah posisi janin terbaik untuk melahirkan. Kepalanya di bawah, wajah menghadap punggung Bunda. Dagu bayi menempel di dadanya dan kepala si bayi siap untuk masuk pelvis. 

Bagian kepala bayi yang paling runcing bisa menekan serviks agar terbuka dan memudahkannya melewati jalan lahir. Kebanyakan posisi bayi dalam kandungan saat mencapai usia 33-36 minggu akan seperti ini, posisi yang paling aman dan ideal untuk persalinan.

2. Posisi janin posterior

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/Screenshot 4.png 4 Posisi janin dalam kandungan, mana yang terbaik untuk persalinan?

Kepala bayi berada di bawah dan wajahnya menghadap perut Bunda. Beberapa bayi akan diam di posisi ini saat sudah dekat HPL, pada awal kontraksi, dia akan diam. Lalu dia secara spontan memutar badannya hingga wajah dia menghadap punggung Bunda. 

Dalam beberapa kasus, saat bayi berada di posisi posterior dan tidak memutar badannya, Bunda akan mengalami proses persalinan yang lama, serta sakit punggung yang parah. Suntik epidural mungkin diperlukan untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan bayi dengan posisi posterior.

3. Posisi janin sungsang

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/Screenshot 5.png 4 Posisi janin dalam kandungan, mana yang terbaik untuk persalinan?

Posisi bayi dalam kandungan sungsang tergolong tidak ideal untuk persalinan normal. Meski banyak bayi sungsang yang lahir sehat, namun mereka berisiko tinggi mengalami cacat lahir atau trauma fisik selama persalinan.

Selain itu, posisi bayi sungsang meningkatkan risiko tali pusar tersimpul atau melilit leher bayi sehingga bisa menyebabkan cedera bisa persalinan dilakukan secara vaginal.

Dokter mungkin akan menyarankan untuk mengubah posisi bayi dalam kandungan yang sungsang, dengan teknik ECV (external cephalic version).

ECV dilakukan dengan menekan perut ibu dan mengubah posisi bayi lewat tekanan tersebut, selama ECV detak jantung bayi akan terus dipantau. Apabila ECV tidak berhasil mengubah posisi bayi dalam kandungan, maka dokter akan menyarankan caesar.

Artikel terkait: 6 Cara Mengatasi Bayi Sungsang Tanpa Bantuan Medis

4. Posisi janin melintang

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/Screenshot 6.png 4 Posisi janin dalam kandungan, mana yang terbaik untuk persalinan?

Bayi berbaring melintang di dalam rahim, yang disebut transverse lie. Posisi ini sangat langka ditemukan pada bayi yang hendak lahir. Hal ini karena kebanyakan bayi akan bergerak sendiri dengan posisi kepala di bawah saat mendekati HPL. Jika tidak, bayi dengan posisi melintang harus dilahirkan secara caesar.

Bisakah ibu mengubah posisi bayi dalam kandungan?

Ibu bisa mengubah posisi bayi dalam kandungan agar mencapai posisi anterior, posisi yang ideal untuk melahirkan. Berikut adalah teknik yang bisa Anda ikuti.

  • Saat ibu duduk, cobalah untuk membuat pelvis condong ke depan dan bukan ke belakang
  • Berlatih duduk di bola yoga denagn rutin
  • Saat duduk, pastikan pinggul Bunda selalu lebih tinggi daripada lutut
  • Jika Bunda bekerja di tempat yang memerlukan duduk dalam waktu lama, sering-seringlah bangun dari duduk dan jalan kaki selama beberapa menit di sekitar ruangan.
  • Gunakan bantal di kursi mobil, agar pantat lebih tinggi
  • Berlatih posisi table top, dengan tangan dan lutut berada di lantai (seperti sedang mengepel) selama beberapa menit. Lakukan ini beberapa kali dalam sehari untuk membuat bayi berada dalam posisi anterior.

Semoga informasi ini bermanfaat Bunda. 

 

Sumber: Healthline

Baca juga: 

Begini posisi janin di kehamilan 9 bulan yang memudahkan persalinan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.