Penelitian: Jangan banyak tidur jika ingin punya anak

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Bila ingin hamil, jangan terlalu banyak tidur ya, Bunda.

Bagi Bunda yang sedang promil, selain menjaga asupan pola makan dan rajin berolahraga, kebiasaan tidur juga harus diperhatikan. Ternyata, pola tidur memengaruhi kesuburan seseorang.

Hal ini disimpulkan oleh sebuah studi di Korea pada tahun 2013. Satu tim peneliti di Korea menganalisa laporan kebiasaan tidur dari 650 wanita, sebelum wanita tersebut menjalani program IVF (In Vitro Fertilization). 

Artikel terkait: Pematangan sel telur secara In Vitro

Subjek penelitian kemudian terbagi ke dalam tiga grup berdasarkan kebiasaan tidur mereka. Short sleepers yang tidur 4-6 jam per hari, moderate sleepers dengan durasi tidur 7-8 jam, serta long sleepers yang tidurnya 9-11 jam sehari.

Secara keseluruhan, peluang hamil pada kelompok moderate sleepers lebih tinggi yaitu sekitar 53% dibanding pada kelompok perempuan yang tidur lebih dari 9 jam saat malam yang hanya 43%. Sedangkan pada kelompok short sleepers peluang kehamilan terjadi adalah 46%.

Jam tidur yang cukup ternyata bermanfaat bagi sekresi hormon reproduksi. Namun, terlalu banyak tidur bisa menganggu jam biologis tubuh hingga siklus hormon tertentu juga terhambat. yang kemudian memengaruhi kesuburan.

Meski demikian, hasil penelitian yang menyatakan bahwa pola tidur memengaruhi kesuburan tidak disepakati oleh semua ahli. Contohnya, Dr. Evan Rosenbluth, seorang ahli endokrinologi reproduksi yang bekerja di Reproductive Center.

Dia mengatakan, “Kita tahu bahwa kebiasaan tidur memang bisa mengubah ritme sirkadian, sekresi hormon, serta siklus menstruasi. Tetapi, pola tidur memengaruhi kesuburan tidak serta merta bisa disimpulkan. Karena ada banyak detil yang tidak bisa dikendalikan dalam masalah kesuburan.”

“Contohnya, kualitas tidur dan variabel lain pada pasien, seperti stres, berat badan yang bisa memengaruhi kesuburan, juga memiliki efek pada pola tidur,” tambahnya.

Sehingga bisa jadi, tingkat kesuburan rendah pada orang dengan pola tidur yang lama juga berasal dari berbagai faktor di atas.

Meski para ilmuwan sendiri belum sepenuhnya mengerti, bagaimana pola tidur memengaruhi kesuburan, namun studi ini menyarankan pola tidur moderate sleepers bagi para pasien yang sedang dalam perawatan kesuburan atau promil.

pola tidur memengaruhi kesuburan

Sebuah penelitian lain juga mengungkap bahwa memang benar pola tidur memengaruhi kesuburan seseorang, baik pria maupun wanita. Studi yang  dilakukan di Boston University School of Public Health ini meneliti 790 pasangan.

Lauren Wise, profesor epidemiologi yang terlibat dalam studi ini mengatakan, “Kami menemukan bahwa waktu tidur kurang dari 6 jam, atau lebih dari 9 jam, berasosiasi dengan penurunan peluang kehamilan.

Dia juga mengatakan, lelaki yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 9 jam per malam memiliki penurunan peluang menghamili pasangannya sebesar 42%. Lauren mengatakan hal ini terkait dengan fungsi hormonal yang berhubungan erat dengan kualitas tidur.

Lauren juga menambahkan, hormon testosteron yang penting dalam proses reproduksi dikeluarkan oleh tubuh pria saat sedang tidur. Oleh karena itu, durasi tidur selalu dikaitkan dengan tingkat testosteron dalam penelitian tentang kesuburan pada pria.”

Partisipan dalam studi menjawab pertanyaan mengenai pola tidur mereka. Sebagian besar partisipan dalam penelitian ini menjawab: “pria yang sering memiliki masalah tidur cenderung tidak bisa membuat pasangannya hamil.”

Studi tentang pola tidur memengaruhi kesuburan ini tentunya menjadi hal yang membuka mata. Namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Dr. Peter Schlegel, Wakil Presiden di American Society for Reproductive Medicine mengatakan, “Sangat sedikit data yang menyebut bahwa kebiasaan tidur pria memengaruhi kesuburannya. Kita tahu bahwa stres bisa menganggu kesuburan pada pria dan wanita.”

“Studi ini secara tegas menyarankan para priauntuk tidur 7-8 jam sehari. Dengan demikian, kesuburan meningkat sehingga peluang promil yang sedang dilakukan bisa lebih besar,” tambahnya.

Jadi, bagi Bunda yang ingin segera memiliki anak, ubahlah pola tidur Anda, menjadi 7-8 jam sehari. Terlalu sedikit maupun terlalu banyak tidur kurang bagus bagi kesehatan.

Kini kita tahu, hal tersebut juga bisa memengaruhi peluang untuk hamil.

Semoga bermanfaat.

Referensi: Huffington Post, CBS News

5 Hal Mengejutkan yang Memengaruhi Kesuburan Suami Istri, Wajib Tahu Sebelum Promil





Perencanaan kehamilan