Pillow Talk, Cara Efektif Membangun Ikatan Emosional dengan Pasangan

lead image

Bicara dari hati ke hati setelah berhubungan intim ternyata menjadi kunci keberhasilan hubungan dengan pasangan anda. Pillow talk adalah salah satu caranya.

Jika kita mau berbicara jujur, membangun suasana intim dengan pasangan setelah berhubungan seks sulit dilakukan bagi beberapa pasangan. Namun para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa pillow talk bisa menjadi kunci hubungan yang sukses.

Dr. Daniel Kruger seorang profesor psikologi dari Universitas Michigan mengemukakan hasil penelitiannya seperti dilansir dari situs akamommagazine.com berikut ini.

Pillow talk, berbincang mesra setelah berhubungan intim

Dr. Kruger dan tim penelitinya telah melakukan studi mengenai ‘Seni yang Hilang dalam Bercinta’. Melalui survey online, mereka menanyai hampir 500 orang individu heteroseksual tentang pola tidur bersama pasangan.

Para peneliti menemukan bahwa partisipan kesulitan melakukan penyatuan ikatan emosional terutama saat pasangan mereka tertidur lebih dulu.

Dr. Kruger menyatakan,”Potensi untuk penyatuan ikatan emosional dan berbagi perasaan berada pada puncaknya saat mereka selesai melakukan hubungan intim, tapi saat-saat tersebut juga bisa membuat stress jika salah satu diantara mereka tidak memiliki hasrat yang sama untuk membangun ikatan emosional dan menegaskan komitmen.”

Wanita dan pria sama-sama lebih merasa puas dalam “jeda waktu pasca orgasme” jika pasangan mereka memberikan sinyal yang kuat terhadap proses bonding dan komitmen. Mereka yang lebih memilih menghindar dari proses bonding setelah seks cenderung tidak tertarik bicara tentang masalah dalam hubungan dibandingkan pasangannya.

Dr. Kruger menambahkan bahwa wanita dan pria sama-sama merasa kurang puas saat mereka menginginkan bonding, sedangkan pasangannya tidak. Selain itu, penelitian terhadap tubuh manusia tidak mendukung mitos bahwa pria cenderung tertidur lebih dulu dibandingkan wanita setelah orgasme.

Riset ini juga menyatakan bahwa pria yang benar-benar tertidur sebelum pasangannya setelah berhubungan seksual menggunakan hal ini sebagai taktik untuk menghindari percakapan mengenai komitmen dan masa depan hubungan.

Sebaliknya, wanita merasakan kebutuhan yang kuat untuk tidur di samping pasangannya sebagai sebuah strategi untuk mengurangi risiko dirinya ditinggalkan demi wanita lain.

Dr. Kruger menyarankan pada pasangan yang ingin melakukan percakapan dari hati ke hati setelah seks menggunakan cara-cara yang halus. Dengan menggunakan kalimat yang romantis seperti “aku sangat menyukai saat kau memelukku setelah kita bercinta” atau “maukah kau memelukku?”

“Jika salah satu pihak tetap tidak tertarik dan tidak mau berusaha agar penyatuan emosi berhasil, ini bisa menjadi tanda bahwa dia kurang tertarik untuk membuat hubungan berjalan dengan sukses,” tambah Dr. Kruger.

 

Baca juga:

Sekalipun tak Mengatakannya, ini yang Diinginkan Suami dari Istrinya