33 Pikiran Ngawur yang Hanya Dimengerti oleh Ibu Kurang Tidur

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Sejak punya anak rasanya sulit tidur nyenyak. Ketika ibu kurang tidur, biasanya sering muncul pikiran-pikiran ajaib. Beberapa di antaranya mungkin pernah juga Bunda pikirkan...

Ibu kurang tidur adalah hal yang biasa terjadi setelah bayi lahir, apalagi bagi orangtua baru. Meski dulunya kita suka sekali bahkan mungkin gampang tertidur di mana saja, tapi setelah punya anak, semua akan berubah.

Tidur adalah aktivitas yang bermanfaat bagi kesehatan otak agar bisa berfungsi dengan baik. Orang dewasa butuh 6-8 jam tidur per hari, namun bagi para ibu baru, sulit mencapai waktu ideal untuk tidur ini setelah kehadiran bayi.

Artikel terkait: Inilah Penyebab Ibu Tidak Pernah Tidur Lelap

Amy Poehler, seorang aktris komedi membuat daftar 33 perasaan dan pemikiran yang sering menimpa para ibu kurang tidur. Bunda juga pasti pernah mengalaminya.

  1. Apakah bayiku merupakan alat penyiksaan yang kejam luar biasa?
  2. Aku pikir dia sedang menertawakanku sekarang.
  3. Sumpah, jika satu orang lagi nanya kenapa aku terlihat lelah....

ibu kurang tidur

  1. Berapa banyak kopi yang harus kuminum sebelum darahku sendiri berubah jadi kopi dingin?
  2. Mengapa aku tidak menghargai waktu tidur yang dulu kumiliki?
  3. Jika aku bisa meletakkan bayiku di tempat tidur dan kemudian mengendap-endap keluar, dia tidak akan tahu!

ibu kurang tidur

  1. Aku sangat lelah, aku merasa hampir mabuk. Apakah itu mungkin?
  2. Apakah wajahku mati rasa?
  3. Apakah anakku rusak? Apa aku mematahkannya?

ibu kurang tidur

  1. Bayiku sudah melek begitu lama sama sepertiku, kenapa dia tidak merasa lelah?
  2. Apakah aku akan jadi ibu yang buruk jika aku membiarkan bayiku dan kembali tidur?
  3. Apakah pantas jika aku menghukum suamiku dengan time out?

ibu kurang tidur

  1. Aku mulai membayangkan hidupku dengan tidur siang yang nyenyak tanpa terganggu
  2. Aku harus menelan perasaanku agar bisa merasa lebih baik
  3. Kadang aku berpikir menangis adalah hal yang menggemaskan

ibu kurang tidur

  1. Apakah seumur hidupku akan selalu seperti ini?
  2. Kenapa ibu lain tidak mengalami kesulitan seperti yang kualami?
  3. Kenapa aku bisa mikir ayunan itu lucu ketika aku membelinya?

ibu kurang tidur

  1. Kenapa tidak ada seorangpun yang mengerti diriku? Apa aku bicara dalam bahasa yang berbeda?
  2. Bagaimana aku bisa menguliahkan si tukang begadang (bayi) ini?
  3. Oke, cukup! Orang yang bilang ingin mengunjungi bayi ketika dia sedang tidur, benar-benar kehilangan akal sehat.

ibu kurang tidur

  1. Kapan terakhir kali aku bisa mandi dengan tenang, atau pake BH dalam waktu lama?
  2. Terimakasih untuk Instagram pada jam 2 dini hari
  3. Apakah aku ibu yang buruk kalau ingin menghabiskan malam sendirian tanpa anak dan suami?

ibu kurang tidur

  1. Jika aku bisa tidur di antara jerit tangis bayi, hidupku pasti jauh lebih baik sekarang
  2. Kenapa aku punya pikiran begitu? Ah, aku benar-benar ibu yang buruk!
  3. Apa aku baru saja menaruh ASI di dalam kopi?

ibu kurang tidur

  1. Apakah baby whisperer benar-benar ada? Di mana aku bisa mempekerjakannya?
  2. Ini benar-benar metode KB yang paling ampuh yang pernah aku punya
  3. Wah, berani-beraninya dia bertanya apakah bayiku cukup tidur semalam

ibu kurang tidur

  1. Apakah benar ada waktu di malam hari yang hanya diperuntukkan buat tidur?
  2. Kenapa pikiran untuk tidur terasa sangat menggairahkan?
  3. Jika seseorang punya saran untuk membuat bayiku tidur nyenyak saat malam, aku akan menerimanya dengan senang hati.

ibu kurang tidur

Ibu kurang tidur juga rawan depresi karena itu sebaiknya suami bergantian menjaga si kecil agar ibu punya waktu istirahat yang cukup. Jangan ragu untuk meminta bantuan suami ya, Bun. Mengurus anak adalah tugas yang harus dipikul bersama, jangan hanya ibu saja.

 

 

Baca juga:

Penelitian: Ibu Hamil yang Kurang Tidur Berisiko Terkena Diabetes

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Lifestyle