Pasien meninggal saat melahirkan, dokter ini berpesan pada para suami untuk menghargai perjuangan istri

Apa yang dialami sang dokter mengingatkan kita semua untuk selalu menghargai perjuangan para wanita.

Menangani banyak proses persalinan membuat dokter ini memahami bagaimana beratnya tugas seorang wanita. Namun, ada sebuah peristiwa yang membuatnya begitu sedih sehingga ia berpesan pada para suami untuk menghargai perjuangan istri.

Seperti yang di-posting oleh akun Instagram @humansofpakistan, berikut curahan hati sang dokter mengenai bagaimana seharusnya suami menghargai perjuangan istri.

www.instagram.com/p/BYsy3HcjjgJ/

"Hari ini merupakan hari paling sedih dalam hidup saya. Sebagai seorang dokter, saya telah menangani banyak persalinan, dan setiap kali saya berada di ruang bersalin, saya selalu berdoa kepada Tuhan agar memberkati para ibu di dunia.

Rasa sakit yang dirasakan wanita saat proses persalinan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Dan ini masih belum termasuk kesulitan yang dihadapi selama 9 bulan membawa sang bayi dalam kandungan.

Mereka harus melalui banyak hal demi menghadirkan sang buah hati ke dunia. 

Hari ini saya menangis sesenggukan karena kepergian seorang wanita. Kami, tim medis, tak pernah berharap ini terjadi namun terkadang Tuhan mungkin punya rencana lain.

Mengapa kasus wanita ini sungguh amat menyakitkan buat saya? Karena ia telah menanti kehadiran seorang anak selama 14 tahun!

Kami telah mencoba bayi tabung dan berbagai metode lain yang kami tahu, dan wanita ini sudah melakukan beragam cara.

Akhirnya Tuhan mengabulkan doanya. Tentu saja kehamilan wanita ini tak dapat dijabarkan dengan ilmu pengetahuan dan sains.

Dia hamil meskipun faktanya ia memiliki kista dan banyak fibroid (sel yang tidak normal) di ovarium, dan dia tetap dapat hamil. Fibroidnya mulai mengecil dan semuanya baik-baik saja. 

Saya tahu terkadang Tuhan melakukan sesuatu demi menunjukkan kebesaran dan kuasanya.

Setelah 9 bulan, tiba saatnya bagi wanita ini untuk melahirkan. Suaminya dengan terburu-buru membawanya ke rumah sakit.

Dengan cepat, saya meninggalkan semua yang saya kerjakan dan segera membantu persalinan wanita ini. Proses persalinan ini memakan waktu berjam-jam.

Setelah 7 jam yang menyakitkan, kami memutuskan untuk melakukan cesar.

Kami kehilangan dia, namun bayinya selamat. Sebelum menghembuskan napas terakhir, ia sempat menggendong bayinya, tersenyum, lalu berkata "Tuhan sungguh hebat", dan kemudian ia meninggal.

Saya begitu hancur dan sedih. Saya harus menyampaikan kabar duka ini pada suaminya.

Saat mendengar berita bahwa istrinya meninggal, suaminya pingsan. Hari bahagia mereka berubah menjadi bencana.

Hari ini kami kehilangan sebuah nyawa demi melahirkan kehidupan baru. Tolong untuk menghargai perjuangan istri karena mereka melalui lembah kematian untuk menghadirkan kehidupan baru.

Para suami, hargai perjuangan istri Anda! Membawa bayi Anda selama 9 bulan tidaklah main-main, dan menjalani proses persalinan selama berjam-jam merupakan sebuah pengorbanan besar.

Saya berdoa kepada Tuhan untuk melindungi setiap orang yang membaca pesan ini, terutama para ibu hamil, tolong doakan mereka juga setiap kali Anda berdoa.

Dear suami, saya ulangi pesan ini, pesan untuk menghargai perjuangan istri Anda karena mereka benar-benar mempertaruhkan nyawanya demi anak kalian.

Semoga Tuhan memberi kekuatan pada setiap ibu hamil. 

Sedih rasanya membayangkan bagaimana sang ibu yang telah bertahun-tahun menanti kehadiran seorang anak, namun hanya dapat menggendong bayinya sesaat sebelum akhirnya meninggal.

Seperti yang dikatakan sang dokter, semoga semua ibu hamil mendapatkan kekuatan dalam menjalani proses kehamilan dan persalinan. Dan semoga para suami semakin lebih menghargai perjuangan istri, tak hanya ketika melahirkan, tapi dalam setiap hal yang telah dilakukan istri demi keluarga.

 

Baca juga:

id-admin.theasianparent.com/melihat-istri-melahirkan-membuatku-sadar-bahwa-ia-adalah-wanita-yang-hebat/