6 Perubahan Tubuh Setelah Melahirkan yang Dialami Semua Ibu

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Setelah bayi lahir, tubuh Bunda tidak bisa langsung kembali ke bentuk sebelum hamil. Apa sajakah perubahan tubuh setelah melahirkan yang dialami ibu? Simak penjelasannya berikut ini.

Kehadiran seorang bayi dalam rahim membawa perubahan besar di tubuh ibu. Selama sembilan bulan, tubuh ibu berangsur berubah untuk menyesuaikan beban bayi. Demikian pula hormon selama kehamilan yang turut memengaruhi perubahan tubuh ibu.

Artikel Terkait: 16 Hal yang Dialami Tubuh Perempuan Saat Hamil

Setelah melahirkan, tubuh ibu tidak bisa langsung berubah ke bentuk semula sebelum kehadiran bayi. Dan butuh proses bahkan perjuangan panjang untuk mengembalikan bentuk tubuh seperti sebelum hamil.

Apa saja perubahan tubuh setelah melahirkan yang dialami ibu?

Melansir dari laman She Knows, setidaknya ada enam perubahan tubuh setelah melahirkan yang dialami ibu. Namun Bunda tak perlu khawatir, meskipun terlihat aneh, tetapi hal ini termasuk wajar.

1. Perut masih terlihat buncit

Tubuh ibu membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi kekosongan rahim yang tidak lagi terisi bayi. Sehingga di minggu-minggu pertama setelah kelahiran, perut ibu masih terlihat buncit. Namun, Bunda tidak perlu cemas, hal ini normal.

Secara alami, perut ibu akan mengempis dengan sendirinya. Melakukan diet atau olahraga keras tidak akan mempercepat perut menjadi kembali rata, apalagi Bunda masih menyusui. Kondisi perut buncit akan menghilang dengan sendirinya, Bunda harus sabar menunggu.

Baca: Habis Melahirkan Tapi Perut Masih Seperti Hamil? Ini Penyebabnya

2. Tidak haid dalam waktu lama setelah melahirkan

Setelah melahirkan, ibu akan mengeluarkan darah selama beberapa minggu yang disebut nifas. Namun itu bukan haid. Biasanya ibu harus menunggu lebih lama untuk haid setelah melahirkan, dan hal ini juga normal.

Kondisi hormon selama menyusui juga memengaruhi jadwal menstruasi ibu, sehingga haid datang lebih lambat bagi ibu yang sedang menyusui. Ada yang berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan setelah melahirkan, baru bisa haid kembali.

Artikel terkait: Haid Tidak Teratur Selama Menyusui? Ini Penjelasannya.

3. Sering ‘ngompol’ tak terkendali

Otot panggul mengalami berbagai tekanan selama kehamilan, tubuh bayi membuatnya meregang dan menjadi lebih lemah. Hal ini akan membuat ibu mudah ngompol, atau pipis tak terkendali. Setiap kali Bunda tertawa, batuk, loncat, atau bersin, akan keluar cairan seperti pipis dalam jumlah sedikit.

Kebiasaan ini akan menghilang dalam hitungan minggu atau hitungan bulan. Bagi ibu yang pernah melahirkan bayi secara normal beberapa kali, hal ini mungkin akan berlangsung lebih lama. Menggunakan panty liners bisa membantu Bunda agar tidak terlalu sering ganti celana.

4. Jerawat kembali datang

Hormon kehamilan masih memengaruhi tubuh ibu meski telah melahirkan. Hormon yang masih belum teratur bisa membuat ibu jerawatan tidak lama setelah melahirkan. Tidak perlu panik, bila tingkat hormon dalam tubuh ibu sudah seimbang, maka jerawat juga akan hilang dengan sendirianya.

Sementara itu, ibu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk pemakaian obat jerawat yang aman bagi ibu menyusui. Obat yang terlalu keras bisa memiliki efek negatif bagi bayi. Jadi tetaplah berhati-hati.

5. Sakit di tubuh bagian bawah

Bagi ibu yang melahirkan cesar, tentu saja luka bekas operasi masih akan terasa sakit hingga beberapa minggu setelah persalinan. Demikian pula dengan ibu yang melahirkan secara normal, mereka juga akan merasakan sakit di bagian vagina, apalagi jika dokter melakukan prosedur episiotomi (proses pemotongan jalan lahir untuk memudahkan bayi keluar)

Proses pemulihan setelah melahirkan tidak bisa berlangsung dalam waktu cepat. Meski jahitan sudah mengering, namun ibu masih akan merasakan sakit selama beberapa minggu. Hingga benar-benar sembuh, usahakan untuk tidak melakukan pekerjaan atau olahraga berat terlebih dulu.

6. Perubahan bentuk payudara

Kondisi payudara setiap perempuan berbeda, begitupula dengan perubahan yang mereka alami saat hamil dan setelah melahirkan. Yang pasti, setelah bayi lahir payudara akan berubah menjadi lebih besar, karena berisi ASI.

Bagi ibu yang tidak menyusui, kemungkinan bentuk payudara mereka akan segera kembali ke bentuk semula. Namun bagi ibu menyusui, payudaranya mungkin akan lebih penuh. Memilih bra yang tepat adalah cara yang bagus untuk memastikan kenyamanan Anda.

***

Itu dia enam perubahan tubuh setelah melahirkan yang dialami ibu, apakah Bunda memiliki perubahan lainnya? Silakan bagi di kolom komentar ya…

Baca juga:

Perubahan Tubuh Para Selebriti Setelah Melahirkan

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Pasca melahirkan