6 Mitos dan fakta seputar pertumbuhan gigi bayi, Parents wajib tahu nih!

6 Mitos dan fakta seputar pertumbuhan gigi bayi, Parents wajib tahu nih!

Banyak mitos seputar tumbuh gigi pada bayi yang tidak terbukti kebenarannya.

Seperti kemampuan berbicara atau berjalan, pertumbuhan gigi pada bayi pun memiliki fasenya tersendiri. Sebagai orangtua, Parents tentu telah banyak mendengar mitos seputar hal ini.

Sayangnya, tak jarang mitos-mitos tersebut menimbulkan keraguan dan kekhawatiran. Untuk menghindari hal itu, yuk kenali 10 mitos dan faktanya berikut ini!

Mitos dan fakta pertumbuhan gigi pada bayi

pertumbuhan gigi pada bayi

1. Pertumbuhan gigi pada bayi terjadi saat dia berusia 6-12 bulan

Pada umumnya, pertumbuhan gigi pada bayi memang terjadi saat dia berusia 6-12 bulan. Pertumbuhan itu akan dimulai dari gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham. Namun faktanya, pertumbuhan gigi anak sudah dimulai sejak dia di dalam kandungan. Tepatnya sekitar usia 4 minggu kehamilan.

Normalnya bayi mulai memiliki satu set lengkap 20 gigi susu yang tersembunyi di dalam gusi saat lahir. Gigi susu ini perlahan akan muncul atau erupsi secara bergantian sesuai dengan urutannya.

Penting untuk diingat bahwa waktu pertumbuhan gigi pada bayi sangat bervariasi. Hal ini  dikarenakan kondisi tubuh anak dan jumlah asupan kalsium ibu saat hamil yang berbeda-beda.

Jadi, jangan terlalu khawatir ketika gigi bayi belum terlihat saat dia telah berusia 6-12 bulan.

2. Tidak perlu menyikat gusi bayi

Parents tentu pernah mendengar mitos untuk tidak perlu menyikat gusi bayi. Sebab gusi bayi masih bersih dan terhindar dari kuman.

Faktanya, gusi bayi sangat sensitif dan lembut sehingga membutuhkan perawatan. Agar gusi bayi tidak terluka, cobalah untuk memijat dan membersihkan gusi bayi dengan jari bersih atau kain basah yang lembut.

Artikel terkait: 5 Cara merawat gigi bayi dan balita selain dengan sikat gigi

pertumbuhan gigi bayi

3. Larangan menggunakan pasta gigi mengandung flouride

Beberapa orang mangatakan bahwa penggunaan pasta gigi flouride dapat berbahaya untuk kesehatan dan keamanan gigi bayi yang baru tumbuh. Padahal, faktanya penggunaan pasta gigi flouride jusrtu dianjurkan. Sebab pasta gigi flouride membantu gigi mereka tumbuh kuat dan terhindar dari kerusakan.

Saat gigi pertama bayi muncul, cukup gunakan pasta gigi ber-flouride seukuran satu butir beras. Bila memungkinkan, pilih pasta gigi fluoride dengan stempel American Dental Association (ADA).

American Academy of Pediatrics (AAP), American Dental Association (ADA), dan American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) merekomendasikan orangtua untuk menggunakan pasta gigi flouride seukuran kacang polong saat bayi telah berusia di atas 3 tahun.

4. Bayi demam saat tumbuh gigi

Demam pada bayi seringkali dikaitkan dengan salah satu gejala pertumbuhan gigi. Namun faktanya, pertumbuhan gigi bayi sebenarnya bukanlah penyebab demam.

Prof. Melissa Wake, peneliti dari Centre for Community Child Health di Royal Children’s Hospital di Melbourne pernah melakukan penelitian tentang hal ini pada 1990-an.

Penelitian tersebut menyatakan bahwa bayi tidak mengalami demam atau peningkatan suhu yang signifikan saat mereka tumbuh gigi. Demam tersebut terjadi bukan karena tumbuh gigi melainkan karena infeksi dari luar. Sehingga demam muncul sebagai reaksi alamiah tubuh anak melawan zat asing.

5. Pertumbuhan gigi pada bayi memiliki hubungan dengan kehamilan ibu selanjutnya

pertumbuhan gigi pada bayi

Sebuah mitos beredar bahwa bayi yang mendapatkan giginya lebih awal akan lebih cepat memiliki adik. Namun faktanya, tidak ada hubungan antara lama waktu pertumbuhan gigi bayi dengan kehamilan ibu selanjutnya.

Hingga sampai saat ini, tidak ada penelitian terpercaya yang mengungkapkan hubungan antara kedua hal terserbut.

6. Gigi berlubang tidak perlu dicabut

Siapa sangka bila hingga sampai saat ini masih banyak orang yang percaya bahwa gigi bayi yang berlubang tidak perlu dicabut. Sebab gigi bayi yang berlubang akan tanggal dengan sendirinya.

Padahal, gigi bayi yang berlubang bisa menyebabkan infeksi yang menyakitkan. Selain itu, gigi susu bayi yang berlubang bisa mempengaruhi kesehatan gigi permanennya di masa depan.

Oleh karena itu, sebaiknya segera atasi masalah gigi bayi yang berlubang sejak dini. Ajak dia mengunjungi dokter gigi di ulang tahun pertamanya.

*** 
Semoga sekarang Bunda tidak bingung lagi ya mengenai mitos dan fakta sepuat gigi bayi ini.

 

Referensi: Firstcry Parenting, Healthy Children

Baca juga

Bunda, Yuk catat pertumbuhan gigi bayi Anda

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner