4 Tips Menjelaskan Mimpi Basah kepada Anak yang Bisa Parents Lakukan

4 Tips Menjelaskan Mimpi Basah kepada Anak yang Bisa Parents Lakukan

Pertama kali mengalami mimpi basah adalah momen di mana anak sangat membutuhkan dukungan dari orangtuanya.

Pertama kali mimpi basah dapat menjadi salah satu momen kecanggungan dan kebingungan bagi anak. Orangtua dan anak bisa saja sama-sama merasa kesulitan untuk saling mengkomunikasikan hal seperti ini.

Padahal, penting sekali untuk memberi edukasi terkait mimpi basah kepada anak agar ia paham tentang perkembangan dirinya yang kini sudah menginjak pubertas. Memahami makna mimpi basah dengan benar dari orangtua, anak bisa mendapatkan berbagai manfaat dan terhindar dari hal-hal yang buruk.

Artikel Terkait: Bahaya Pornografi dan Kerusakan Hormon pada Diri Anak dan Remaja

Anak Pertama Kali Mimpi Basar, Ini Cara Orangtua Menjelaskannya 

1. Jelaskan tentang Masa Pubertas yang Pasti Dialami Semua Orang

pertama kali mimpi basah

Menurut Patel, cara menjelaskan yang baik kepada anak yaitu dengan memberitahu bahwa mimpi basah adalah bagian dari pubertas. Semua orang mengalami hal tersebut ketika menginjak usia dewasa. Jadi, tidak perlu merasa malu dengan adanya mimpi basah.

Ajak si kecil untuk memerhatikan bagian tubuhnya yang mulai mengalami perubahan. Seperti suara yang berubah, jakun yang lebih terlihat, tumbuh bulu di sekitar kaki, tangan, ketiak, wajah, dan kemaluan. 

2. Jelaskan Pengertian Mimpi Basah

Saat pertama kali mimpi basah, anak mungkin akan menduga bahwa ia sedang mengompol. Jelaskan pada anak perbedaan urine dan sperma yang ia keluarkan saat mimpi basah. Jika terasa lengket dan anak berpikir ia tidak sedang buang air kecil, dapat dipastikan bahwa itu adalah air mani. 

Edukasi tentang mimpi basah juga dapat Parents lakukan sebelum anak mengalaminya. Tujuannya adalah agar ia siap secara mental dan tidak menyalahkan dirinya sendiri ketika benar-benar mengalaminya. 

Jika anak terlihat tidak nyaman untuk mulai membicarakan hal seputar perkembangan seksualnya, berikan ia buku yang membahas tentang hal tersebut. 

Kemudian, katakan padanya bahwa Parents siap untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar mimpi basah ketika ia sudah siap untuk membahasnya. 

Satu hal yang sangat penting untuk diketahui adalah orangtua harus menjadi sumber pertama anak memahami tentang mimpi basah dan perkembangan seksualnya.  Jangan sampai ia menggali informasi dari sumber yang salah, seperti internet atau teman-temannya di sekolah.

3. Jelaskan tentang Fitrah Manusia untuk Berkembang Biak

pertama kali mimpi basah

Setelah anak memahami makna mimpi basah yang ia alami, kini saatnya untuk beranjak mengenalkan tentang apa makna mimpi basah yang sebenarnya. 

Mimpi basah adalah pertanda bahwa anak sudah matang secara fisik untuk bisa melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis.

Jika anak mengingat isi mimpi tersebut, penjelasan bisa dilakukan dengan lebih mudah. Tekankan poin bahwa melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis adalah kebutuhan lumrah semua makhluk hidup. 

Akan tetapi, manusia memiliki norma sosial dan agama yang mesti dipatuhi ketika ingin melakukan hubungan seksual. Ada risiko tertentu yang bisa didapatkan ketika melanggar aturan norma tersebut.

Artikel Terkait: Ciri pubertas pada anak perempuan dan laki-laki yang perlu Parents pahami

4. Setelah Alami Pertama Kali Mimpi Basah, Ajarkan Anak Cara Membersihkan Diri

pertama kali mimpi basah

Setelah mengetahui seluk-beluk tentang mimpi basah, kini saatnya orangtua mengajarkan anak cara membersihkan dan merawat alat kelaminnya sendiri. 

Ingatkan anak untuk tidak sering menyentuh alat kelaminnya dan tuntun ia untuk mandi atau membersihkan tubuhnya setelah mimpi basah.   

Fakta Mimpi Basah

Berkut ini beberapa fakta terkait mimpi basah yang penting untuk Parents ketahui.

1. Definisi Mimpi Basah

4 Tips Menjelaskan Mimpi Basah kepada Anak yang Bisa Parents Lakukan

Menurut Rita Patel, seorang direktur program asosiasi anak di Rumah Sakit Anak Beaumont di Royal Oak mengatakan bahwa mimpi basah adalah ejakulasi atau ereksi malam hari karena mimpi yang bersifat seksual, baik diingat oleh anak ataupun tidak. 

2. Waktu Terjadinya Mimpi Basah 

Mimpi basah hanya bisa terjadi saat anak tidur atau disebut juga nocturnal emissions.

3. Terjadi saat Masa Pubertas

4 Tips Menjelaskan Mimpi Basah kepada Anak yang Bisa Parents Lakukan

Mimpi basah paling sering terjadi saat remaja. Namun, hal ini juga sering terjadi pada orang dewasa yang aktif secara seksual. 

4. Perempuan dan Mimpi Basah

Faktanya, mimpi basah juga bisa terjadi pada perempuan. Kebanyakan perempuan sudah mengalami paling tidak satu mimpi basah sebelum usianya mencapai 21 tahun.

Menurut penelitian yang berkaitan dengan perkembangan seksual manusia tahun 1986 menunjukkan ada 37% perempuan usia kuliah melaporkan mengalami setidaknya satu orgasme selama tidur mereka. Hal ini membuktikan bahwa mimpi basah bagi perempuan bukanlah hal baru.   

5. Hormon Testosteron

Mimpi basah juga dipengaruhi oleh adanya produksi hormon testosteron ketika anak laki-laki memasuki masa pubertas. Hormon ini membantu untuk memproduksi pembentukan sperma sehingga memudahkan terjadinya ereksi.

Fenomena pertama kali mimpi basah bagi anak laki-laki adalah penanda bahwa ia mulai dewasa secara perlahan. Jadikan momen ini sebagai edukasi dan pembelajaran tentang tubuhnya sendiri, sehingga anak paham betapa penting menjaga dan merawat alat kelaminnya.

Sumber: Metroparent, Hellosehat, Healthline

Baca Juga:

Pendidikan Seks untuk Anak

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner