Perkembangan Anak Dipengaruhi oleh Rasa Bahagia yang Dirasakannya

lead image

Apa kata psikolog tentang kaitan perkembangan anak dengan perasaan bahagia yang mereka rasakan? Kali ini kami mengulasnya untuk Anda.

dreamstime xs 26216683 Perkembangan Anak Dipengaruhi oleh Rasa Bahagia yang Dirasakannya

Mungkin kita tak pernah menyangka bahwa rasa bahagia mempengaruhi perkembangan anak.

Tahukah Parents, bahwa perasaan anak amat berpengaruh pada kesehatan fisik mereka. Baik perasaan bahagia ataupun perasaan tertekan, keduanya serta emosi-emosi lain yang dialami anak amat mempengaruhi tahap perkembangan anak.

Seorang ibu perlu memahami perkembangan anak,  demikian menurut Endah Kurniadarmi, psikolog yang sangat peduli dengan psikologi perkembangan anak, pendidikan dan kesehatan dalam buku parenting, Nyebur Ke Dunia Anak.

Menurutnya, kematangan anak saat melewati setiap tahap perkembangan tersebut menentukan bagaimana perilakunya pada tahap perkembangan berikutnya.

Perkembangan anak pada usia sekolah

Pada anak usia sekolah, tahap perkembangan anak diarahkan agar terlatih bekerja keras dan menghindari perasaan rendah diri.

Salah satu ciri khas pada tahap ini adalah mereka sangat aktif dan jarang sakit. Secara luar biasa, anak-anak mampu mengendalikan imajinasinya sekaligus memfokuskan diri pada proses belajar dan tumbuh kembangnya.

Namun pada tahap ini penyakit yang muncul biasanya terjadi karena anak terlalu letih atau terjadi ketidakseimbangan fisik dan aktivitas pikiran serta perasaan. Oleh karena itu, menurut Schustack dan Friedman, penting sekali membuat anak merasa bahagia.

Endah juga menuliskan, bahwa secara umum anak yang bahagia jarang mengalami sakit. Sebaliknya, anak yang kurang bahagia mudah terkena penyakit, seperti penyakit maag, pernafasan, atau kulit.

Sebab-sebab munculnya ketidakbahagiaan bisa dikarenakan komunikasi yang terjalin kurang baik, sementara itu pikiran anak cenderung bekerja keras.

Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengajari anaknya bagaimana cara mengelola emosi, termasuk mengatasi rasa jengkel dan kesal yang kerap melanda anak-anak. Ajarkan pada anak-anak bagaimana cara menghadirkan rasa bahagia.

Menurut Endah, orang yang mudah kesal memiliki kecenderungan terkena serangan jantung yang lebih tinggi, karena sistem saraf yang reaktif.

Dalam mendampingi anak agar mudah merasa bahagia, Endah menekankan perlunya meningkatkan UPS (Usap, Pandang, dan Sapa ) dalam berinteraksi dengan anak.

Tips agar anak bahagia

1. Usap

Diimplementasikan dengan semakin sering menyentuh, mengusap dan menyayangi anak. Hal ini akan membuat anak melambung dan memenuhi kebutuhan kinestetiknya terpenuhi.

2. Pandang

Yaitu dengan memandang dengan tatapan sayang, menyejajarkan diri dengan anak, sehingga memenuhi kebutuhan visual anak.

3. Sapa

Artinya selalu bertanya pada anak apa yang terjadi. Dengan demikian kita juga menunjukkan kepada anak bahwa kita selalu ada serta memenuhi kebutuhan auditori anak, yaitu mendengarkan dan didengarkan.

Parents, selamat menjadi orangtua dari anak-anak yang berbahagia.

Dikutip dari buku Nyebur Ke Dunia Anak, Endah Kurniadarmi & Liza Permasih, Kaba Media Internusa, Bandung, 2015.

Tentang penulis

Liza Permasih adalah ibu dari 6 anak, mulai dari balita hingga remaja. Ia bersama psikolog Endah Kurniadarmi menulis buku Nyebur ke Dunia Anak, berisi tips parenting serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.