Perjuangan Seorang Bocah Bertarung Melawan Virus Toxoplasma

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Usia Dhimas baru 1 tahun lebih 2 bulan, ketika ia vonis menderita penyakit yang disebabkan oleh virus toxoplasma. Ikuti kisahnya di sini.

Dhimas, usia 2 tahun, berhasil melawan virus toxoplasma.

Dhimas, kini berusia 2 tahun, berhasil melawan virus toxoplasma.

Virus Toxoplasma itu menyerang balitaku

Usia Dhimas baru 1 tahun lebih 2 bulan, ketika ia vonis menderita penyakit yang disebabkan oleh virus toxoplasma.

Pada mulanya dokter mengatakan bahwa sumeng (kondisi di mana suhu tubuh lebih tinggi dari pada suhu normal) yang dialami Dhimas hanyalah akibat penyakit vlek yang dideritanya. Namun setelah menjalani pengobatan selama 6 bulan, kondisi Dhimas tak juga membaik.

Keresahanku semakin menjadi melihat kondisi Dhimas yang terus-menerus mengalami penurunan. Ia tidak lagi ceria, dan penuh semangat. Bobot tubuhnya pun mengalami penurunan yang drastis.

Melalui observasi, dokter mengatakan bahwa anak keduaku ini terserang virus toxoplasma. Yang mengakibatkan tubuhnya menjadi lemah dan tidak bisa berkembang sebagaimana anak lainnya. Selain ancaman kematian bila virus ini menyerang bagian vital seperti jantung, paru-paru dan otak.

Virus ini menyebabkan demam yang terus-menerus, daya tahan tubuh yang melemah sehingga mudah sekali terserang penyakit dan kerap mengalami kejang apabila demamnya mencapai 41 derajat Celcius.

Dokter kemudian menyarankan Dhimas menjalani lumbal fungsi. Tindakan ini berfungsi untuk mengetahui sejauh mana virus telah menjalar. Hatiku tercekat ketika dokter menjelaskan, bahwa tindakan ini dilakukan dengan menusuk tulang belakang anakku.





Berita