Perjuangan Ibu Mengasuh Bayi Dengan Jantung Separuh

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Dokter mengatakan tak ada harapan hidup untuk bayi Ariana. Namun itu tak menyurutkan perjuangan ibu yang melahirkannya berhenti memberikan cinta.

Kisah perjuangan ibu dan cintanya yang tanpa batas.

Kisah perjuangan ibu dan cintanya yang tanpa batas.

Perjuangan ibu yang melelehkan hati

Shamila adalah seorang ibu biasa seperti kita, yang menyambut kelahiran bayi perempuannya, Ariana, dengan kebahagiaan luar biasa. Siapa menyangka bahwa kebahagiaan itu menjadi awal kisah perjuangan ibu yang menguras air mata.

Pada hari kedua kelahiran Ariana, dokter yang merawat Ariana merasa ada sesuatu yang tidak biasa dengan detak jantungnya. Setelah melakukan dua tes di dua rumah sakit yang berbeda, akhirnya Shamila mengetahui bahwa Ari menderita Sindrom Heterotaxy.

Apa itu Sindrom Heterotaxy?

Sindrom Heterotaxy adalah suatu kondisi tak normal yang terjadi pada jantung dan organ dalam tubuh lainnya. Jika lambung manusia normal berada di sebelah kanan, lambung Ariana berada di sebelah kiri.

Bayi Ariana juga terlahir dengan hanya satu ginjal, tanpa limpa dan hanya sebelah jantungnya yang berfungsi.

“Saya merasa dunia runtuh saat mendengarnya dan air mata saya pun tak berhenti meleleh. Saya tak tahu apa yang harus saya lakukan,” ujar Shamila pada The AsianParent.

“Namun ketika memandangi Ariana, saya pun tersadar. Saya harus mempertahankan kehidupan dalam tubuhnya dengan cara apapun, meski Ariana hanya memiliki sedikit kemungkinan untuk hidup dalam waktu yang lama.

Itulah sebabnya saya memberinya nama Shakirah Ariana, yang artinya adalah ‘anugerah kehidupan’.”





Bayi baru lahir Berita