Ibu dan Saudara Kembarnya Meninggal, Bayi Suspek Corona Ini Berjuang Sendirian

Ibu dan Saudara Kembarnya Meninggal, Bayi Suspek Corona Ini Berjuang Sendirian

Bayi dan ibu hamil adalah kelompok yang rentan terpapar Virus Corona. Apa saja gejala COVID-19 pada bayi yang harus diwaspadai?

Virus Corona memang bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil dan bayi baru lahir yang termasuk kelompok paling rentan. Kasus paling terkini adalah perjuangan seorang bayi suspek di Medan, yang baru saja ditinggal oleh ibu dan kembarannya.

Bayi berjenis kelamin perempuan ini lahir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Jalan Bunga Lau, Kota Medan, Sumatera Utara.

Menurut laman World Health Organization (WHO) Indonesia, perubahan pada tubuh dan sistem imun pada ibu hamil dapat mengakibatkan terjadinya dampak yang cukup parah jika terinfeksi penyakit infeksi saluran pernapasan seperti COVID-19.

WHO pun merekomendasikan ibu hamil sebagai prioritas untuk menjalani pemeriksaan COVID-19 jika terdapat gejala agar cepat mendapatkan penanganan khusus yang tepat.

Ibu dan Saudara Kembarnya Meninggal, Bayi Suspek Corona Ini Berjuang Sendirian

Artikel Terkait: Mengharukan, Ini Perjuangan Orangtua Menjaga Bayi Kembarnya di Ruang NICU

Memang masih belum diketahui apakah seorang ibu hamil yang terinfeksi COVID-19 dapat menularkan virus tersebut kepada janinnya selama kehamilan dan proses persalinan.

Hingga saat ini virus masih belum ditemukan dalam sampel cairan amniotic/ketuban atau ASI. Meskipun begitu, perawatan kesehatan antenatal dan bayi baru lahir untuk suspek COVID-19 tetap harus diperhatikan.

Kontak antara ibu dan bayi serta pemberian ASI pun sangat disarankan untuk ibu yang terjangkit Virus Corona.
ASI ekslusif akan membantu perkembangan bayi, tetapi ibu harus memperhatikan protokol kesehatan seperti menerapkan kebersihan pernapasan dan memakai masker agar bisa menyusui dengan aman.

Perjuangan Bayi Suspek di Medan, Ditinggal Ibu dan Kembarannya

perjuangan bayi suspek corona di medan

Melahirkan memang kondisi dimana seorang perempuan bertaruh dengan nyawa. Mirisnya seorang ibu yang juga pasien Virus Corona meninggal setelah melahirkan dan bayinya harus berjuang sendirian lantaran menjadi suspek COVID-19.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat RSUP Haji Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengonfirmasi kebenaran kabar adanya seorang pasien COVID-19 yang meninggal setelah melahirkan.

MA (32) meninggal dunia tak lama setelah melahirkan bayi kembarnya. Ia melahirkan bayi kembar laki-laki dan perempuan. Saat dilahirkan kondisi keduanya kurang baik lantaran belum cukup usia dan berat badan rendah.

MA diketahui masuk ke rumah sakit sejak Senin (31/8) lalu dan melahirkan pada Kamis (3/9) pada pukul 23.30 WIB, seperti yang dimuat di harian Kompas.

Ibu dan Saudara Kembarnya Meninggal, Bayi Suspek Corona Ini Berjuang Sendirian

Kedua bayi MA sempat mendapatkan perawatan khusus di rumah sakit. Bayi laki-laki MA meninggal dunia pada hari Minggu, 6 September lalu. Sementara kembarannya masih harus berjuang sendirian dirawat di ruang isolasi khusus Perinatologi.

Karena bayi tersebut statusnya suspek COVID-19, tim medis masih memiliki kendala untuk menanganinya, ditambah sejak lahir kondisinya memang kurang baik. Berat badannya hanya sekitar 1.000 gram saja.

Secara prosedur, tim medis yang menangani bayi perempuan almarhumah MA harus mengenakan APD lengkap sebagaimana perlakuan kepada pasien dewasa.

Artikel Terkait: Tidak Selalu Batuk dan Pilek, Ini Kriteria Suspek Virus Corona yang Perlu Diperiksakan

Waspadai Gejala Infeksi Virus Corona pada Bayi

Ibu dan Saudara Kembarnya Meninggal, Bayi Suspek Corona Ini Berjuang Sendirian

Mengutip dari Halodoc, bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap penyakit karena sistem iimunnya masih belum terbentuk sempurna. COVID-19 dapat dengan mudah menjangkiti orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.

Terutama di tengah pandemi seperti sekarang ini, orangtua harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan bayi yang baru lahir. Kenali gejala-gejala infeksi Virus Corona pada bayi seperti berikut ini.

  • Adanya gejala kesulitan bernafas
  • Batuk terus menerus
  • Nafas pendek
  • Bayi menolak untuk menyusu
  • Bayi jarang pipis
  • Rewel dan menangis terus menerus
  • Tidur bayi tidak tenang karena merasa nyeri pada tubuh

Pada umumnya gejala Virus Corona pada bayi dan orang dewasa serupa, namun pada bayi gejalanya cenderung lebih ringan.

Memang kasus COVID-19 pada bayi tidak sesering pada orang dewasa, namun orangtua tetap harus waspada dalam menentukan langkah yang tepat. Jika menemukan gejala seperti di atas pada bayi Parents, segeralah bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan dari ahlinya.

Yang paling utama, kebersihan rumah dan lingkungan sekitar bayi harus diperhatikan. Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi untuk mencegah penyebaran virus. Berikanlah ASI yang mengandung nutrisi baik untuk membangun sistem imun bayi agar terhindar dari penyakit.

Melihat perjuangan bayi perempuan MA yang jadi suspek di Medan, kita sebagai orangtua harus memiliki kesadaran lebih terhadap penyakit yang dapat merenggut nyawa ini. Hindari membawa bayi ke luar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak, ya.

Baca Juga:

Bayi 6 Hari Positif Corona di NTB, Terjangkit dari Penularan Lokal

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner