ASI vs Susu Formula: Mana yang Lebih Mahal? Bunda Wajib Tahu Perbandingannya

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

ASI vs susu formula memang sering menimbulkan perdebatan antara para ibu. Namun sebenarnya, lebih mahal mana sih antara keduanya? Mari kita hitung.

Berapa harga sebenarnya dari ASI vs susu formula (sufor)? Sebenarnya perbandingan ini tak hanya menyangkut uang karena kasih sayang ibu ASI maupun ibu sufor memang tak bisa dirupiahkan.

Dokter anak di Indonesia dan negara lain seperti Amerika Serikat memang menyarankan ASI selama 6 bulan penuh. Banyak juga yang menyarankan agar Bunda meneruskannya hingga 2 tahun atau lebih tergantung kesuksesan dalam menyapih anak.

Namun, beberapa ibu kurang beruntung karena tidak dapat memberikan ASI dengan berbagai sebab sekalipun sudah berkonsultasi ke sana sini. Susu formula pun menjadi pilihan pengganti ASI untuk anak.

Sekali pun ada 'perang' abadi antara ASI vs susu formula, namun setiap ibu tetap ingin memberikan yang terbaik bagi anak apa pun bentuknya.

Terinspirasi tulisan di the Bump, mari kita perkirakan di dalam hati yuk berapa harga ASI vs susu formula.

Menyusui dengan ASI

Menyusui bayi dengan ASI ekslusif adalah tantangan tersendiri bagi para ibu. Namun, cara ini memang patut jadi pilihan pertama dalam memberi asupan makanan bagi bayi di masa awal kehidupannya.

Jangan salah, tampaknya ASI memang cara memberi makan anak dengan gratis. Namun di luar makanan yang dikonsumsi ibu tersebut, ada hal lain yang terhitung tidak murah.

Yang pertama, setiap ibu menyusui butuh pumping, terutama ibu bekerja maupun yang ASI-nya sangat melimpah. Setelah pumping, ibu juga perlu tempat menyimpan ASIP maupun botol dotnya.

Tentu saja jika ada botol, harus ada seperangkat alat pembersih botol terbaik yang steril untuk anak. Selain itu, jangan lupakan lemari es sekaligus alat penghangat ASIP-nya.

Jika puting ibu digigit bayi hingga kemungkinan mastitis, biaya medisnya tak sedikit. Belum lagi jika Anda membutuhkan bra khusus menyusui berikut dengan apron-nya.

Artikel terkait: Pengalaman Menyusui yang Menyakitkan karena Mastitis

Belum lagi jika anak alergi makanan tertentu sehingga ibu harus pilih-pilih menu makanan. Bisa-bisa makanan kesukaan Bunda yang harusnya jadi booster ASI akhirnya malah tak bisa dimakan karena anak menunjukkan reaksi alergi saat sedang menyusu.

'Harga' non materi juga harus dihitung. Saat Bunda menyusui bayi di depan umum, siap-siap dihakimi maupun disindir netizen dan masyarakat sekitar.

Saat ini belum banyak tersedia ruang laktasi dan tak memungkinkan menyusui di mana saja. Perjuangan mencari ruang laktasi tentunya menguras tenaga dan pikiran.

Oh ya, saat Bunda harus begadang malam karena anak perlu menyusu, tubuh Bunda menjadi lelah seharian. Kurang tidur juga bisa menyebabkan Bunda stres.

Suami yang tak suportif saat istri menyusui membuat mahalnya ASI menjadi semakin tak terhitung lagi.

Artikel terkait: 5 Hal perdebatan abadi para ibu yang sebenarnya tidak penting.

Harga susu formula

Berapa harga satu kardus susu formula ukuran 500 gram? Ditambah dengan beberapa botol susu beserta pembersihnya?

Meski uang yang dikeluarkan setiap harinya tampak nyata, sebenarnya susu formula lebih murah dari ASI. Bunda tak perlu beli bra khusus menyusui, tak lecet puting, dan tak perlu beli pompa ASI.

Namun, jika menyangkut dihakimi, para ibu sufor pasti mengalami keadaan di mana dianggap tidak menyayangi anaknya karena tidak memberikan ASI. Belum lagi dianggap tidak becus dan gagal sebagai ibu.

Berapa kerugian dari mental yang hancur karena frustasi takut jadi ibu yang kurang baik sekaligus digunjingkan ibu lainnya?

Soal begadang, hampir sama begadangnya dengan ibu ASI saat anak menangis tengah malam karena kelaparan. Namun bedanya, ibu yang anaknya sufor cenderung lebih bebas memberi minum anaknya di mana pun karena tidak akan ada anggota tubuh yang terbuka.

Bagaimana jika anak ternyata intoleran terhadap laktosa atau justru mencret karena merk susu tertentu? Otomatis Bunda harus coba-coba merk lain dan tak jarang harganya jauh lebih mahal daripada sufor biasa.

Belum lagi biaya pengobatan medis jika anak tidak cocok dengan susunya sehingga timbul reaksi tertentu. Seperti halnya ASI, ibu juga harus jaga-jaga jangan sampai bayinya tersedak aliran dot yang dikenyot kencang-kencang.

Kesimpulan

Berbicara harga susu, kasih sayang ibu ASI maupun sufor tak dapat dinilai harganya. Masing-masing memiliki masalahnya masing-masing.

Orangtua yang baik tidak menghitung berapa banyak yang sudah ia berikan pada anak. Kalau perlu, orantua tidak segan-segan mengorbankan hati dan jantungnya untuk anak.

Maka, tidak bijak menghakimi bagaimana cara ibu memberi makan anaknya. Apabila Anda memberikan ASI, maka Anda ibu yang luar biasa. Jika Anda memberi sufor, Anda juga ibu yang hebat.

Jadi, stop membanding-bandingkan ASI vs susu formula. Tidak ada harga yang lebih mahal dari yang lainnya.

Bunda dan anak terlalu berharga jika hanya dihitung berdasarkan rupiah saja. Bersyukurlah masih mampu memberi makan anak kita dengan apapun caranya.

 

Baca juga:

Perdebatan ASI vs Susu Formula, Apa Kata Pakar Tentang Ini?

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Menyusui