7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

Tak selamanya seoang pria mengalami ereksi karena rangsangan seksual. Ada juga penyebab ereksi yang sama sekali tidak berhubungan dengan seks. Apa saja itu?

Ereksi pada penis adalah respon alamiah yang terjadi pada tubuh pria ketika mendapat stimulus atau karena penyebab tertentu. Saat ereksi, alat reproduksi pria itu dapat mengembang dua hingga tiga kali dari ukuran aslinya. Wow, menakjubkan bukan?

Namun, tahukah Anda jika penyebab ereksi bukan semata karena rangsangan seksual? Ereksi terkadang terjadi pada waktu yang tidak menentu untuk alasan yang paling aneh.

Di artikel ini kami akan membahas seluk-beluk ereksi; apa yang terjadi penis saat ereksi, apa saja penyebabnya dan lain sebagainya. Simak terus ya, Parents.

Apa yang terjadi pada tubuh pria ketika ereksi?

penyebab ereksi

Ketika ereksi, arteri kecil di penis membesar sehingga meningkatkan aliran darah ke penis, Jed Kaminetsky, M.D., seorang Ahli Urologi dan Penasihat Medis Promescent.

Darah mengisi jaringan spon di dalam penis, membuat penis menegang. Semakin banyak darah yang mengalir ke penis, penis akan semakin besar dan menjadi tegang.

“Untuk mencapai ketegangan maksimum, pembuluh darah di penis menekan, tidak membiarkan darah mengalir keluar,” kata Kaminetsky. 

Artikel terkait: 10 Cara alami menguatkan ereksi suami, Anda wajib coba!

7 Penyebab pria mengalami ereksi

penyebab ereksi

1. Rangsangan seksual

Biasanya, ereksi terjadi sebagai respons terhadap rangsangan seksual.

“Pada pria muda, hanya dengan melihat atau memikirkan seorang wanita cantik dapat menimbulkan ereksi,” kata Kaminetsky.

Seiring bertambahnya usia pria, stimulasi langsung mungkin diperlukan. Pria yang lebih tua bahkan mungkin membutuhkan lebih dari stimulasi langsung, yaitu ketika melibatkan obat kuat seperti Viagra.

2. Ereksi pagi

Ketika bangun tidur di pagi hari, banyak pria mendapati ‘juniornya’ ikut bangun.

“Ini terkait dengan kadar testosteron puncak di pagi hari dan dapat dikaitkan dengan mimpi seksual atau ereksi ‘refleks’,” jelas Kaminetsky.

3. Ereksi refleks

Penyebab ereksi refleks adalah rangsangan yang tiba-tiba, misalnya saat ketakutan, kata Michael Ingber, M.D., seorang ahli urologi dan uroginekologi di Garden State Urology. 

“Ereksi refleks diketahui juga terjadi selama masa stres atau cemas,” tambahnya.

4. Ereksi saat tidur

penyebab ereksi

“Semua pria sehat mengalami ereksi malam hari yang merupakan ereksi yang terjadi selama fase tidur REM,” kata Ingber.

“Kami masih belum tahu persis mengapa ini terjadi, tetapi kami tahu itu ada hubungannya dengan nitric oxide (NO) yang dilepaskan selama fase tidur ini,” lanjutnya.

5. Ereksi karena stimulasi insidentil

“Beberapa pria bisa mengalami ereksi karena rangsangan taktil pada alat kelamin, yang sama sekali tidak bersifat seksual — misalnya, mengenakan pakaian ketat, yang menggosok alat kelamin saat berjalan,” kata Ingber.

Jadi berhati-hatilah saat mengenakan skinny jeans di tempat umum. Anda tentu tidak ingin secara tidak sengaja mengadakan pertunjukan untuk orang asing bukan?

Artikel terkait: 11 Gejala masalah kesehatan pada suami yang tak boleh diabaikan, waspada!

6. Ereksi emosional

Ingber menjelaskan bahwa ereksi emosional biasanya berkaitan dengan semacam respons emosional yang signifikan, yang memicu ereksi. Ini bisa berupa kesedihan, kemarahan, atau bahkan kebahagiaan dan cinta yang ekstrem.

“Untuk alasan apapun (bahkan kita para ahli tidak dapat sepenuhnya menjelaskannya), respons emosional ini dapat memicu terjadinya ereksi refleks,” kata Ingber.

7. Ereksi karena masalah medis

Priapisme adalah ketika Anda mengalami ereksi yang berlangsung selama lebih dari empat jam. Istilah ini diambil dari nama dewa Yunani Priapus, dewa kesuburan kecil, yang selalu digambarkan dengan penis yang besar. Priapisme mengakibatkan rasa sakit yang hebat dan akhirnya harus dibawa ke ruang gawat darurat.

“Priapisme dapat disebabkan oleh banyak hal termasuk obat disfungsi ereksi seperti Viagra, antipsikotik seperti Trazadone, obat-obatan terlarang seperti kokain, dan bahkan gangguan darah seperti penyakit sel sabit,” jelas Ingber.

Perawatan biasanya melibatkan menyuntikkan obat ke penis untuk membantu detumescence (melunakkan penis).

Bagaimana jika Anda ereksi di saat tidak menginginkannya? Apa yang harus dilakukan?

7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

Terkadang Anda mengalami ereksi pada waktu yang salah. Misalnya saja ketika berada dalam sebuah rapat dan harus maju ke depan untuk melakukan presentasi. Sialnya, karena satu hal Anda mengalami ereksi.

Untuk menyelamatkan diri, masukkan penis Anda ke dalam pita elastis celana dalam. Ini adalah cara terbaik untuk menyembunyikan penis yang berdiri, meskipun jelas, itu bukan metode yang sempurna.

Jika Anda berada dalam situasi di mana Anda benar-benar tidak menginginkan ereksi, tetapi karena alasan yang tidak beruntung, ereksi, Kaminetsky merekomendasikan untuk memikirkan sesuatu yang tidak menimbulkan gairah.

Dia menambahkan bahwa rangsangan fisik ke bagian tubuh yang berbeda, seperti menggigit lidah atau jari Anda dengan lembut, juga dapat mengurangi gairah dan menyebabkan hilangnya ereksi yang tidak diinginkan.

Itulah 7 penyebab ereksi yang umum diketahui. Kalau sewaktu-waktu Anda mendapati penis beraksi di waktu yang tidak tepat, jangan panik ya.

Sumber: Men’s Health

Baca juga:

Disfungsi ereksi pada pria sering diabaikan, ini cara menanganinya menurut pakar

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner