Aura Kasih tegaskan jangan sembarangan berucap kepada para ibu baru, ini alasannya!

Aura Kasih mengimbau khalayak untuk berhenti mengomentari perubahan bentuk tubuh para ibu yang baru melahirkan dan kondisi bayinya. Sebab, ini bisa memicu stres pada ibu.

Lahirnya si kecil ke dunia bisa menambah kebahagiaan dalam diri seorang ibu, tentu saja ini juga yang dirasakan penyanyi Aura Kasih. Sayangnya, kebahagiaan tersebut bisa luntur begitu saja, terutama jika seorang ibu mendengar komentar negatif dari orang sekitar.

Misalnya, mengomentari proses persalinan yang dilakukan ibu, pemberian ASI untuk bayi, mengomentari tubuh ibu maupun bayi, dan lain-lain. Terkait dengan ini, penyanyi Aura Kasih mengingatkan khalayak untuk lebih berhati-hati dalam berucap, khususnya pada setiap ibu baru.

Hal itu lantaran beberapa waktu lalu ibu dari satu anak ini sempat mengalami mom shaming dari seseorang di media sosial. Sebab, pada kenyatannya mom shaming dapat berdampak buruk pada seorang ibu, bahkan memicu stres dan depresi.

Artikel terkait: Sempat disembunyikan, inilah nama dan potret wajah cantik anak Aura Kasih

Penyanyi Aura Kasih tegaskan untuk tidak mengomentari perubahan bentuk tubuh para ibu baru

penyanyi aura kasih

Melalui akun media sosial Instagram pribadinya, ada beberapa hal yang Aura tegaskan kepada khalayak ketika mereka bertemu para ibu baru. Khususnya terkait perubahan bentuk tubuh yang dialami oleh ibu setelah punya anak.

Nih hal-hal yang perlu kalian perhatikan dan jaga kalau ketemu Mama-mama yang baru punya anak…

1. Gendut banget sekarang

2. Tetekmu gede banget!

3. Naik berapa kilo?

4. Kapan mau turunin?

Haloo.. itu juga akan membuat para Mama stress loh. Nggak mudah menerima perubahan, jadi mending nggak usah comment tentang perubaha fisik, apalagi sedang menyusui,” tulisnya dalam sebuah unggahan Instagram pada Selasa, 4 Februari 2020.

Aura Kasih melanjutkan, untuk seorang ibu baru, tidak ada yang lebih penting dari memerhatikan kondisi dan kesehatan bayi. Apalagi jika dibandingkan dengan menjaga penampilan diri sendiri.

Ur kid is more important yah! Dibanding penampilanmu, yang penting bersih dan rapih,” lanjutnya.

Please stop body shaming ke para Mama yang baru punya baby yaaa,” imbuhnya dalam kolom caption.

A post shared by spongebob (@aurakasih) on

Jangan berikan komentar tentang kondisi bayi

penyanyi aura kasih

Selain harus menghindari ucapan yang berujung body shaming untuk para ibu baru, penyanyi Aura Kasih juga menegaskan untuk tidak mengomentari kondisi anak dari ibu tersebut. Sebab, sadar atau tidak, itu bisa membuat para ibu merasa tersinggung, khususnya jika mendapatkan omongan yang mereka tidak harapkan.

Hal hal yang nggak boleh kamu ucapkan ketika bertemu dengan para Mama…

1. Kok belum tumbuh gigi?

2. Kok kurus

3. Kok nggak ada rambut?

4. Kok belum bisa jalan?

5. Kok nggak pakai anting? (kalau cewek)

6. Kok belum bisa bicara?

7. Kok rewel?

Hal tersebut akan membuat para Mama sedih, stress, dan tersinggung,” tegas penyanyi yang populer melalui lagi ‘Mari Bercinta’.

Daripada berucap seperti itu yang justru bisa membuat sakit hati para ibu baru, lebih baik diam saja tidak mengomentari apapun. Sebab, tidak ada ibu yang ingin anaknya dikomentari oleh orang lain, Bunda juga begitu, kan?

Mending diam, doakan, dan nggak usah banyak comment! Semua Mama ingin terbaik buat anaknya,” sambung Aura.

A post shared by spongebob (@aurakasih) on

Artikel terkait : Dampak mom shaming hanya bikin Bunda depresi, Baca 10 tips ini untuk mengatasinya

Pemicu perilaku mom shaming yang dialami ibu baru

penyanyi aura kasih

Mom shaming atau perilaku yang mempermalukan ibu lainnya biasanya muncul dari para sesama ibu yang merasa dirinya lebih baik dan berpengalaman. Menurut Melissa Divaris Thompson, LMFT, mom shaming yang dilakukan para ibu kepada ibu lainnya yaitu sebagai cara untuk memvalidasi kemampuan pengasuhan mereka sendiri.

“Beberapa ibu merasa jika mereka perlu mempermalukan ibu lain sehingga mereka dapat merasa sedikit lebih baik tentang diri mereka sendiri, bahkan jika itu tidak disadari,” jelas seorang terapis berbasis NYC yang sering bekerja dengan ibu baru.

Sementara itu, menurut Julia Burton, penulis buku ‘A Modern Mother’s Must-Have Guide to Health and Well-Being‘, ada beberapa kelompok perilaku mom shaming yang sering dialami para ibu. Di antaranya yaitu:

  • Mom shaming oleh orang yang tidak dikenal
  • Mom shaming oleh sesama para ibu
  • Lalu, mom shaming dari sosial media
  • Mom shaming oleh orangtua atau pihak keluarga sendiri

“Kadang memang ada hal yang bisa kita pelajari dari saran orang lain, namun sulit menerima nasihat yang tidak diminta, yang terkadang nasihat ini tidak benar-benar membantu dalam pengasuhan kita,” ujarnya.

Mom shaming tentu saja menjadi perilaku yang sangat tidak dibenarkan, ya, Bun. Apalagi kita sesama ibu seharusnya saling mendukung, bukan mempermalukan satu sama lain, apalagi hingga menjatuhkan kepercayaan diri ibu lain.

Bunda pasti tidak mau kan mendapatkan mom shaming? Dengan demikian, yuk hindari perilaku mom shaming mulai dari sekarang, dan tidak lupa beritahu kerabat lain untuk tidak melakukannya juga.

Referensi : Instagram @aurakasih, Parents, dan Reader’s Digest

Baca juga :

Marah dirinya disebut pabrik susu, Aura Kasih: "Dia sudah melecehkan saya!"

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.