Penyakit Sariawan pada Bayi

Sariawan pada bayi bisa mengakibatkan anak demam dan rewel yang berkepajangan. Mari kita cari tahu bagaimana untuk mengatasinya.

Bagaimana cara mengatasi sariawan pada bayi?

Bagaimana cara mengatasi sariawan pada bayi?

Bayi, seperti juga orang dewasa, dapat terserang sariawan. Sariawan pada bayi dapat disebabkan oleh jamur; yaitu Candida albican. Sariawan pada bayi umum terjadi pada usia anak 2 bulan ke atas; meski bisa juga terjadi pada bayi yang lebih besar.

Penyebab sariawan pada bayi

Jamur Candida albican pada umumnya tumbuh dalam sistem pencernaan manusia. Namun ketika daya tahan tubuh menurun, jamur dapat menginfeksi tubuh, dan menimbulkan sariawan.

Bayi pertama kali melakukan kontak dengan jamur saat ia melalui jalan lahir. Sariawan dapat muncul begitu terjadi perubahan hormonal ketika bayi keluar dari jalan lahir ibunya.

Jamur juga bisa tumbuh subur pada bayi yang mendapat pengobatan antibiotik melebihi jangka waktu pemakaian.

Selain karena jamur, sariawan pada bayi juga dapat dipicu oleh adanya trauma atau luka tertentu yang terjadi pada mulut bayi dan adanya infeksi virus herpes. Sariawan yang disebabkan oleh luka pada mulut disebut dengan stomatitis aphotosa dan sariawan yang disebabkan oleh virus herpes disebut dengan stomatitis herpetik.

Stomatitis aphotosa umumnya terjadi ketika luka pada mulut bayi terinfeksi oleh jamur. Stomatitis herpetik umumnya terjadi karena infeksi di bagian belakang tenggorokan bayi.

Mendeteksi sariawan pada bayi

Bila melihat ada bulatan putih kecil pada lidah atau rongga mulut si Kecil, cobalah usap dengan jari yang telah dibungkus dengan kain kasa steril. Karena bisa jadi bulatan tersebut hanya residu susu.

Sariawan pada bayi biasanya tumbuh pada sisi lidah atau mukosa (bagian dalam pipi), tenggorokan dan gusi. Dan jika disentuh, lekukan pada luka tersebut tidak akan mudah kembali kebentuk semula.

Jumlah sariawan pada bayi, tidak sebanyak pada orang dewasa. Biasanya hanya berupa 1-2 luka saja. Bentuknya seperti bulatan kecil dengan diameter 1-3 mm dan berwarna putih kekuningan.

Cara mengatasi sariawan pada bayi

Sariawan pada bayi umumnya tidak perlu perawatan khusus, dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Beberapa bayi biasanya sangat rewel jika menderita sariawan, sementara yang lain seperti tidak merasakan sakit sama sekali.

Jika memang bayi sangat rewel, maka meminta pertolongan dokter adalah tindakan yang paling tepat. Dokter biasanya akan memberikan obat sariawan dalam bentuk tetes.

Tanyakan pula apakah ibu perlu mengoleskan obat anti jamur pada puting ibu guna menghindari terjadinya reaksi bolak-balik dari infeksi jamur pada bayi ke puting ibu.

Jangan lupa untuk tetap memberikan ASI pada si Kecil. Agar ia tidak trauma atau merasa kesakitan, berikanlah ASI dengan cara disendok sedikit demi sedikit.

Dan jika ia sudah mendapat MPASI, maka buatlah makanan pendamping lebih lembut lagi dan perkaya menu dengan makanan yang banyak mengandung vitamin B dan vitamin C. Menambahkan bawang putih pada menu MPASI juga bisa menjadi tambahan “antibiotik” alami untuk si Kecil.

Cara tradisional lainnya adalah dengan mengoleskan minyak kelapa murni ke puting susu sebelum ibu menyusui si Kecil. Minyak kelapa diyakini cukup efektif sebagi anti-jamur.

Parents, semoga ulasan di atas bermanfaat.

Baca juga artikel menarik lainnya:

7 Fakta Bayi yang Tidak Kita Ketahui

4 Gejala pada Bayi Baru Lahir yang Tak Perlu Bikin Anda Panik