Main gadget terlalu lama, balita ini harus jalani operasi mata

lead image

Penggunaan gadget pada anak-anak yang kebablasan, sudah pasti bisa berdampak buruk, termasuk risiko penyakit mata akibat gadget.

Penggunaan gadget ibarat memiliki dua sisi mata uang yang berbeda. Di satu sisi, memiliki hal positif yang mempermudah dan meningkatkan efisiensi berbagai urusan kita. Di sisi lain, gadget juga memiliki dampak negatif, salah satunya meningkatnya kasus penyakit mata akibat gadget.

Baru-baru ini, seorang ayah asal Thailand menemukan betapa sulitnya memperingatkan  putrinya untuk tidak bermain dengan ponsel yang lebih banyak memiliki efek negatif dibanding positif, terutama bagi balita.

Sang ayah peringatkan risiko penyakit mata akibat gadget

Dalam postingan Facebook-nya, sang ayah menjelaskan bahwa dia mulai memberi putrinya yang berusia dua tahun untuk bermain gadget, sebagai cara untuk membiarkan putrinya ‘anteng’ saat dia sedang bekerja.

Namun belakangan, masalah kesehatan mulai muncul, yang awalnya tidak ia sadari sebagai akibat dari penggunaan gadget yang berlebihan.

 

Berawal dari masalah penyakit mata akibat gadget, hingga akhirnya sang putri harus memakai kacamata. Namun, kemampuan penglihatan putrinya itu mulai menurun dari hari ke hari.

Menginjak usia 4 tahun, anak itu harus menjalani operasi karena penglihatannya memburuk. Ia akhirnya menemukan bahwa penyakit mata yang menimpa putrinya adalah akibat dari penggunaan gadget yang lama dan tidak terkontrol.

Sang ayah kini menyadari bahwa penggunaan gadget yang berlebihan pada anak-anak dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius, salah satunya risiko penyakit mata akibat gadget

Aturan screen time untuk anak-anak

Sekarang ini, memang tidak mungkin sepenuhnya menerapkan aturan pada anak-anak Anda untuk tidak menggunakan gadget sama sekali. Namun jika Anda ingin membatasi penggunaan gadget pada si kecil atau menerapkan screen time di rumah, berikut pedoman yang bisa Anda terapkan pada anak untuk mencegah kecanduan gadget pada balita:

  • Hindari penggunaan gadget pada bayi di bawah usia 18 bulan, kecuali video call dengan anggota keluarga.
  • Pada balita berusia 18 hingga 24 bulan, pilih pogram yang berkualitas saat Anda memberikan gadget untuk anak. Misalnya, Parents harus menonton video yang Anda berikan di Youtube bersama anak-anak Anda terlebih dahulu untuk membantu mereka memahami apa yang mereka lihat.
  • Batasi penggunaan layar atau screen time pada anak-anak yang berusia 2-5 tahun, hingga 1 jam per hari, dan pilihlah program-program berkualitas tinggi yang bisa diaksesnya.
  • Pada anak-anak berusia 6 tahun ke atas, konsistenlah dalam menerapkan batas-batasan waktu penggunaan gadget. Batasi juga penggunaan media yang bisa mereka akses, Anda bisa memberinya akses ke Youtube Kids, yaitu Youtube khusus anak.
  • Pastikan waktu bermain gadget tidak mengganggu waktu tidur dan waktu untuk aktivitas fisiknya.
Artikel terkait: Penelitian: ini 10 Bahaya Gadget bagi Anak di bawah usia 12 Tahun

Parents, mengasuh anak tanpa gadget di masa sekarang ini memang tidak mudah. Namun, beberapa aturan di atas mungkin bisa mengurangi dampak-dampak buruk dari penggunaan gadget.

 

 

Dilansir dari artikel Kevin Wijaya Oey di theAsianparent Singapura
Baca juga:

https://id.theasianparent.com/memberikan-gadget-pada-anak/

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.