Kenali dan waspadai 9 Penyakit Infeksi Menular Seksual ini

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) sangat berbahaya dan bisa saja menyebabkan kematian. Kenali apa saja penyakit yang tergolong ke dalam IMS ini.

Infeksi menular seksual (IMS) bisa terjadi karena hubungan intim yang tidak aman, seks bebas, atau bergonta ganti pasangan. IMS juga bisa dialami oleh orang yang melakukan kontak langsung dengan penderita, tergantung jenis virus dan penyakit yang diderita pasien.

Berikut ini adalah 9 penyakit infeksi menular seksual yang kami bahas secara ringkas untuk Anda, seperti dilansir dari laman NHS.

1. Chlamydia atau klamidia

infeksi menular seksual

sumber: prcmidland.org

Penyakit ini menular melalui hubungan seksual. Gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Sakit atau rasa terbakar ketika kencing
  • Vagina atau penis mengeluarkan cairan yang berwarna putih yang terasa panas
  • Darah keluar sangat banyak saat haid
  • Rasa sakit pada bagian testis
  • Hubungan seksual yang terasa sakit

Infeksi menular seksual yang satu ini juga bisa menyerang dubur, tenggorokan, hingga mata. Penularan virus penyakit ini disebabkan oleh hubungan seks lewat dubur, tidak menggunakan pengaman saat berhubungan intim, atau air mani yang mengenai mata dan tertelan hingga menyebabkan klamidia di tenggorokan dan mata.

Jika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang seperti kemandulan. Diagnosa klamidia dilakukan dengan tes urin atau menyeka cairan dari area yang terinfeksi untuk kemudian diberi perawatan dengan antibiotik.

2. Kutil kelamin

Penyakit ini menyerang area kemaluan dan dubur Anda, yang disebabkan oleh virus HPV (human papilloma virus). Kutil kelamin biasanya tidak menyebabkan sakit, namun Anda akan merasakan gatal atau area kemaluan menjadi kemerahan.

Kadang, kutil kelamin juga bisa menyebabkan perdarahan. Virus HPV tidak hanya menular melalui hubungan seksual, tapi bisa menyebar melalui kontak kulit.

Selain kutil kelamin, virus HPV juga bisa menyebabkan kanker serviks.

Artikel terkait:  Mengenal Kanker Serviks, Penyakit yang Merenggut Nyawa Julia Perez

Jika Anda mengalami gejala penyakit infeksi menular seksual ini, segera hubungi dokter agar bisa mendapatkan perawatan berupa krim atau cryotherapy. Hindari berhubungan seksual jika sedang memiliki kutil kelamin.

3. Herpes genital

Penyakit ini disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV). Gejalanya bisa terlihat jika area kemaluan ada benjolan yang melepuh dan terasa sakit. Gatal di area genital dan sakit saat kencing juga merupakan salah satu tandanya.

Selengkapnya: Kenali Herpes Simplex Virus (HSV) Serta Risikonya pada Pasangan dan Anak

4. Kencing nanah

Bakteri penyebab penyakit infeksi menular seksual yang satu ini sangat mudah ditularkan melalui hubungan intim. Gejalanya ialah sebagai berikut:

  • Sakit atau rasa terbakar ketika kencing
  • Cairan yang keluar dari vagina atau penis berwarna putih, kekuningan atau bahkan kehijauan
  • Wanita mengalami sakit di perut bagian bawah, perdarahan saat berhubungan seksual, hingga keluar darah yang sangat banyak ketika haid
  • Sakit atau memar di bagian testis pada lelaki

Penyakit ini bisa menyebabkan kemandulan jika tidak segera diobati.

5. Sifilis atau raja singa

infeksi menular seksual

sumber: clinicalgate

Sifilis atau raja singa disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejala penyakit raja singa memiliki tiga tahapan setelah terinfeksi.

Tahapan pertama, Anda tidak akan mengalami rasa sakit apa pun. Kemudian, mulai merasa nyeri di area kemaluan dan mulut.

Rasa sakitnya bisa bertahan selama 6 minggu sebelum hilang sama sekali. Tahapan kedua terjadi gejala fisik berupa ruam, pilek, dan rambut rontok.

Tahapan akhir biasanya terjadi setelah bertahun-tahun terinfeksi dan semakin parah. Penyakit infeksi menular seksual ini akan memunculkan komplikasi penyakit lainnya seperti masalah jantung, kebutaan, hingga kelumpuhan.

Dengan memeriksakan diri sejak dini ketika gejala sifilis baru pada tahapan awal, komplikasi penyakit ini bisa dicegah.

6. HIV

infeksi menular seksual

sumber: Youtube

Virus HIV biasa menular lewat hubungan seksual tanpa pengaman. Selain itu, juga bisa tersebar melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, seperti jarum suntik.

Artikel terkait: Berbagi Peralatan Manicure, Wanita Ini Tertular Virus HIV

Virus penyebab infeksi menular seksual ini menyerang sistem kekebalan tubuh hingga membuatnya menjadi lebih lemah. Hal ini menyebabkan penderitanya lebih rentan terkena infeksi dan penyakit lain karena sistem imun yang lemah.

HIV tidak ada obatnya, namun dunia kedokteran telah mengembangkan metode perawatan yang bisa membuat pengidap HIV bisa hidup lebih lama dan memiliki kehidupan normal seperti orang pada umumnya.

AIDS adalah tahapan akhir dari infeksi virus HIV yang membuat tubuh penderitanya tidak lagi bisa melawan virus mematikan. Orang dengan HIV biasanya tidak menunjukkan gejala apapun.

7. Trichomoniasis

infeksi menular seksual

sumber: medindia

Penyakit ini disebabkan oleh parasit kecil yang disebut trichomonas vaginalis (TV). Sangat mudah menular melalui hubungan seksual dan banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi.

Wanita yang mengalami trichomoniasis akan mengalami rasa nyeri atau gatal di sekitar vagina dan sakit ketika buang air kecil. Cairan vagina menjadi berwarna kekuningan dan encer dengan bau tidak sedap.

Artikel terkait: Berbagai Bentuk Cairan Vagina dan Maknanya Bagi Kesehatan Bunda

Pada pria, penyakit ini jarang menampakkan gejalanya. Tetapi jika Anda mengalami sakit saat buang air kecil, cairan penis yang berwarna putih, atau kulup yang bengkak, kemungkinan besar Anda mengalami trikomoniasis.

Jika mengalami gejala seperti tersebut di atas, segera hubungi dokter agar bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut.

8. Kutu kemaluan

infeksi menular seksual

sumber: hello sehat

Kutu ini biasanya ditemukan pada rambut kemaluan, namun ia juga bisa ditemukan pada rambut ketiak, jenggot, hingga alis. Kutu kemaluan merayap dari rambut ke rambut dan bisa berpindah jika seseorang melakukan kontak dekat dengan area genital yang memiliki kutu.

Gejala yang bisa terlihat ialah rasa gatal dan ditemukan kutu atau telur kutu di rambut kemaluan. Kutu rambut biasanya bisa diobati dengan krim khusus atau shampo medis untuk menghilangkannya sehingga Anda tidak perlu sampai mencukur rambut kemaluan.

Artikel terkait: Iritasi, Benjolan dan Gatal di Sekitar Vagina? Mungkin Itu Ulah Kutu Rambut

9. Kudis

Penyakit ini disebabkan oleh tungau yang masuk ke dalam lapisan kulit. Menular lewat kontak fisik, pakaian, selimut atau handuk.

Kudis akan terasa sangat gatal ketika malam hari. Rasa gatalnya bisa terjadi pada area kemaluan, di antara dua jari, ketiak, payudara, hingga pergelangan tangan dan kaki.

Penyakit ini sering disalahpahami sebagai eksim karena gejalanya yang mirip. Kudis bisa diobati dengan krim dan shampo khusus dari dokter.

***

Jaga kebersihan diri Anda dan pasangan agar tidak tertular penyakit-penyakit ini. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

 

Baca juga:

Mencukur Rambut Kemaluan Tingkatkan Risiko Infeksi Menular Seksual

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kesehatan