Penyakit Flu Bukanlah Pilek Biasa

Tahukah Anda perbedaan antara influenza atau flu, dengan penyakit pilek biasa? Berikut adalah serba-serbi virus influenza yang biasa disebut dengan “flu”.

Apa sebenarnya flu itu?

Kita sebenarnya salah kaprah karena sering menganggap penyakit flu adalah  salesma atau pilek. Pada kenyataannya, influenza atau flu dan pilek adalah dua hal yang berbeda. Gejala flu umumnya lebih berat dan berlangsung lebih lama dibanding pilek.

Di dunia internasional, pilek tidak disebut sebagai ‘flu’ melainkan ‘common cold‘ ataupun ‘cold‘ saja.

Apakah si Kecil sedang sakit flu, atau pilek biasa?

Apakah si Kecil sedang sakit flu, atau pilek biasa?

Flu adalah infeksi virus menular yang mempengaruhi sistem pernapasan (hidung, tenggorokan dan paru-paru) dan disebabkan oleh virus influenza

Pada anak-anak, penyakit sering disertai diare sehingga seringkali dikaitkan dengan “flu perut” yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan flu.

Ada 3 tipe utama virus influenza, yaitu tipe A, B, dan C. Flu burung dan Flu Hongkong adalah contoh flu yang disebabkan oleh virus influenza tipe A.

Bagi beberapa orang, flu bisa jadi sangat mengganggu bahkan bisa menjadi penyebab komplikasi penyakit yang lainnya.

Gejala-gejalanya

Gejala penyakit flu bisa saja muncul dengan tiba-tiba, kebalikan dengan penyakit pilek atau salesma yang gejalanya muncul secara bertahap.

Gejala awal biasanya berupa radang tenggorokan, sakit kepala, hidung tersumbat atau malah meler, dan bersin-bersin. Gejala awal ini sama dengan penyakit pilek yang selama ini dianggap sama dengan flu.

Gejala lain yang muncul pada tahap selanjutnya adalah rasa lelah berlebih, badan terasa sakit, demam ringan hingga tinggi dan badan menggigil. Gelaja inilah yang membedakannya dari pilek biasa.

Masa inkubasi

Gejala-gejala di atas biasanya berlangsung sekitar 1-4 hari. Orang dewasa bisa saja terinfeksi satu hari sebelum gejala muncul dan berlangsung hingga 5 sampai 7 hari setelah infeksi.

Anak-anak dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah mungkin menularkan untuk waktu yang lebih lama.

Baca juga: 7 Cara Alami untuk Mengatasi Demam

Bagaimana penyebarannya

Penyakit ini mudah dan cepat sekali menyebar melalui kontak langsung dengan penderita. Ketika seseorang penderita  bicara, bersin, atau batuk, maka air liur, atau lendirnya bisa saja menyebar di udara meski hanya berupa tetesan-tetesan sedikit saja.

Tetesan-tetesan itu sebentar saja akan terhirup dan menyebabkan infeksi pada orang di sekitarnya.
Virus ini juga bisa menyebar melalui sentuhan.

Misalnya, ketika si Kecil bermain dengaa temannya yang terserang flu dan teman tersebut menyentuh mainan si Kecil. Melalui kontak seperti inilah virus bisa menyebar dan menginfeksi si Kecil.

Bila Parents atau si Kecil pernah mendapatkan strain flu tertentu atau mendapat vaksinansi flu, maka tubuh Parents mungkin kebal dengan strain tertentu.

Baca juga: Apakah Efek Samping Vaksin Flu Berbahaya untuk Anak?

Hanya saja kekebalan tersebut tidak akan melindungi Parents dan keluarga dari jenis flu pada subtipe baru. Hal ini terjadi karena subtipe virus baru bisa jadi sangat berbeda dari subtipe yang pernak divaksinasikan kepada Parents dan keluarga.

Komplikasi yang disebabkan oleh flu

Kadang-kadang penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi seperti bronkitis, infeksi telinga, infeksi sinus dan pneumonia. Pneumonia dapat mengancam kehidupan para manula dan kelompok orang dengan penyakit kronis.

Beberapa kelompok orang yang berisiko tinggi apabila terinfeksi flu adalah:

  • Orang dewasa di atas usia 65
  • Anak-anak usia 6 bulan sampai kurang dari 5 tahun
  • Ibu hamil
  • Orang dewasa dan anak-anak yang memiliki gangguan kronis paru-paru atau jantung sistem, termasuk asma
  • Orang dewasa dan anak-anak yang memerlukan perawatan medis reguler atau rawat inap sepanjang tahun sebelumnya karena penyakit metabolik kronis (termasuk diabetes melitus), ginjal, saraf, hati, atau kelainan darah, atau imunosupresi (termasuk imunosupresi disebabkan oleh obat atau virus penyebab menurunnya daya tahan tubuh)

Tindakan pencegahan

Vaksinasi influenza tahunan dianjurkan untuk melindungi terhadap influenza, terutama bagi mereka yang ada pada kelompok berisiko tinggi mengalami komplikasi karena influenza.

Berikut adalah beberapa tips praktis untuk mencegah penyebaran penyakit flu:

  1. Ikuti cara hidup bersih yang benar. Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air.
  2. Jauhi tempat-tempat ramai saat Parents kurang sehat.
  3. Jauhi teman-teman Parents yang sehat dan tutupilah hidung serta mulut dengan tisu saat batuk dan bersin.
  4. Kenakan masker saat Anda tidak sehat.

Kapan harus ke dokter

Bila si Kecil terinfeksi flu, maka sebaiknya biarkan si Kecil istirahat total di rumah, sementara ijinkan ia untuk tidak bersekolah dan berilah minum yang cukup banyak.

Untuk bayi, manula dan orang pada kelompok resiko tinggi, maka harus segera menghubungi dokter apabila terinfeksi flu.

Parents, semoga informasi di atas bermanfaat.