Mengapa Burger Menyebabkan Penyakit Asma?

lead image

Anak Anda suka burger? Waspadalah terhadap bahaya yang tersembunyi di balik kelezatannya, misalnya penyakit asma.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/05/shutterstock 9397228.jpg Mengapa Burger Menyebabkan Penyakit Asma?

Penyakit asma membuat anak kehilangan keceriaannya.

Penelitian yang dilakukan oleh sejumlah ahli dari Jerman, Spanyol dan Inggris terhadap 50.000 anak berusia 8 dan 12 tahun dari 20 negara kaya dan miskin dari seluruh dunia menyimpulkan, bahwa anak-anak yang mengkonsumsi 3 burger atau lebih dalam waktu satu minggu berpotensi menderita penyakit asma dan sesak nafas.

Disimpulkan juga bahwa anak-anak yang tinggal di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris lebih beresiko tinggi menderita penyakit asma, jika dibandingkan dengan anak-anak yang tinggal di negara lain.

Menurut Gabriel Nagel, pemimpin penelitian yang berasal dari Institute of Epidemiology, UIm University, Jerman, hal ini bukan diakibatkan oleh makanan itu sendiri, melainkan dari gaya hidup di negara-negara tersebut di mana konsumsi junk food adalah suatu hal yang biasa.

Obesitas dan kurang berolahraga juga berperan dalam timbulnya penyakit asma, menurunnya kebugaran tubuh serta sesak nafas.

Di Inggris terdapat sekitar 1,1 juta anak yang mendapatkan perawatan akibat penyakit asma, dan Amerika Serikat memiliki jumlah anak penderita penyakit asma yang lebih besar, yaitu mencapai 10 juta anak penderita penyakt asma.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Dari 10 juta orang penderita penyakit asma di Indonesia, 3% diantaranya adalah anak-anak berusia 6-7 tahun, sedangkan 5,2% di antara penderita penyakit asma secara keseluruhan adalah anak-anak berusia 13-14 tahun.

Untuk itu, para ahli menganjurkan agar para orang tua mempertimbangkan penyajian menu makanan sehat yang terdiri dari buah-buahan, sayur mayur dan ikan dalam upaya mengurangi resiko penyakit asma pada anak.

Antioksidan dan vitamin yang terdapat dalam makanan sehat di atas diyakini dapat memperbaiki fungsi paru-paru dan pernafasan anak secara keseluruhan. Buah dan sayuran berwarna memiliki lebih banyak vitamin bila dibandingkan dengan sayuran dan buah berwarna pucat.

Variasikan menu keluarga Anda dengan bahan makanan beraneka warna. Selain tampak lebih menarik, makanan Anda lebih bernutrisi dan sehat.

Nah Parents, mulai sekarang kurangilah sajian junk food untuk keluarga Anda.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Mengapa Nugget dan Hotdog Tidak Baik Untuk Anak?

Berhenti Merokok, Kini Bocah Aldi Ketagihan Junk Food