Apa Saja Bahaya Penggunaan Cristal X pada Vagina? Simak Penjelasan Dokter Berikut ini

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Konsumsi cristal x sebagai obat banyak digemborkan oleh penjual. Apalagi perizinan BPOM hanya sebagai kosmetik. Benarkah?Simak penjelasan dokter berikut.

Di banyak grup Facebook dan WhatsApp yang anggotanya kebanyakan para Ibu, “kesaktian” cristal x sedang diperbincangkan. Pada mulanya, obat herbal tersebut konon dapat mengharumkan sekaligus menyempitkan vagina setelah melahirkan agar hubungan suami istri terasa lebih nikmat.

Distribusi Cristal X beredar di kalangan penjual obat herbal dan sistem Multi Level Marketing (MLM). Klaim para penjual tak main-main. Obat ini diklaim dapat menyembuhkan penyakit Kista, gatal-gatal, keputihan, menyuburkan kandungan, bahkan beberapa penjual mengatakan Cristal X dapat menyembuhkan kanker rahim.

Rupanya, klaim di atas mendapatkan banyak perhatian dari para dokter dan ibu yang kritis terhadap informasi yang disebar oleh para penjual. Yudhistya Ngudi Insan Ksyatria, dr, SpOG termasuk salah satu dokter yang menyoroti hal ini.

“Bayangkan orang yang kanker, memakai itu, berharap sembuh. Ternyata yang dia lakukan hanyalah menunda waktu pengobatan dan malah makin parah. Datang ke Rumah Sakit sudah stadium lanjut,” ujar lelaki yang akrab disapa dengan panggilan dokter Yudhis ini.

Padahal Facebook resmi NASA sebagai produsen sudah mengumumkan penarikan produk karena adanya klaim berlebihan oleh para distributor yang memasarkan produk tersebut. Klaim berlebihan atas khasiat yang ada di dalam Cristal X membuat bahaya penggunaannya makin mengkhawatirkan lagi. Apalagi jika digunakan oleh ibu hamil.
“Jika sampai menimbulkan infeksi, bisa jadi memicu keguguran atau ketuban pecah dini,” terang dokter Yudhis. Ia melanjutkan, “kenapa menimbulkan infeksi? karena barang dari luar, tidak steril, masuk ke kulit vagina yang sensitif.”

Biasanya, penjual yang dilabeli konsultan Cristal X ini mengaku sebagai dokter. Padahal, bisa jadi mereka hanya menggunakan jas dokter atau pura-pura sebagai dokter. Karena, semua dokter resmi terdaftar di situs kki.go.id.

Bukan dokter tapi mengaku dan memakai baju dokter. Sumber: Doc dr. Yudhis

“Ini metode seminar kesehatan yang dilakukan. Bukan oleh dokter tapi S.Gz. Tapi memakai baju dokter?” Ungkapnya.
Keresahan ini tak hanya menggelisahkan dokter Yudhis, namun juga Fabiola Stella. Seorang peserta pendidikan spesialis penyakit dalam di Marienstift Evangelisches Krankenhaus di Jerman.

Sampai artikel ini ditulis, status Facebooknya telah dibagikan oleh lebih dari 350 akun. Perizinan dari BPOM yang awalnya adalah kosmetik justru disalahgunakan sebagai obat yang sering disebut sebagai penyembuh berbagai penyakit.

Penjelasan mengenai bahan baku Tawas yang dijelaskan oleh Fabiola Stella ini perlu digaris bawahi karena ini adalah yang paling berbahaya dari berbagai komposisi Cristal X yang selama ini beredar.

Dua diantara komposisi Crystal-X adalah Potassium allum atau Tawas yg bersifat mengeringkan, dan pewarna Brilliant Blue (CL42090).

Sementara banyak konsumen menggunakan produk tersebut dengan cara memasukkan ke dalam vagina, dan sebagian mengalami efek samping dari sekedar peradangan, hingga perubahan sel-sel saluran kelamin dari vagina hingga leher rahim menjadi sel-sel pra kanker (bakal kanker).

Bagaimana ceritanya bisa jadi sel pra-kanker?

Radang yang ditimbulkan oleh bahan-bahan dalam produk tersebut yang dianggap ‘benda asing’ oleh sel-sel di saluran kelamin.

Radang yang berkelanjutan membuat sel-sel melakukan adaptasi dengan membelah lebih cepat, lebih banyak, dan dalam proses ini dapat terjadi perubahan sifat sel menjadi ganas.

Penjelasannya juga dikuatkan oleh dokter Yudhis, “Tawas ini seperti deodoran. Antiseptik dan pewangi. Padahal vagina mengandung flora normal yaitu bakteri baik, yang melindungi vagina dari kuman jahat. Vagina dapat rusak jika sesuatu dimasukkan tanpa indikasi.”

Pengguna Cristal X kebanyakan adalah perempuan yang menginginkan Vagina yang ideal. Padahal, selain soal kebersihan vagina yang ideal untuk berhubungan seksual bisa diusahakan dengan cara alami, misalnya dengan melakukan senam kegel.

“Vagina ideal untuk hubungan seks adalah jika terasa licin atau ada lubrikasi. Lubrikasi ini dipengaruhi hormon estrogen. Sehingga wanita menopause, yang sudah minim estrogen cenderung kering. Wanita usia reproduksi, masih banyak estrogen,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa wanita yang memakai KB progesteron, tanpa estrogen lubrikasinya juga berkurang, “vagina ideal yang kedua, adalah soal tekanan atau cengkeraman vagina yang berasal dari otot panggul. Tekanan ini yang memberikan sensitifitas saat berhubungan seks. Sehingga jika ingin tekanan baik, otot panggul perlu dilatih semisal senam kegel.”

Ia juga menerangkan bahwa vagina yang ideal yang ketiga adalah robekan jalan lahir atau otot panggul, bisa melemahkan tekanan vagina. Itu yang menyebabkan wanita yang pernah melahirkan, kadang mengalami penurunan kepuasan seksual pada dirinya maupun suami.

Bahkan, sebagai lelaki dan seorang Obgyn, ia menegaskan bahwa vagina harum sebenarnya tidak diinginkan oleh laki-laki. Karena aroma wanita yang berasal dari keringat, atau apapun mengandung feromon alami malah akan sangat menarik bagi lawan jenis.

“Jika ingin sesuatu yang harum, maka lelaki sebaiknya bisa memilih untuk mengawini bunga saja,” kelakarnya.

Ia juga menjabarkan lagi bahwa secara medis, normalnya bau vagina tidaklah seperti harum bunga, “malah jika disabuni secara berlebih, flora normal jadi mati. Karena tidak seimbang itulah, bisa timbul keputihan.”

Sebagai kehati-hatian, dokter Yudhis menyarankan wanita untuk menggunakan apa yang diketahui benar-benar aman. Apapun bentuknya, sebaiknya pertimbangkan baik-baik efek positif maupun efek sampingnya.

“Jangan mentang-mentang alami belum tentu sehat. Batu, kerikil, alami. Tapi bukan obat. Jadi tidak bisa menyembuhkan. Tentang kimia, semua hal didunia ini adalah kimia. Air, oksigen, besi, semua itu mengandung molekul kimia. Kimia memang ilmu yang dipelajari untuk membantu kita.”

Ia menambahkan, “Obat asal digunakan sesuai dosis dan indikasi lebih aman dan tepat dibanding herbal. Jika menggunakan herbal, gunakan herbal yang terstandar. Baca baik-baik intruksi atau keterangan BPOM. Jika di keterangannnya dikatakan kosmetik jangan digunakan sebagai obat. Jangan mudah percaya yang klaim dengan testimoni dan 100% berhasil tanpa efek samping. Semua hal didunia ini ada efek sampingnya,” urainya.

Untuk lebih memudahkan, dokter yang berpraktek di RS Moewardi Solo dan RS Indosehat Karanganyar ini menganalogikan lipstik sebagai kosmetik yang peruntukannya untuk dioles di bibir. Kosmetik tersebut tidak dapat mengobati sariawan, kanker mulut, dan sebagainya.

Ia juga mencontohkan, “obat tetes yang isinya entah apa, diklaim bisa sembuhkan kanker, gagal ginjal dan lain-lain. Contoh lain lagi yang sejenis masih banyak. Bpom sudah memberikan izin edar, bukan berarti bebas digunakan untuk apa saja.

Sebagai penutup, dokter Yudhis menyarankan bahwa obat apapun harus digunakan sesuai dengan peruntukannya. Produsen, sales, maupun konsumen harus sama-sama mencermatinya. Karena, klaim berlebihan seputar masalah medis hingga mencapai level hoax dapat berpotensi mengancam nyawa seseorang.

 

Baca juga:

Kabar Kanker Bukan Penyakit adalah Hoax, Ini Penjelasannya

 





Berita Kesehatan