Teganya! Anak sendiri dilelang di Facebook seharga 500 ekor sapi

lead image

Menjual anak sendiri demi uang? Binatang saja tak sekejam itu!

Facebook sedang kalang kabut setelah mendapatkan kritikan banyak pihak gara-gara platform-nya digunakan oleh seorang penggunanya untuk melelang pengantin anak-anak di bawah umur. Mereka menyebutnya sebagai “penggunaan teknologi yang barbar”.

Pengantin anak-anak dilelang di Facebook

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/pengantin anak anak 1.jpg Teganya! Anak sendiri dilelang di Facebook seharga 500 ekor sapi

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Sudan. Sebuah lelang dilakukan di platform Facebook untuk menawar harga tertinggi si gadis untuk dijadikan pengantin. Diketahui pelaku pelelangan tersebut adalah ayah dari si gadis tersebut. Tega sekali, ya!

Dilansir dari organisasi hak asasi anak Plan International, gadis tersebut ditawar oleh 5 orang pria, yang diketahui beberapa di antaranya memiliki kedudukan di pemerintahan Sudan Selatan. Hasil lelang tertinggi adalah 500 ekor sapi, 3 mobil dan $10.000 yang diberikan kepada ayahnya. Si gadis menjadi istri kesembilan dari si pemenang lelang.

Lelang pengantin anak-anak dikecam banyak pihak

Direktur Plan International di Sudan Selatan, George Otim, mengecam aksi ini. “Seorang gadis bisa dijual untuk pernikahan dan dilakukan dalam situs social networking terbesar di dunia saat ini. Sungguh tidak bisa dipercaya! Kita kembali ke zaman perbudakan di masa lalu,” ujarnya. Banyak aktivis ikut mengecam dan mengkhawatirkan aksi ini akan diikuti banyak orang lainnya, terutama yang terjerat kemiskinan, demi mendapatkan uang.  

Plan International juga mendesak pemerintah Sudan Selatan untuk menginvestigasi dan menghukum semua pihak yang terlibat pada pelelangan pengantin anak-anak ini.

Pihak Facebook sendiri mengatakan postingan tersebut langsung dihapus begitu perusahaan tersebut mengetahuinya. “Segala bentuk perdagangan manusia, baik unggahan, pages, ads, atau groups tidak diperbolehkan di Facebook. Kami akan menghapus post tersebut dan menonaktifkan akun orang yang mengunggahnya ke Facebook.” begitu kutipan Facebook dalam pernyataan resminya kepada ABC.

Reaksi Facebook yang terlambat dalam menanggapi lelang pengantin anak-anak

Namun sayang pihak Facebook melakukannya terlambat, karena mereka melakukannya setelah si gadis ‘laku’ dan sudah menikah. Postingan tersebut diunggah pada 25 Oktober 2018, dan Facebook baru menghapusnya pada 9 November, 6 hari setelah ia menikah.

“Kami selalu meningkatkan metode yang kami gunakan untuk mengidentifikasi konten yang menyalahi aturan kami, termasuk melipatgandakan tim keamanan kami menjadi lebih dari 30.000 dan berinvestasi pada teknologi,” lanjut pernyataan pihak Facebook.

Sebuah organisasi yang berfokus pada kesetaraan ender, Equality Now, menuntut pihak Facebook untuk terus meningkatkan praktek monitoring mereka. “Kekerasan terhadap perempuan di Sudan Selatan adalah isu yang terus berlanjut, dan bagaimana bisa Facebook kecolongan seperti ini menjadi sebuah masalah besar,” ujar Judy Gitaru, koordinator Equality Now untuk Afrika, seperti dilansir dari CNN. Menurutnya Facebook memiliki tanggung jawab untuk mendukung hak perempuan. “Mereka harus menambah SDM untuk memonitor platform untuk memastikan hak perempuan, dan hak semua orang, terlindungi.”

Memang PR yang besar untuk pihak Facebook ya, Bun! Semoga saja mereka bisa meningkatkan keamanan konten mereka sehingga kita juga bisa merasa lebih aman menggunakannya, ya!

Baca juga:

Ibu di Malaysia ini tega menjual anaknya yang masih di bawah umur untuk jadi pelacur

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.