Pengalaman ayah yang mengurus rumah dan anak-anak saat istri keluar kota

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Seorang ayah membagikan pengalamannya saat ditinggal istri dinas ke luar kota. Simak bagaimana repotnya ayah mengurus rumah dan anak-anak sendirian.

Apa jadinya kalau ibu yang selama ini mengerjakan segalanya pergi ke luar kota sedangkan di rumah ada 5 orang anak? Simak bagaimana pengalaman ayah mengurus rumah dan anak-anak saat istri keluar kota.

Mestinya, seorang ayah mengurus rumah dan anak-anak mestinya jadi hal yang biasa. Rumah tangga adalah sesuatu yang dibangun berdua dengan istri.

Namun beberapa suami memang tak terbiasa mengurus rumah sehingga hal itu membuatnya kerepotan setengah mati.

Ayah bernama Todd Midtvedt menulis pengalamannya pada istrinya. Sang istri kemudian membagi tulisan tersebut di Facebook yang akhirnya jadi viral.

Berikut bagaimana sang ayah mengurus rumah selama beberapa hari ini:

Ya ampun! Setengah mati nih. Aku baru pulang dari perjalanan dinas dan suamiku menulis postingan ini. Aku sedikit marah karena cara yang dia lakukan lebih lucu dariku.

Tolong beri love pada postingan laki-laki ini (atau tandai pria dalam hidup Anda yang akan menemani anak-anak Anda makan cokelat larut malam).

Realitas menjadi ayah saat ibu di luar kota

Istriku baru-baru ini pergi ke luar kota selama beberapa hari untuk bekerja dan membiarkan aku menjalankan rumah tangga ini sendirian. Gampang kan? Beginilah pagi hariku berlangsung.

Alarm berbunyi. Terlalu pagi. Aku tahu bahwa aku perlu membangunkan 3 dari 5 anakku agar mereka siap untuk sekolah. Setelah melakukan brainstorming cara untuk membangunkan mereka tanpa aku harus benar-benar bangun dari tempat tidur, akhirnya aku memutuskan untuk mem-ping iPhone mereka dengan aplikasi Find My iPhone.

Ternyata telepon mereka sedang mati. Aku mencoba beberapa kali sebelum benar-benar menyerah dan meninggalkan tempat tidur hangatku kemudian membangunkan mereka secara langsung.

Aku berpatokan pada agenda yang ditinggalkan istriku di mana tertulis dengan detil siapa harus dijemput di mana dan kapan, apa yang harus dimasak untuk makan malam, dll.

Sambil membuat kopi, aku mendengar anak-anak perempuan yang lebih tua bertengkar. Aku seharusnya mengatakan “berhenti nggak” atau “tolong berhentilah”.

Aku menyerahkan sekotak sereal dan sendok kepada anak lelakiku dan berkata, “ini serealnya”.

Anak lelaki membutuhkan tanda tangan untuk PR hari ini. Ada 4 halaman.

Kemudian aku melihat bahwa PR itu mestinya dikumpulkan KEMARIN. Sebenarnya aku tahu soal ini. Tapi memutuskan untuk meninggalkan ini untuk istriku supaya bisa membantuku saat dia kembali dari perjalanannya. #sudahditangani.

Dapur seperti kena bencana, rumah berantakan. Namun, semuanya baik-baik saja. Aku biasanya membersihkan semua ini sekitar satu jam sebelum istriku kembali dari perjalanannya.

Aku memanggang bagel di panggangan roti untuk anak perempuanku. Aku rasa aku mendengarnya berkata bahwa istriku adalah “lem yang mempersatukan kita semua bersama-sama.”

Artikel terkait: Cara ayah baru membantu urus istri saat punya bayi baru.

Aku pergi untuk mentransfer uang ke rekening makan siang sekolah, jadi aku tidak perlu membuat bekal makan siang. Aku tidak tahu bagaimana caranya sampai akhirnya aku telepon istri untuk bertanya. Dia menyelesaikan masalah itu dari luar kota. #menang

Anakku yang lebih tua membutuhkan $20 untuk acara reuni sekolah. Rasanya aku sudah lama tidak membawa uang tunai selama bertahun-tahun.

Kukatakan pada mereka bahwa aku akan mengantar mereka ke sekolah setelah semua orang sudah berangkat.

Gelombang pertama anak-anak sudah berangkat, gelombang ke-2 menyusul. Sulit untuk membangunkan mereka karena permen cokelat larut malam kami dan mereka sedikit lelah.

Masalah lain muncul. Sulit untuk menemukan celana pendek untuk anak perempuanku mengikuti acara sekolah.

Ia hampir menangis. Kukatakan padanya bahwa aku akan membantunya mencari di sela-sela kesibukanku membuat ‘sosis tongkat’ untuk anak lelakiku yang berumur 6 tahun. Sepertinya makanan enak adalah pilihan tepat karena aku belum minum kopi.

OH YEAH, KOPI. Lupa! Aku membuat kopi. Apa yang harus kulakukan lagi hari ini? Aku melihat kembali daftar yang ditinggalkan istriku.

Anak lelakiku ingin makan mac n cheese untuk makan siang. Aku meletakkannya di kompor 10 menit sebelum bus sekolah mereka tiba, dan melakukan beberapa perhitungan cepat dan menyadari bahwa membuat mereka berangkat tepat waktu dengan bus akan menjadi tantangan tersendiri.

Jadi aku menyerah pada gagasan tersebut dan memutuskan untuk mengantar mereka sekolah. Selain itu, aku juga masih mencari celana pendek anakku.

Aku tidak dapat menemukan celana pendeknya. Kami sekarang duduk bersama 15 menit sebelum sekolah dimulai, dengan tenang membuat keputusan di antara dua celana pendek yang tidak sebagus celana pendek yang kami cari.

Kami memutuskan tidak memilih yang polkadot dan ia pergi dengan celana merah bergaris putih. Dia tidak menangis. #menanglagi.

Duduk sebentar dan minum kopi.

Keluar dari pintu, membawa anak-anak SD ke sekolah. Menurunkan mereka dan mengawasi mereka sampai mereka tiba di pintu. #ayahbenar-benarpeduli.

Aku kembali ke rumah untuk mempersiapkan diri. Aku juga mengirimkan pesan ke kantor bahwa sepertinya hari ini akan terlambat.

Butuh uang tunai. Berhenti di Kwik Trip untuk memanfaatkan ATM tanpa biaya. Dan akhirnya bisa sarapan sandwich. Memilih menu telur dan keju burrito.

Menyetir lagi ke sekolah menengah untuk memberikan uang untuk anak-anak perempuan yang lebih tua. Burrito ini lebih enak dari yang diharapkan.

Aku parkir di lapangan parkir dan menulis nama putriku di amplop. Duh, burrito ini benar-benar enak.

Berjalan ke kantor, memberikan amplop dengan uangnya, menunggu anakku, kembali ke mobil dan AKHIRNYA berangkat kerja. Burrito itu sangat enak dan hanya itu yang bisa kupikirkan sekarang.

Dan Kwik Trip ada di sana, jadi meski terlambat bekerja, aku ke sana lagi dan membeli satu lagi telur dan keju burrito. Aku tidak bercanda.

Kejunya benar-benar terasa! Rasio sempurna telur dan keju.

Jadi jika ada Kwik Trip di dekat Anda, cobalah telur dan keju burritonya. Ini sangat enak.

Terima kasih Todd Midtvedt. Senang sekali kamu bisa selamat. 😂😂😂

Amy

Ayah mengurus rumah mestinya jadi sesuatu yang biasa. Namun karena tugas ini banyak dibebankan pada ibu, para ayah jadi serba bingung ketika diminta mengerjakan pekerjaan rumah tangga sembari mengurus anak.

Gimana kalau si Ayah, Bun? Pernahkah Ayah curhat tentang kerepotannya mengurus rumah tangga saat Bunda tak ada? Bagi ceritanya sama kami dong…

 

Baca juga:

Pengakuan Suami yang Membuka Mata: “Aku Tidak Membantu Istriku”

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kisah Inspiratif