Pemeriksaan vagina penting dilakukan saat hamil, ini alasannya!

Pemeriksaan vagina penting dilakukan saat hamil, ini alasannya!

Saat pertama kali Bunda melakukan pemeriksaan kehamilan, sebaiknya lakukan juga pemeriksaan vagina.

Pada dasarnya ada beragam pemeriksaan yang harus dilakukan ibu hamil untuk memastikan kehamilannya dalam kondisi sehat. Dari sekian pemeriksaan, salah satu yang sebenarnya tak boleh dilewatkan yaitu pemeriksaan vagina. Lalu apa sih pentingnya pemeriksaan vagina bagi ibu hamil? Berikut penjelasannya!

Pentingnya pemeriksaan vagina bagi ibu hamil menurut dokter

Menurut Dr. dr. Ali Sungkar, SpOG (K), pemeriksaan vagina dilakukan satu kali selama kehamilan. Tepatnya dilakukan pada trimester pertama atau ketika pertama kali periksa kehamilan ke dokter.

"Kalau sesuai dengan Nice Guidelines, pemeriksaannya dilakukan hanya satu kali. Pertama kali datang ke dokter dilakukan pemeriksaan ini untuk mengurangi meminimalkan terjadinya infeksi, karena nanti risikonya ke depan," ujar Dokter Ali saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Artikel terkait : 3 Macam pemeriksaan kehamilan yang penting Ibu Hamil lakukan

Pemeriksaan vagina bermanfaat untuk mengurangi risiko buruk kehamilan

pemeriksaan vagina

Ali menjelaskan jika pemeriksaan vagina merupakan jenis pemeriksaan penting yang harus dilakukan ibu hamil. Akan tetapi, sayangnya, masih banyak ibu hamil yang enggan untuk melakukannya.

"Terkadang ibu-ibu itu suka tidak mau diperiksa karena dengan inspekulo lihat di bawah. Cara yang terbaik yaitu dengan membuat pemeriksaan vagina dari ultrasound," jelas Ali.

"Itu salah satu alternatif lainnya. Jadi kalau dia ada keluar keputihan baru kita lihat," imbuhnya saat diwawancarai pada Rabu, 17 Juli 2019.

Risiko yang kemungkinan akan terjadi jika ibu hamil melewatkan pemeriksaan vagina yaitu tidak terdeteksinya bakterial vaginosis atau vaginosis bakterialis. Bakteri tersebut yang kemudian bisa memicu beragam infeksi yang akan terjadi pada ibu hamil.

"Infeksi ini bisa memengaruhi ke semuanya, baik infeksi gigi, di saluran kencing dan di vagina. Kemudian, dari infeksi ini untuk bisa memicu tubuh untuk mengeluarkan yang namanya interleukin, sitokin, yang memicu kontrakasi," ungkap Ali.

"Dari kontraksi itu yang kita khawatirkan bayinya lahir muda. Bayi lahir prematur," tambah Ali.

Artikel terkait: Waspadai Infeksi Jamur Saat Hamil yang dapat memengaruhi kesehatan janin

Gejala infeksi vaginosis bakterialis yang harus diwaspadi Bumil

pemeriksaan vagina

Dikutip dari situs Alodokter, vaginosis bakterialis sebenarnya sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, pada beberapa wanita, gejala utama infeksi bakteri vagina adalah keputihan.

Keputihan akibat infeksi bakteri biasanya memiliki tekstur encer dan berwarna kelabu atau putih. Kemudian, keputihan juga biasanya berbau amis, terutama ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan.

Tak hanya itu, gejala lain yang kemungkinan akan muncul akibat infeksi bakteri ini juga vagina terasa gatal dan nyeri, serta perih saat buang air kecil. Jika sudah mengalami hal ini, segeralah konsultasi dengan dokter.

Cara merawat vagina agar tetap sehat

Vagina Menjadi Kering vagina setelah melahirkan kering

Berbicara mengenai vagina, sebenarnya organ vagina itu sendiri terdiri dari beberapa bagian, yakni bagian dalam dan luar. Vagina biagian luar inilah yang bisa kita rawat kebersihannya, sebab vagina bagian luar dapat menjadi gerbang masuk bakteri penyebab infeksi, jika tidak dirawat kebersihannya.

Organ intim wanita yang terletak di luar ini disebut vulva. Vulva adalah jaringan di sekitar liang vagina, yang merupakan bagian paling luar dari keseluruhan sistem reproduksi wanita.

Organ vulva termasuk labia atau 'bibir vagina'. Labia memiliki dua bagian, lipatan terluar disebut labia majora dan lipatan kedua, yang disebut labia minora yang tertutup di dalam labia majora. Vulva juga mencakup area tulang pubis (mons pubis), klitoris, dan saluran kemih (uretra).

Nah, berikut adalah cara untuk merawat vulva agar tetap sehat:

  • Gunakan air hangat untuk mencuci vulva, lalu keringkan secara menyeluruh dengan handuk bersih.
  • Vagina dapat membersihkan dirinya secara alami, jadi hindari menggunakan sabun pembersih kecuali diresepkan oleh dokter. Jika memilih produk pembersih yang salah, maka produk-produk tersebut bisa saja mengganggu keseimbangan flora normal (bakteri alami) di vagina.
  • Kenakan pakaian dalam dengan bahan katun, hindari memakai nilon, asetat, atau serat buatan lainnya.
  • Bilas pakaian dalam dengan hati-hati setelah mencuci, bila perlu lakukan 2 kali pembilasan, serta hindari menggunakan terlalu banyak deterjen.
  • Cuci pakaian dalam yang baru dibeli sebelum digunakan.
  • Hindari menggunakan parfum vagina.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Bun.

Sumber tambahan : Alodokter

Baca juga :

id.theasianparent.com/pemeriksaan-kehamilan-pertama-kali

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.