Pay Later Nunggak Hingga Rp 28 Juta, Perempuan Ini Kehilangan Rumah

Pay Later Nunggak Hingga Rp 28 Juta, Perempuan Ini Kehilangan Rumah

Tagihan pay later perempuan ini nunggak hingga puluhan juta rupiah lantaran suka membeli baju secara online.

Bunda pernah memakai fasilitas pay later? Pay later atau bayar nanti merupakan metode pembayaran yang memungkinkan pelanggan menunda pembayaran. Sayangnya, kemudahan yang ditawarkan ini justru bisa bikin kebablasan yang berujung pay later nunggak.

Setidaknya, hal ini dialami oleh perempuan asal Inggris bernama Tabby. Perempuan berusia 24 tahun itu kalap hingga tak terasa tagihan pay later miliknya telah mencapai lebih dari Rp 28 juta.

Ia bahkan sampai kehilangan tempat tinggal untuk melunasi tagihannya yang membludak. Seperti apa kisahnya? Simak laporan lengkapnya berikut ini.

Pay Later Nunggak Rp 28 Juta Gara-gara Sering Belanja Baju

pay later nunggak

Sumber: Shutterstock

Tabby tak pernah menyangka, kebiasaannya membeli baju ternyata bisa membawa petaka bagi dirinya. Gadis muda berusia 24 tahun itu senang membeli baju di ASOS, marketplace khusus fashion yang berpusat di Inggris.

Sayangnya, hobinya berbelanja tidak diimbangi dengan sikap disiplin dan tanggung jawab. Ia terlena dengan fasilitas pay later hingga tak terasa tagihannya telah mencapai 1.500 poundsterling atau sekitar Rp 28 juta.

“Itulah awal dari jalan berbahaya yang membuatku meninggalkan utang sebanyak 1.500 poundsterling, yang memaksaku untuk kembali ke rumah ibuku dan terkena serangan panik,” ujar Tabby, seperti dikutip The Sun.

Baca juga: 4 kesalahan pengelolaan keuangan keluarga Indonesia yang rentan picu perceraian, begini cara mengatasinya!

Pay Later Nunggak Rp 28 Juta Hingga Tak Bisa Bayar Sewa Rumah

pay later nunggak

Sumber: Shutterstock

Lantaran menunggak begitu banyak, Tabby pun terpaksa meninggalkan rumah sewanya. Ia kembali ke rumah orangtuanya karena tak mampu membayar rumah sewa. Hal ini membuatnya merasa sangat malu di hadapan orang tua.

Namun, tak cukup hanya kehilangan tempat tinggal, untuk melunasi semua utangnya, gadis muda yang bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan swasta itu juga terpaksa mencari pekerjaan tambahan. Ia mengambil pekerjaan tambahan sebagai petugas cleaning service hingga mengasuh balita.

Sayangnya, semua itu tetap tak bisa menutup tagihan pay later miliknya yang membengkak. Alhasil, untuk melunasi tagihannya, ia kemudian meminjam uang dari bank dan ibunya. Namun, hal ini rupanya membuat Tabby merasa bersalah.

“Aku merasa sangat bersalah,” katanya.

Mengenal Pay Later dan Resikonya Bagi Para Pengguna

pay later nunggak

Sumber: Shutterstock

Seiring perkembangan zaman, metode pembayaran semakin berkembang hingga akhirnya muncul metode pay later atau bayar nanti. Di Indonesia sendiri, ada banyak perusahaan yang telah menyediakan fasilitas pembayaran pay later mulai dari perusahaan perjalanan, makanan, ojek online, dan masih banyak lagi.

Memang, banyak orang telah merasakan kemudahan mengakses metode pembayaran pay later. Pasalnya, hampir semua orang kini bisa menggunakan fasilitas ini tanpa perlu memakai kartu kredit. Namun, tak sedikit juga yang terperangkap dalam lingkaran utang akibat adanya fasilitas ini.

Alexander Adrianto Tjahyadi, Audit and Assurance Partner Grant Thornton Indonesia mengatakan, apabila digunakan secara hati-hati maka fasilitas pay later bisa meningkatkan roda perputaran ekonomi di dalam negeri. Namun, salah sedikit saja, pay later justru bisa memicu permasalahan keuangan.

“Pemahaman fitur pay later dengan baik sangat dibutuhkan agar pengguna terhindar dari jeratan utang maupun cicilan yang melilit, jika digunakan dengan hati-hati tentunya fitur pembayaran ini mampu mendorong peningkatan inklusi keuangan Indonesia,” katanya, September 2019 silam seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: 7 Trik cerdas mengatur keuangan keluarga, coba yuk Bun! 

5 Resiko Penggunaan Metode Pembayaran Pay Later

pay later nunggak

Sumber: Shutterstock

Untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara aman menggunakan fasilitas pay later, calon pengguna perlu mengetahui resikonya. Berikut 5 resiko pemakaian pay later seperti dikutip dari Kompas.com:

1. Menjadi Lebih Konsumtif

Kemudahan yang ditawarkan pay later membuat kita makin terdorong untuk berbelanja. Alhasil, kita jadi makin konsumtif dan cenderung membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Inilah yang perlu diwaspadai oleh konsumen. Para pengguna pay later perlu bersikap lebih bijaksana agar tak terjebak menjadi konsumtif.

2. Biaya yang Tidak Disadari

Fasilitas ini memang mudah namun bukan berarti gratis. Biasanya setiap aplikasi telah memiliki patokan harga atau biaya administrasi. Meskipun nominalnya relatif kecil namun apabila Parents memiliki banyak pay later sekaligus tentu akan menyulitkan ketika jatuh tempo tiba. Karena relatif kecil itu makanya biayanya sering tidak kita sadari.

3. Keuangan Bermasalah

Disadari atau tidak, penggunaan pay later seringkali memicu masalah keuangan. Pasalnya, kita sering menggunakan fasilitas ini secara tak terduga. Memang tidak akan terasa di awal pemakaian, namun ketika jatuh tempo, jumlah tagihan yang cukup tinggi bisa menyebabkan masalah dalam keuangan kita.

4. Penunggakan Bikin Reputasi Buruk

Ini wajib diwaspadai bagi mereka yang sering terlambat membayar tagihan. Pelunasan yang tersendat bisa menjadi catatan buruk bagi catatan keuangan kita. Alhasil, hal ini akan berakibat ke reputasi catatan kredit kita di mata perusahaan. Kalau ini dibiarkan berulang, bisa jadi kita akan masuk dalam daftar hitam mereka atau dipersulit ketika akan mengajukan kredit.

5. Identitas Diretas

Perlindungan data memang masih menjadi persoalan di Indonesia. Keamanan digital yang lemah kerap dimanfaatkan oleh para peretas untuk mencuri data atau bahkan uang yang tersimpan dalam pay later. Untuk mencegahnya, kenali aplikasi yang menawarkan fitur pay later dengan baik. Dengan demikian, apabila terjadi peretasan, Parents tahu bagaimana cara mengatasinya.

Nah, itu tadi sepenggal kisah dari Tabby yang sampai kehilangan tempat tinggal gara-gara tagihan pay later nunggak. Kalau Parents sendiri sering pakai fasilitas ini?

Baca juga:

Kakeibo, cara atur keuangan ala Jepang ini bikin Parents tidak boros

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner