Pantangan suami saat istri hamil, fakta atau sekadar mitos belaka?

lead image

Mana mitos, dan mana yang fakta?

Familiar tidak dengan beragam pantangan suami saat istri hamil?

Contohnya seperti pendapat yang mengatakan kalau suami kalau istri hamil tidak boleh memancing ikan, tidak boleh mencukur rambut, tidak boleh menyakiti atau membunuh orang, atau malah pandangan yang percaya bahwa saat istri hamil suami sebaiknya tidak perlu meminta ‘jatah’ untuk melakukan aktivitas seks?

Ya, di Indonesia sendiri pandangan yang terkait dengan pantangan suami saat istri hamil memang sangat banyak. Termasuk dengan pantangan suami saat istri hamil yang terkait dengan sisi psikologi, ataupun dengan adat istiadat dari beragam daerah. Pertanyaan, apakah semua ini memang fakta atau sekadar mitos belaka?

Tidak bisa dipungkiri, saat istri hamil, khususnya pada kehamilan pertama, tidak sedikit para suami yang merasa bingung, dan khawatir. Hal ini tentu saja tidak terlepas dengan keinginan untuk menjaga kesehatan dan keamanan sang istri dan janin yang tengah dikandung.

Sementara, banyak orang tua yang memberikan petuah soal pantangan suami saat istri hamil. Pantangan apa saja?

1. Pantangan suami saat istri hamil, suami tidak boleh menyakiti dan membunuh binatang

Pandangan ini sering kali muncul dari masyarakat Jawa. Menurut adat Jawa, jika suami melakukannya saat istri hamil bisa memengaruhi tumbuh kembang janin yang tengah di kandung. Di mana janin bisa lahir dengan kondisi tidak sempurna atau dalam kondisi cacat.

Faktanya, pandangan ini sebenarnya mitos belaka. Hal ini diungkapkan oleh dr. Yusfa Rasyid dari RS. YPK Mandiri, Menteng. Pasalnya, kondisi bayi terlahir cacat disebabkan oleh berbagai macam faktor, dan cacat lahir ini bisa mulai terjadi pada setiap tahap kehamilan.

Perlu dipahami bahwa cacat lahir bisa muncul karena faktor genetik, gaya hidup dan perilaku ibu, penggunaan obat atau bahan kimia lain, infeksi selama kehamilan, atau kombinasi dari semua faktor ini.

Namun, pandangan ini bisa mengingatkan agar para suami lebih hati-hatian saat istri mengandung. Perlu tahu bahwa tindakan yang dilakukannya tidak merugikan siapa pun, termasuk dalam memperlakukan binatang.

2. Suami tidak boleh merendam cucian terlalu lama

Bagaimana dengan pantangan suami saat istri hamil yang satu ini? Apakah Anda pernah mendengar sebelumnya?

Ya, sampai saat ini masih ada masyarakat yang percaya bahwa pantangan ini bisa menyebabkan kaki ibu hamil menjadi bengkak dan sulit untuk bergerak.

Dikatakan oleh dr. Yusfa Rasyid, hal ini tentu saja termasuk mitos belaka. Kaki bengkak ibu hamil bukan disebabkan oleh suami yang melanggar pantangan dengan merencam cucian terlalu lama.

Kaki bengkak pada ibu hamil sebenarnya merupakan suatu hal wajar dan normal terjadi. Hal ini dikarenakan perubahan kadar hormon, yang bisa memicu tubuh menahan lebih banyak cairan dan garam.

3. Suami tidak boleh menjahit kain dengan jarum

Saat istri sedang hamil, baik suami maupun istri tidak boleh menjahit kain dengan jarum. Konon tindakan ini bisa berisiko membuat janin dalam perut menjadi cacat saat dilahirkan.

Mitos yang satu ini memang tidak berbeda jauh dari pantangan yang mengatakan suami tidak boleh menyakiti dan membunuh binatang. Pandangan ini pun jelas hanya mitos belaka.

4. Saat istri hamil, sebaiknya tidak perlu melakukan hubungan seksual

pantangan suami Pantangan suami saat istri hamil, fakta atau sekadar mitos belaka?

Pertanyaan terkait apakah saat istri hamil, suami boleh melakukan hubungan seksual masih sering kali muncul. Biasanya, kekhawatiran ini akan muncul bagi calon orangtua baru. Padahal, melakukan hubungan seksual saat istri hamil sebenarnya aman untuk dilakukan.

Namun, memang ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan lebih dulu. Rasa was-was jika saat melakukan hubungan seksual bisa mengganggu bahkan membahayakan janin, sebenarnya tidak perlu.

Ingatkah Anda bahwa janin di dalam kandungan telah dilindungi oleh air ketuban. Lagi pula, saat melakukan hubungan seks, sebenarnya penis pun tidak akan mencapai bayi. 

5. Pantangan suami saat istri hamil, tidak peduli dengan istri dan kerap bersikap kasar

Bagaimana pandangan Anda dengan hal ini? Untuk pantangan yang satu ini tentu saja bukan sekadar mitos belaka. Seorang suami memang perlu memberikan perhatian, kasih sayang dan tidak diperbolehkan untuk melakukan kekerasan pada istrinya, baik kekerasan fisik, psikis dan tentu saja kekerasan segi finansial.

Dan sikap ini tentu saja berlaku dalam kondisi apapun, tak hanya saat istri sedang mengandung saja.

Saat mengandung, seorang perempuan tentu saja mengalami perubahan yang sangat besar. Hal ini disebabkan karena perubahan hormon sehingga fluktuasi emosi ibu hamil sering kali terjadi. Mudah sedih, marah, dan kecewa.

Kondisi ini biasanya lebih terasa saat usia kehamilan trimester pertama, karena ibu hamil masih butuh penyesuaian.

Tugas suami sebagai support system utama adalah perlu memahami mood istri naik turun seperti roller coaster. Para suami memang sebaiknya perlu perlu berhati-hati dalam bertutur kata dan bersikap.

Bukankah pada prinsipnya jika ibu bahagia, jauh dari stres hal ini juga akan dirasakan oleh janin? 

 

Baca juga :

12 Mitos dan Fakta Tentang Kehamilan