Operasi selaput dara untuk mengembalikan keperawanan, perlukah dilakukan?

lead image

Tren operasi selaput dara menjamur di negara India, Jerman dan Timur Tengah. Di Indonesia, hal ini masih menjadi kontroversi.

Ketika budaya patriarki begitu kuat mengukung perempuan, keharusan tetap perawan di malam pernikahan menjadi beban. Hingga praktik operasi selaput dara bermunculan, bahkan meski sang pasien adalah korban pemerkosaan. 

Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya:

Apa itu operasi selaput dara?

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/10/selaput dara 1 1.jpg Operasi selaput dara untuk mengembalikan keperawanan, perlukah dilakukan?

Operasi selaput dara, disebut juga hymenorrhaphy berasal dari bahasa latin hymen yang bermakna selaput dan raphe yang berarti jahitan. Kadang lebih populer dengan sebutan hymenoplasty atau hymenotomy

Melansir dri laman Times of Indiadi awal tahun 2017 lalu, tren operasi selaput dara menjamur di negeri asal Shahrukh Khan tersebut. Dr. Bhavani Prasad, seorang ahli bedah plastik di Sunshine Hospitals. Dia mengaku telah melakukan prosedur hymenoplasty sebanyak 50 kali per tahun selama 2-3 tahun terakhir.

Menurutnya, dalam masyarakat India, banyak sekali perempuan yang merasa perlu memperbaiki selaput dara mereka sebelum memasuki pernikahan. Hal ini karena meski calon suaminya bergaya hidup modern, namun pihak pria selalu ingin pengantin masih perawan. 

Hal serupa diungkapkan Walter (bukan nama sebenarnya), seorang dokter asal Jerman yang melakukan hymenoplasty untuk para pasien muslim yang ingin selaput daranya utuh demi menyenangkan keluarga. 

Melalui wawancara dengan Vice, Walter menjelaskan bahwa tidak semua perempuan yang melakukan hymenoplasty melakukan seks bebas, ada kalanya mereka adalah korban pemerkosaan, atau malah selaput daranya robek karena alasan non seksual. 

Bahkan tak jarang, dokter yang melakukan hymenoplasty mendapatkan ancaman pembunuhan, dari keluarga yang menginginkan anak perempuannya benar-benar suci di hari pernikahan.

Di Indonesia sendiri, operasi selaput dara masih menjadi kontroversi besar. Lalu bagaimanakah prosedur operasi ini dilakukan?

Prosedur operasi selaput dara

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/10/vagina.jpg Operasi selaput dara untuk mengembalikan keperawanan, perlukah dilakukan?

Hymenoplasty dilakukan dengan menjahit sisa selaput dara yang robek, hingga mirip seperti kondisi selaput dara sebelum robek. Selanjutnya, pasien akan diberi antibiotik untuk mempercepat proses pemulihan.

Operasi ini hanya berlangsung sekitar setengah jam, dan pasien bisa melakukan rawat jalan. Syarat yang harus dipenuhi, pasien tidak boleh berhubungan seks sebelum bekas operasinya benar-benar pulih. 

Meski tergolong operasi ringan dan cepat dilakukan, namun operasi selaput dara bukannya tanpa risiko. Berikut adalah efek samping yang mungkin muncul.

  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Nyeri hebat
  • Muncul bekas luka
  • Kesulitan bernapas di tempat operasi

Adanya risiko membuat pasien harus mendiskusikan segala kemungkinan positif dan negatifnya sebelum menjalani operasi. 

Perlu diketahui, operasi keperawanana berbeda dari vaginoplasty yang pernah dilakukan oleh Nikita Mirzani.

Bila hymenoplasty bersifat mengembalikan kondisi selaput dara, sedangkan vaginoplasty adalah proses merapatkan dinding vagina yang longgar agar terasa rapat saat berhubungan. 

Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Sumber: Alodokter

Baca juga: 

Nikita Mirzani operasi organ intim, benarkah bisa memberikan kepuasan seksual?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.