Olahraga saat puasa? Ini hal yang perlu diperhatikan

lead image

Olahraga bisa dilakukan, ini hal yang wajib diperhatikan.

Berpuasa selama bulan Ramadan, mau tidak mau bisa tak jarang mengubah kebiasaan dan gaya hidup orang Indonesia. Wajar saja, namun bukan berarti hal positif seperti melakukan aktivitas fisik perlu dihindari. Apalagi jika mengingat, ada olahraga saat berpuasa yang bisa dilakukan. 

Faktanya, olahraga yang tepat justru bisa membantu tubuh menjadi lebih sehat dan bugar selama berpuasa. Terlebih lagi jika diimbangi dengan kebiasaan makan yang sehat, kondisi bugar saat puasa tentunya akan dirasakan.

Olahraga saat berpuasa

olahraga saat berpuasa

olahraga saat berpuasa

Penelitian menyebutkan bahwa menjalankan puasa akan meningkatkan adaptasi tubuh untuk pembakaran lemak di otot dan hati. Proses ini akan menjadi lebih efektif dan dirasakan manfaatnya bila kita tetap aktif berolahraga.

Olahraga secara konsisten perlu untuk tubuh saat berpuasa, membantu adaptasi jantung sehingga justru tidak mudah merasa lemas. Darah yang dipompa jantung mengandung oksigen mengalir ke seluruh tubuh dan membuat tubuh terasa lebih bugar. Saat jantung tidak memompa darah lebih cepat, tubuh akan terasa lebih lemas karena kurang oksigen, ujar dr. Sandi Perutama Gani, Medical Expert Combiphar.

Lebih lanjut, dr. Sandi menambahkan olahraga saat puasa memang sangat disarankan, namun tentu saja perlu disesuaikan dari segi durasi dan intensitas.

Adapun beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan, seperti:

1. Perhatikan waktu

Olahraga bisa dilakukan saat menjelang berbuka atau setelah sahur yang sebaiknya disesuaikan dengan intensitas. Lakukanlah olahraga intensitas sedang mulai dari lari 5K, yoga, atau kelas dance.

2. Lihat intensitasnya

Bila intensitasnya cukup berat, sebaiknya lakukan saat menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa. Contoh olahraga jenis ini misalnya saja body combat, body pump, atau angkat beban.

Bila dilakukan setelah berbuka puasa, sebaiknya kita mengonsumsi pisang atau kurma untuk membantu menggantikan energi yang hilang selama berpuasa.

3. Jangan lupa ajak teman

Olahraga seorang diri mungkin bisa membuat Anda kurang bersemangat. Kalau begitu, mengapa tidak mengajak teman saat melakukannya? Berolahraga bersama mungkin akan lebih menyenangkan bila dilakukan bersama-sama. 

Kapan waktu yang tepat untuk olahraga saat puasa?

Pertanyaan ini mungkin akan muncul di dalam benak Anda. Pada dasarnya, waktu yang tepat untuk berolahraga saat puasa akan tergantung pada individu masing-masing.

Jika melakukannya pagi hari, dan tidak timbul keluhan, tentu saja bisa dilakukan. Faktanya memang tidak sedikit yang terbiasa melakukan olahrga setelah sahur. Di mana, tubuh masih menerima energi dari makanan saat sahur. Namun memang, olahraga yang dianjurkan merupakan olahraga dengan intensitas ringan.

Sementara, tidak sedikit juga yang memilih melakukannya sesaat menjelang buka puasa. Melakukan olahraga di saat perut kosong bisa membantu Anda dalam menghilangkan lemak lebih banyak.

Untuk intensitasnya tentu saja disesuakan dengan kemampuan, jangan sampai olahraga membuat Anda merasa pusing atau mual sehingga berujung dengan batalnya puasa.

Namun, selain tetap melakukan olahraga, faktor penting lain seperti memerhatikan asupan makanan tentu saja menjadi prioritas. 

Makanan saat berpuasa seperti apa yang dianjurkan?

Olahraga saat puasa? Ini hal yang perlu diperhatikan

Yuk, konsumsi buah selama berpuasa

Konsumsi cukup cairan

Pastikan saat berpuasa asupan cairan kita tetap terpenuhi, sekitar 2 liter air per hari. Untuk menutupi kekurangan cairan yang mungkin terjadi, Parents sebaiknya juga mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak air.

Memilih makanan dan minuman yang tepat

Pilihlah sumber makanan yang baik saat sahur maupun berbuka puasa agar kebutuhan gizi harian tetap tercukupi. Konsumsilah karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum dibandingkan karbihidrat biasa.

Asupan protein nabati dan hewani yang dilengkapi dengan asupan serat pun penting untuk diperhatikan. Mengonsumsi pangan dengan gula alami juga penting lho untuk menjaga daya tahan dan energi selama berpuasa.

Mengurangi konsumsi kafein

Disarankan untuk mengurangi asupan kafein selama berpuasa dan memperbanyak asupan air putih. Mengonsumsinya bisa memicu kegelisahan dan sulit tidur. Selain itu, asupan ini juga bisa memicu kenaikan asam lambung selama berpuasa.

Semoga bermanfaat!

Baca Juga :

Puasa bukan alasan tak olahraga, ini tips dari Melanie Putria

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.