Wajib tahu, Ini 10 obat yang dilarang untuk ibu hamil

lead image

Jika ingin bayi dalam kandungan Parents sehat, jangan sampai mengonsumsi beberapa obat di bawah ini. Berikut daftar 10 obat yang dilarang untuk ibu hamil

Salah satu PR terbesar Bunda ketika hamil adalah menjaga asupan apapun yang masuk ke dalam tubuh. Tidak hanya makanan dan minuman, salah satu yang perlu diperhatikan adalah obat-obatan. Tidak semua obat aman dan bisa dikonsumsi saat hamil. Ada beberapa obat dilarang buat ibu hamil.

Meskipun Bunda sedang merasa kurang tidur, perut terasa kembung, sakit gigi atau pusing, bukan berarti bisa minum obat-obatan sesuka hati.

Data dari WHO menyebutkan kalau  lebih dari 90% wanita hamil mengonsumsi obat. Sayangnya, tidak hanya obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, namun ibu hamil pun cenderung membeli obat-obatan bebas. Padahal, 2-3% dari seluruh cacat bawaan janin disebabkan oleh obat-obatan.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/01/obat yang dilarang ibu hami the asian parent indonesia 300x200.jpg Wajib tahu, Ini 10 obat yang dilarang untuk ibu hamil

 

Untuk itulah, Bunda perlu lebih hati-hati minum obat-obatan dan mengetahui jenis obat dilarang buat ibu hamil.

1.Aspirin

Aspirin merupakan salah satu  jenis obat dilarang buat ibu hamil. Biasanya aspirin sering digunakan untuk meringankan sakit gigi, sakit kepala, dan demam.

Namun, menurut healthinsurancequotes.org, aspirin untuk ibu hamil cukup berisiko menimbulkan berbagai masalah pada janin. Salah satunya berisiko membuat aliran darah bayi mengalir ke uterus yang dapat memengaruhi perkembangannya dan meningkatkan risiko masalah paru-paru untuk bayi

2. Ibuprofen

Ibuprofen merupakan obat yang  bisa mengatasi rasa nyeri, demam bahkan peradangan. Namun bagaimana jika dikonsumsi ibu hamil? Kelly Kasper, MD., OBGYN dan associate professor klinis di Indiana University School of Medicine mengatakan bahwa mengonsumsi Ibuprofen, terutama memasuki usia 30 minggu, Ibuprofen sebenarnya bisa menyebabkan kerusakan pada jantung bayi.

Dalam website Babycenter.com juga ditegaskan kalau ibuprofen tergolong obat yang tidak dianjurkan dikonsumsi selama kehamilan. Obat ini oleh US Food and Drug Administration (FDA) dikategorikan sebagai obat yang dapat membahayakan janin jika dikonsumsi pada usia trimester kehamilan ketiga.

3. Naproxen

Obat dilarang buat ibu hamil lainnya adalah Naproxen. Obat ini  juga harus dihindari selama kehamilan karena bisa berisiko menurunkan aliran darah ke janin secara signifikan.

Baca juga : Bahaya tidur telentang saat hamil yang harus diwaspadai ibu

4. Obat jerawat

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada kandungan yang terdapat dalam obat jerawat berisko bagi perkembangan janin. Misalnya, menyebabkan bayi lahir cacat, termasuk menyebabkan cacat jantung dan bibir sumbing. Adapun kandungan obat jerawat yang dimaksud adalah isotretinoin.

5. Ribavirin

Obat dilarang buat ibu hamil lainnya adalah Ribavirin. Obat ini merupakan jenis antivirus yang digunakan dalam kombinasi dengan interferon untuk mengobati hepatitis C berkelanjutan.

Ribavirin sangat berbahaya dikonsumsi ibu hamil sehingga  ibu hamil disarankan untuk menunggu enam bulan lebih dulu setelah menghentikan ribavirin untuk mulai program hamil.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/01/obat yang dilarang untuk ibu hamil 300x226.jpg Wajib tahu, Ini 10 obat yang dilarang untuk ibu hamil

6. Obat anti jamur

Dalam sebuah penelitian di Denmark yang dilakukan belum lama ini membuktikan kalau penggunaan obat antijamur flukonazol, yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi menunjukkan adanya  peningkatan risiko kelahiran secara mendadak.

7. Vitamin

Tahukah Parents, jika mengonsumsi vitamin secara berlebihan tidak disarankan? Terlebih lagi untuk ibu hamil. American Pregnancy Association menjelaskan, mengonsumsi  vitamin terlalu banyak (terutama zat besi dan kalsium) dapat menjadi ‘racun’ bagi janin dalam kandungan.

Baca juga : 10 Hal menyebalkan saat hamil, apa Bunda juga mengalaminya?

8. Obat antidepresi

Ibu hamil memang memiliki kecenderungan untuk mengalami kecemasan berlebihan. Namun bukan berarti Bunda bisa mengonsumsi obat antidepresi tanpa resep dokter. Lexapro, salah satu obat yang masih diresepkan dokter jika seseorang mengalami gangguan kecemasan.

Namun banyak penelitian yang menunjukkan bahwa Lexapro sebenarnya dapat menyebabkan cacat jantung, dan risiko keguguran yang lebih tinggi.

9. Antibiotik

Bunda tentu sudah paham jika antibiotik tidak bisa digunakan secara bebas. Menurut Mayo Clinic, contohnya tetrasiklin yang dapat mengubah gigi bayi yang sedang berkembang dan tidak boleh diminum saat kandungan sudah memasuki usia 15 minggu. Untuk itu, diskusikan lebih dulu dengan dokter saat membutuhkan antibiotik saat hamil.

10. Antihistamin

Obat Antihistamin  bisa dengan mudah dibeli secara bebas. Namun, perlu diketahui bahwa jenis obat ini merupakan obat dilarang buat ibu hamil karena berisiko menyebabkan kelahiran secara prematur, bayi dengan berat lahir rendah, masalah pernapasan, masalah infeksi, dan perkembangan janin.

 

Baca juga:

Ini 8 manfaat menakjubkan air kelapa untuk ibu hamil, nomer 7 pasti bikin Bunda terkejut!