Ibu, Ini Dia 7 Nutrisi yang Menyeimbangkan IQ dan EQ Anak

Ibu, Ini Dia 7 Nutrisi yang Menyeimbangkan IQ dan EQ Anak

Sangat penting untuk melengkapi nutrisi yang baik guna meningkatkan kecerdasan IQ dan EQ anak secara seimbang di masa emas pertumbuhannya.

Memiliki IQ dan EQ yang seimbang, adalah salah satu kunci bagi anak untuk mencapai prestasi yang gemilang. Di masa emas pertumbuhannya, penting bagi Ibu untuk mengoptimalkan kecerdasan Si Kecil dengan cara yang efektif. Termasuk memenuhi nutrisi yang mendukung perkembangan IQ dan EQ anak.

Ya, selain melalui stimulasi pada kegiatan sehari-hari, Ibu juga wajib memperhatikan nutrisi yang dikonsumsi oleh Si Kecil untuk meningkatkan kecerdasannya. Nutrisi-nutrisi ini akan membantu sistem tubuh Si Kecil lebih cepat merespon dan mencerna hal-hal yang terjadi di sekelilingnya sehingga ia bisa terus meningkatkan kualitas IQ dan EQ-nya.

Lantas, apa saja sih, Bun, nutrisi yang baik untuk meningkatkan kecerdasan IQ dan EQ anak secara seimbang? Simak artikel berikut, ya!

7 Nutrisi IQ dan EQ untuk Anak Agar Seimbang

1. Omega 3 dan Omega 6

Tentu saja hal ini sudah menjadi rahasia umum. Kedua jenis asam lemak baik ini sangat dibutuhkan oleh otak anak.

Omega 3 dan omega 6 dapat membangun total massa otak sehingga fungsinya berjalan lebih optimal. Penelitian dari University of Gothenburg, omega-3 dan omega-6 dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak khususnya dalam membaca dan menghafal kosa kata.

Tentu saja hal ini diperoleh dari pengaruh besar omega-3 dan omega-6 untuk perkembangan otak anak. DHA yang terkandung di dalam omega-3, memegang peran penting dalam pembentukkan fungsi sistem saraf anak, yang menunjang kecerdasan kognitifnya.

Ibu bisa menemukan Omega 3 dan Omega 6 pada kacang almond, ikan salmon, serta susu yang tinggi omega 3 dan omega 6, seperti Bebelac,yang juga mengandung minyak ikan lebih tinggi, untuk dukung daya pikir Si Kecil.

2. Zat Besi

Peran zat besi dalam proses tumbuh kembang anak juga sangat penting, lho, Ibu. Zat besi dapat meningkatkan kemampuan dan fungsi otak anak, sebab zat inilah yang membantu mengangkut oksigen ke setiap sel di dalam tubuh, termasuk otak.

Semakin lancar aliran oksigen, maka semakin optimal pula kinerja otak Si Kecil. Siapa sangka, ternyata kekurangan zat besi bisa berdampak bahaya pada kecerdasan anak. Sebab, apabila Si Kecil kekurangan zat besi di masa pertumbuhannya, hal ini tidak bisa digantikan saat usianya sudah dewasa.

Peran zat besi yang cukup di dalam tubuh, juga mampu meningkatkan konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan mencerna informasi dengan cepat dan cerdas. Ibu bisa menemukan zat besi di daging sapi, ayam, serta sayuran hijau. Ibu juga bisa memberikan susu Bebelac yang mengandung zat besi untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil.

3. Yodium

Kebutuhan harian anak terhadap yodium adalah 90-120 mcg. Yodium dapat membangun hormon tiroksin yang dibutuhkan untuk perkembangan fisik, pembentukkan sel darah merah, serta fungsi otot dan saraf.

Anak yang kekurangan yodium bisa berisiko memiliki kemampuan belajar yang kurang. Ibu bisa menemukan sumber yodium dari ikan, udang, kerang serta garam.

4. Folat

Folat adalah bentuk vitamin B9 yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Padahal, peran folat bagi sistem saraf otak anak sangat dibutuhkan, lho! Untuk itu, Ibu perlu memberikan sumber makanan dan minuman yang kaya akan folat demi perkembangan kecerdasan Si Kecil.

Asam folat dapat membentuk jaringan otak dan saraf lebih sempurna dalam menjalankan fungsinya. Folat dapat membantu korteks (lapisan luar) otak tumbuh dengan ketebalan yang optimal, dan tidak cepat mengalami penipisan seiring dengan bertambah usianya.

Saking pentingnya, bahkan Ibu sudah diwajibkan untuk mengonsumsi asam folat agar otak dan saraf janin bisa tumbuh dengan baik, lho. Sebab, perkembangan sistem saraf dan pusat otak sudah dimulai sejak minggu ke-3 usia kehamilan Ibu.

Nah, saat Si Kecil sudah lahir dan menjalani masa pertumbuhan, penting bagi Ibu untuk memberikan asupan folat secara berkelanjutan karena proses perkembangan otak Si Kecil masih terus berjalan khususnya dalam 1000 hari kehidupan pertamanya.

Ibu bisa menemukan vitamin B9 pada sayuran hijau seperti bayam, brokoli, hati ayam, kacang-kacangan serta biji-bijian. Ibu juga bisa memilih susu yang tinggi dengan vitamin B kompleks, di mana folat menjadi salah satu yang termasuk di dalamnya.

5. Vitamin B 12

Selain folat, ada juga vitamin B12 atau kobalamin. Kobalamin juga berperan penting dalam proses perkembangan otak anak, sebab ia akan mempercepat proses pembentukkan sel-sel yang meningkatkan metabolisme tubuhnya.

Kobalamin atau vitamin B 12 secara efektif dapat meningkatkan kecerdasan kognitif anak yang melibatkan memori, perhatian, pembelajaran hingga bagaimana anak mengeksekusi sesuatu.

Anak yang mendapatkan asupan kobalamin yang cukup sejak masih di dalam kandungan, juga memiliki risiko lebih rendah terhadap gangguan perkembangan saraf seperti skizofrenia, autisme, serta alzheimer.

Penting bagi Ibu untuk tetap menjaga asupan vitamin B12 anak tetap terpenuhi di masa pertumbuhannya. Ibu bisa memenuhinya dengan mengonsumsi susu, telur, sereal, daging, serta biji-bijian.

6. Kolin

Masih satu keluarga dengan vitamin B kompleks, ada zat kolin, nutrisi yang juga memiliki peran penting dalam meningkatkan IQ dan EQ anak. Kolin, justru sangat penting untuk mengoptimalkan fungsi kognitif Si Kecil.

Kolin dapat mengaktifkan asetilkolin, yaitu senyawa kimia yang membangun komunikasi antar saraf dan otot. Hal ini tentu membuat anak tak hanya cerdas secara IQ dan EQ, melainkan juga aktif dibandingkan anak-anak seusianya. Ibu bisa menemukan zat kolin pada telur, susu, serta daging.

7. Kalsium

Tak hanya baik untuk kekuatan tulang dan otot, kalsium juga membantu perkembangan sistem saraf dan koneksinya dengan otot tubuh. Kalsium menjadi zat yang terlibat langsung dalam proses kontraksi otot dan proses pengiriman sinyal-sinyal pada sistem saraf di otak. Dengan begitu, anak bisa tumbuh cerdas, cepat tanggap dan juga aktif dalam kesehariannya.

Sebuah studi dari The Scripps Research Institute membuktikan, bahwa kalsium juga dapat berperan mengoptimalkan fungsi sel otak yang berpengaruh pada kecerdasan kognitif seseorang. Sebab, kalsium yang diserap oleh tubuh dapat meningkatkan kekuatan memori anak.

Tak hanya untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, kalsium juga penting bagi orang dewasa. Untuk itu, Ibu bisa memberikan kalsium secara berkelanjutan hingga anak dewasa nanti, ya. Tujuannya ialah untuk menjaga tulang, otot dan gigi tetap kuat, serta mencegah terjadinya penurunan fungsi otak.

Selain ketujuh nutrisi di atas, pastikan Ibu terus menstimulasi kecerdasan sosial dan emosional Si Kecil serta melengkapi nutrisi Si Kecil dengan Bebelac agar Ia jadi anak hebat dengan tanggap lengkap.

Ibu, Ini Dia 7 Nutrisi yang Menyeimbangkan IQ dan EQ Anak

Tak cuma itu, Bebelac juga mengandung zat besi dan kalsium yang tinggi, serta 13 vitamin yang mampu mengoptimalkan pertumbuhannya. FOS:GOS 1:9 yang telah dipatenkan menjaga pencernaan Si Kecil tetap sehat.

Bebelac hadir dengan dua rasa lezat, yaitu vanila dan madu, Si Kecil pasti akan menyukainya untuk dikonsumsi setiap hari. Yuk, sajikan Bebelac agar Si Kecil tumbuh hebat dan tanggap sosial! Lezat di tiap teguknya, hebat untuk setiap langkahnya!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

cahya

app info
get app banner