Ini jawaban ahli gizi tentang pertanyaan Bunda seputar nutrisi anak

lead image

Silakan cek jawaban dokter untuk permasalahan nutrisi anak Anda.

“Kok, berat anak saya tidak bertambah padahal sudah makannya banyak?” Bun, pasti pernah dong merasa khawatir tentang nutrisi anak, apakah selama ini semua yang Anda berikan cukup untuk tumbuh kembangnya.

Minggu lalu kami memberi kesempatan kepada para pembaca theAsianparent Indonesia untuk mengajukan pertanyaan seputar nutrisi anak yang akan dijawab oleh ahli gizi Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS. SpGK dari RSIA Gladiool.

Artikel terkait: Punya pertanyaan seputar nutrisi untuk anak? Ahli gizi yang akan menjawabnya

Berikut ini beberapa pertanyaan yang terpilih. Semoga menjawab kekhawatiran Bunda tentang gizi anak.

Pola makan anak prematur

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/02/nutrisi anak pola makan anak .jpg Ini jawaban ahli gizi tentang pertanyaan Bunda seputar nutrisi anak

Tanya: Dok, anak saya lahir prematur dengan berat badan 1700 gram. Sekarang usianya 22 bulan dengan berat badan 12 kg. Seminggu yang lalu ia terkena cacar air dan nafsu makannya menurun. Pola makan yang baik yang bagaimana untuk pertumbuhan anak prematur? Apa sama dengan anak normal? Terima kasih.

– Pipih Supriyatin

Jawab: Berat badan anak yang turun memerlukan asupan yang cukup. Bunda bisa memberikan ASI dengan makanan pendamping ASI sesuai kebutuhan anak dengan jadwal teratur. Untuk anak prematur, karena saat ini sudah berusia 22 bulan, maka jenis makanan yang dipilih sudah bisa sama dengan anak yang lahir dengan BB normal. Jangan lupa imunisasi lengkap agar terhindari dari penyakit.

Menaikkan BB anak

T: Dok, anak saya susah sekali makannya. Sudah berbagai cara saya coba, tetapi tetap susah. Kalaupun masuk, kadang dilepehkan.

Saya sudah sampai mencoba turun tekstur. Ada masuk sedikit, kemudian dia bosan setelah 3 hari. Naik tekstur lagi, ada yang masuk.

Hanya saja saya bingung, susah sekali menaikkan beratnya. Karena anak saya kecil, Dok. Usia 1 tahun BB 7,4kg. Masih ASI. Dicoba beri sufor tidak mau, anaknya GTM. Sekali makan sekitar 2 sendok munjung orang dewasa untuk karbonya. Sayur dan protein berbeda lagi.

Bagaimana caranya agar anak saya bertambah BB-nya, Dok? Saya bingung. Terima kasih atas kesediaannya untuk menjawab.

– Imania

J: Benar, berat badan anak Anda kurang dari berat badan ideal. Pada usia 1 tahun, anak sudah bisa mulai memilih makanan. Jadi Bunda sebaiknya memerhatikan pilihan makanan anak, tentu saja tetap harus memerhatikan kandungan gizi.

Jadwal makan teratur akan sangat membantu mengatur asupan makan. Jangan lupa, suasana makan juga memengaruhi selera dan semangat makan.

Kecukupan nutrisi anak

T: Dok, anak saya laki-laki usia 24 bulan. BB-nya normal 12 kg. Namun makannya cenderung susah. Hanya mau nasi dan kuah sop. Apabila ada lauk sedikit saja, maka akan dilepeh. Apakah kebutuhan nutrisinya cukup apabila hanya dengan nasi dan kuah saja? Terima kasih.

– Stephanie Jahja

J: Nasi dan kuah sup tentu saja tidak dapat mencukupi kebutuhan tumbuh kembang anak. Pertumbuhan dan perkembangan anak memerlukan gizi yang lengkap yaitu terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Bunda bisa mencoba jenis-jenis makanan bervariasi, terutama yang disukai oleh anggota keluarga lainnya.

===

T: Halo Dok, saya pernah dapet sharing kalau nutrisi anak jangan dilihat per hari, tapi per minggu, itu apa benar? Misalnya hari ini dia nggak mau makan sayur, tapi besok atau lusa dia makan sayur, apakah gizinya bisa tercukupi?

– Della Natalia

J: Monitor asupan gizi anak dapat dilihat dari berat badan dan perkembangannya secara periodik. Idealnya makanan bervariasi dikonsumsi setiap hari, tetapi adakalanya anak sedang tidak selera. Nah… Bunda bisa membujuk untuk mengonsumsi makanan sehat lagi.

Obesitas

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/02/nutrisi anak obesitas.jpg Ini jawaban ahli gizi tentang pertanyaan Bunda seputar nutrisi anak

Mengatur asupan nutrisi anak yang obesitas.

T: Dok, saya punya bayi 8 bulan berat badan 9,5 kg. Saya terakhir ke puskesmas dibilang bayi saya sudah hampir obesitas, harus dikurangi makan dan cemilannya. Apakah normal anak 8 bulan dengan berat 9,5 kg? Dan berapakah takaran seharusnya untuk memberi makan anak saya ? Terima kasih, Dok.

– Semmy

J: Berat badan anak Anda masih tergolong normal. Silakan Bunda memberi makan seperti sehari-hari tanpa ditingkatkan porsinya secara berlebih. Dengan bertambahnya panjang badan, maka anak tidak akan menjadi obesitas.

Sembelit

T: Anak saya berumur 6 bulan, baru perkenalan MPASI. Saya kasih pisang jadi sembelit.Terus saya kasih pepaya juga BAB-nya tidak lancar. Gimana nih, Dok solusi terbaiknya?
Mohon jawabannya. Terima kasih.

– Leni Puspita Dewi

J: Sembelit bisa juga disebabkan kurang cairan. Buah yang Bunda berikan bisa dilarutkan dengan air. Selain itu, bayi yang minum ASI juga lebih tidak berisiko sembelit. Apakah Bunda masih memberikan ASI?

Makanan instan

T: Dok, kalau bayi usia 8 bulan hanya diberi makanan bayi instan yang dijual di supermarket, berbahaya atau tidak? Terima kasih, Dok!

– Dennata Lasri Hiyawulan

J: Makanan pendamping ASI (MPASI) instan (kemasan) pada dasarnya dibuat menyerupai makanan buatan rumahan. Produsen yang bertanggung jawab akan memproduksi dengan nilai gizi sesuai kebutuhan bayi serta menjamin kebersihan. Akan lebih baik jika bayi Anda mengonsumsi menu yang bervariasi, baik jenis/merek makanan instan kemasan maupun buatan rumah.

Pilihan susu balita

T: Dok, anak saya sebentar lagi memasuki usia 2 tahun. Di sini saya bingung, Dok, untuk usia segitu baiknya diberi susu formula bubuk atau susu cair UHT ya? Untuk menentukan pilihan itu apa perlu mempertimbangkan pola makannya? Karena anak saya makannya kadang habis banyak, kadang ngga mau makan.

Oh iya Dok untuk memilih susu sebaiknya mempertimbangkan kandungan gulanya. Seberapa banyak harusnya Dok? Apa ada batasan konsumsi gula pada anak usia 2 tahunan? Terimakasih dokter.

– Wuri Handayani

J: Susu untuk anak sangat banyak pilihannya di pasaran, biasanya tercantum keterangan tersebut. Untuk anak usia 2 tahun, konsumsi susu cukup 2 gelas sehari, dengan pemenuhan gizi dari makanan lain. Perlu Bunda catat bahwa susu kental manis tidak dianjurkan untuk diberikan sebagai pilihan susu anak.

Anak tidak mau makan sayur

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/02/nutrisi anak tidak mau makan sayur.jpg Ini jawaban ahli gizi tentang pertanyaan Bunda seputar nutrisi anak

Bagaimana kecukupan nutrisi anak bila ia tak mau makan sayur?

T: Saya seorang ibu yang baru mempunyai 1 orang anak perempuan berumur 21 bulan dan masih ASI dengan BB 11 kg. Yang ingin saya tanyakan adalah : Bagaimana mengatasi anak yang picky-eater? Bagaimana memenuhi kebutuhan seratnya? Saya sudah mencoba banyak variasi menu, sudah dihias lucu, tapi tetap tidak mau makan.

– Sumi Muchlas

J: Memperkenalkan dan memberikan sayur pada anak sering menjadi keluhan orangtua karena anak susah makan sayur. Pada dasarnya anak menyukai makanan yang cenderung manis. Sementara banyak jenis sayuran yang mempunyai rasa pahit dan getir.

Bunda, jangan patah semangat, silakan mencoba lagi dengan jenis sayuran yang mempunyai rasa cenderung masis dan tekstur lembut, misalnya wortel, labu, bayam, dan lain-lain.

Artikel terkait: Bingung menghadapi anak susah makan sayur? Ini 7 tips jitu yang bisa Anda coba

Anak belum tumbuh gigi

T: Salam kenal Dok, saya Ega. Anak saya umur 9 bulan. Sampai saat ini ia belum tumbuh gigi, padahal selalu saya kasih makan menu 4 bintang dengan porsi yang sesuai dan tekstur sesuai umurnya… Ataukah butuh nutrisi lain dok untuk mempercepat proses tumbuh giginya?

Atau membutuhkan vitamin yang mengandung banyak kalsium? Kalau benar membutuhkan vitamin, bolehkah direkomendasikan nama vitaminnya beserta takarannya? Terima kasih banyak ya.

– Ega Widiya

J: Bayi usia 9 bulan sudah mulai tumbuh gigi seri. Meskipun demikian, perkembangan pada setiap bayi berbeda-beda perkembangannya. Bunda bisa berkonsultasi secara lebih lenjut dengan dokter spesialis anak.

Anak makan kerupuk

T: Bu Dokter, saya mau bertanya. Putra saya (19 bulan) senang sekali dengan makanan kriuk-kriuk, contohnya kerupuk. Hampir setiap kali makan besar, dia makan dengan kerupuk tapi hanya sedikit. Apakah tidak apa-apa dokter? Bagaimana nutrisinya?

– Eka Lina R

J: Bunda, jangan terlalu khawatir, bayi makan kerupuk dalam jumlah sedikit boleh saja. Makanan yang diperlukan bayi usia 19 bulan adalah ASI dan makanan pendamping ASI sesuai kebutuhan. Untuk menilai kecukupan asupan, bandingkan berat dan panjang bayi dengan grafik tumbuh kembang atau KMS.

Bolehkah madu sebagai pengganti susu?

T: Dok, anak saya usia 2 tahun 9 bulan. Dulu ia sangat suka susu dan susah makan. Namun sekarang lebih suka madu dan konsumsi susu hanya 1 atau 2x sehari. Dengan peralihan ini, anak saya mulai banyak makan. Apakah ada takaran khusus/maksimal dalam mengkonsumsi madu? Adakah efek samping nya? Dan bagaimana menyiasati agar anak makan sayuran? Terima kasih.

– Sylvia

J: Anak usia 2 tahun ke atas hanya memerlukan hanya 2 gelas susu sehari. Kebutuhan gizi lainnya dipenuhi dari makanan lain. Sebenarnya makanan yang diberikan sudah bisa menyerupai makananan dewasa, tetapi tentu saja dengan tekstur yang sesuai dengan kemampuan anak, serta sesuai selera anak.

Anemia Defisiensi Besi (ADB)

T: Dok, anak saya sudah screening darah lengkap dan hasilnya ADB. Sekarang saya sudah memberikan vitamin penambah zat besi, makanan pun sudah mulai ditambah porsinya. Kalau boleh tahu, jenis makanan apa saja yang mengandung zat besi tinggi untuk menambah asupan zat besinya? Terima kasih.

– Indah Ayu

J: Untuk anak, Bunda bisa memberikan makanan yang cukup, yaitu sesuai kebutuhan, dan dengan variasi makanan yang baik. Untuk pemberian vitamin/suplemen ADB, dokter spesialis anak akan memberikan sebagai dosis terapi. Asupan makanan pada dasarnya tidak dapat berperan sebagai terapi defisiensi, tetapi sangat bermanfaat sebagai pemeliharaan.

Memberi santan dan kecap

T: Dok , dari anak umur berapakah boleh dikasih santan dan kecap manis ? Terima kasih, Dok.

– Yulia Rahmawati

J: Santan dan kecap manis dapat dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap. Bayi belum memerlukan bumbu sebagai penyedap. Setelah usia 1 tahun atau saat anak telah mulai makan makanan dewasa, bumbu/rempah sudah bisa dikonsumsi dalam jumlah terbatas.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/02/Profile 1 e1518347989266.jpg Ini jawaban ahli gizi tentang pertanyaan Bunda seputar nutrisi anak

Ahli Gizi dokter Luciana Sutanto dari Rumah Sakit Gladiool

Semoga jawaban dr. Luciana tentang nutrisi anak dapat menambah wawasan Parents. Jangan lupa like Facebook dan follow Instagram kami untuk sesi Tanya Pakar berikutnya.

Baca juga:

Paduan 4 Pasang Makanan ini Dapat Memberikan Nutrisi Maksimal untuk Anak