Normalkah Iri Hati Pada Anak?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Normalkah iri hati pada anak-anak? Bagaimana cara kita mencegah dan mengatasinya? Bacalah ulasan menarik yang sangat membantu kita dalam mengasuh si kecil.

Wajarkah iri hati pada anak-anak?

Wajarkah iri hati pada anak-anak?

Rasa iri hati bisa menyerang siapa saja, bahkan pada anak balita. Rasa iri hati ini bisa mengakibatkan perubahan prilaku pada anak. Mengapa iri hati bisa menyerang anak-anak?

Pada anak-anak iri hati kerap muncul sebagai akibat rasa cemburu atau rasa cemas yang muncul atas kehadiran anggota baru dalam keluarga. Anak akan merasa cemburu bila mengira perhatian dan kasih sayang orangtuanya akan beralih pada orang lain, misalnya adik yang baru lahir.

Iri hati juga bisa muncul manakala anak menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain dan tidak dimilikinya. Keinginan ini seringkali menimbulkan masalah tersendiri, karena anak akan berperilaku sesuai dengan pemahamannya dalam menilai sesuatu.

Misalkan anak yang iri hati pada perhatian yang dicurahkan orangtua pada adik bayinya yang baru lahir.  Untuk mengungkapkan rasa cemburu, biasanya mereka kembali berperilaku seperti anak bayi, misalnya mengompol.

Tidak jarang mereka pun sering berpura-pura sakit ataupun menjadi nakal, misalnya dengan menjahili adiknya. Sikap ini sebagai upaya untuk mendapatkan perhatian dari orangtuanya.

Rasa iri hati ini dalam batas tertentu adalah hal yang normal dan wajar. Menurut peneliti dan direktur dari Infant Studies Centre University of York, “Ketika hubungan sosial seseorang terancam, maka timbulnya perasaan iri dan dengki adalah reaksi yang normal.”

Namun demikian menurut psikolog, sifat iri hati yang berkelanjutan dapat menyebabkan depresi, dendam, amarah, frustasi, rendah diri dan stres. Untuk menghindari meluas dan berkembangnya iri hati pada anak, ada baiknya kita melakukan tip dan trik berikut.





Batita Pra Sekolah