Pesan seorang ayah: “Nak, ini caranya memperlakukan wanita…”

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Semoga setelah membaca ini, suami Anda bisa menemukan nasehat terbaik untuk anak lelakinya agar bisa jadi lelaki bertanggung jawab dan menghormati perempuan nantinya.

Dari mana seorang anak lelaki belajar memperlakukan perempuan jika bukan dari ayahnya sendiri? Tak semua anak lelaki mendapatkan nasehat ayah agar dapat memperlakukan perempuan dengan baik.

Beberapa nasehat ayah untuk anak lelakinya ini mungkin relevan untuk diterapkan untuk anak Anda, terutama jika anak Anda sudah jelang dewasa.

Simak dan resapi, pilih mana saja bagian yang cocok untuk anak Anda dan mana yang tidak sebelum mengatakannya pada anak kelak:

Kamu mengatakan padaku bahwa kamu sedang mengirim pesan kepada seorang gadis dan kamu berencana untuk bertemu dengannya di suatu tempat di sekolah.

Aku ingin bertanya padamu apakah itu kencan? Tapi aku tidak ingin mempermalukanmu.

Aku ingin bertanya seperti apa dia. Apakah dia baik? Apakah dia pintar? Jenis musik apa yang dia dengarkan? Apakah dia seperti ibumu?

Sudah lama sekali bagiku untuk mengingatnya.

Bukankah ini perubahan yang drastis? Satu menit kamu merasa anak-anak perempuan begitu menjengkelkan, namun tiba-tiba yang kamu inginkan adalah berada di sekitar mereka.

Rasanya baru kemarin bahwa satu-satunya perempuan yang tidak menyebalkan bagimu adalah ibumu sendiri. Sejak kapan hal itu berubah? Kapan kamu mulai menyukai perempuan?

Kurasa tidak masalah bagaimana kejadiannya. Atau kapan. Yang penting sekarang adalah kamu tahu apa yang harus dicari dan yang lebih penting, bagaimana bersikap saat kamu bertemu dengan gadis itu.

Ketika kamu masih kecil, kamu mengatakan pada ibumu bahwa kamu ingin menikahinya saat dewasa nanti. Nah, sekarang kamu tahu bahwa itu tidak mungkin.

Tapi saat itu, kamu ingin menikahi ibumu karena dia memiliki semua kualitas yang kamu inginkan pada seorang gadis. Jika itu benar, maka kamu harus bertanya kepadaku karena akulah satu-satunya yang berhasil menikahi dia.

Aku adalah seorang ‘pakar’, jadi aku lah yang akan berbicara.

Aku tahu bahwa usiamu baru 12 tahun. Ada kemungkinan bahwa kamu akan punya beberapa pacar sebelum menikahi jodohmu nanti.

Tapi kamu mungkin juga bisa belajar dari pakar ini supaya kamu tidak membuang waktu dengan membuat semua kesalahan yang pernah aku buat.

Jangan mendengarkan saran dari temanmu. Ingat, “Jika seorang buta menuntun orang buta lainnya, maka keduanya akan jatuh ke dalam lubang.”

Inilah daftar yang membantuku saat aku bertemu ibumu.

Apa yang harus dicari:

Carilah seseorang yang lebih baik darimu. Sesederhana itu.

Carilah seseorang yang kamu kagumi, bukan hanya karena kecantikannya, tapi juga otak, sikap, dan bagaimana dia memperlakukan keluarga serta teman-temannya.

Bila kamu menemukan seseorang yang lebih baik darimu, secara otomatis kamu ingin menjadi orang yang lebih baik di sekitarnya. Bila kamu berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik untuknya, itu juga akan mengangkat kualitas dirimu sendiri.

Tidak ada hal lain yang penting.

Bukan ras dan etnisnya, bukan pula berapa banyak teman yang dia miliki atau berapa banyak follower-nya di Instagram. Bukan status sosial atau bahkan agamanya.

Tidak ada yang penting dari semua itu.

Tanyakan pada dirimu sendiri ini, “Apakah dia membuatku ingin menjadi orang yang lebih baik?”

Jika jawabannya adalah YA – maka kamu bersama dengan orang yang tepat saat ini.

Cara bersikap baik:

Ini daftar yang harus kamu lakukan. Beberapa hal ini akan terdengar norak, tapi ini adalah hal yang benar karena aku adalah seorang pakar.

Sikap ksatria itu tak ada matinya. Maka jadilah gentleman.

Ada hal mudah yang sudah kamu dengar sepanjang waktu; bukakan pintu, bantu dia membawa barang, tarik kursi untuknya duduk, berikan mantelmu saat dia kedinginan.

Semua ini bagus. Tapi ada beberapa detail yang sepertinya hilang dari generasimu. Misalnya:

  1. Biarkan gadismu memesan lebih dulu dan tunggu sampai makanannya tiba sebelum kamu makan pesananmu.
  2. Pujilah betapa cantik penampilannya.
  3. Bersikaplah hormat di depan orang tuanya. Misalnya dengan mengucapkan, “selamat pagi, Pak…”
  4. Hormatilah orang tuanya meskipun mereka tidak ada di sekitarmu. Bahkan jika gadismu sedang marah pada mereka, tetaplah menghormati orangtuanya.
  5. Beri dia kejutan tanpa alasan tertentu. Seperti bunga misalnya, bukan sekedar postingan di Instastory saja.
  6. Perhatikan dan pastikan dia pulang dengan selamat sebelum kamu pergi.
  7. Berjalanlah di sisi jalan sebelah luar saat kamu berjalan bersamanya.
  8. Jangan mencium dulu baru minta ijin (datanglah padaku kalau kamu tidak paham poin ini).
  9. Buat dia tertawa.
  10. Dorong dia untuk jadi orang yang lebih baik (lebih baik di sekolah, berlari lebih cepat saat jogging, berusaha lebih keras saat olahraga).
  11. Tantang dia untuk mencoba hal baru, pengalaman baru yang akan memperbaikinya sebagai individu.
  12. Hormati pendapat dan keputusannya setiap saat.Jika kamu bisa melakukan 80% dari ini, dia akan mencintaimu. Lakukan 100% dari daftar di atas, maka dia akan mencintai dan menghormatimu.

Artikel terkait: Surat dari ayah yang bekerja di luar kota untuk anaknya.

Jangan lakukan hal ini:

1. Bercanda yang menyakitkan.

Aku tidak mengerti bagaimana orang bisa membuat lelucon yang menyakitkan pada pacar mereka hanya demi sebuah bercandaan. Aku tahu ini ada di YouTube dan mendapat sejuta orang penonton.

Tontonan macam itu hanya membuatku merasa bahwa ada setidaknya satu juta orang di luar sana yang tidak akan memiliki pasangan yang berharga untuk mereka. Kamu jangan menjadi salah satu dari mereka.

2. Kentut dengan sengaja

Sama seperti kamu yang tidak akan menghampiri guru dan kentut atau bersendawa di depannya, jangan lakukan itu pada gadismu. Ini tidak sopan. Simpan itu untuk teman-temanmu.

3. Berkata kasar

Jangan gunakan kata yang tidak pantas kepadanya, keluarganya atau teman-temannya – baik di depannya atau di belakang punggungnya. Hormatilah dia.

4. Membuatnya sedih

Jika kamu mengatakan bahwa kamu akan berada di suatu tempat atau melakukan sesuatu, lakukanlah. Jangan membohonginya.

Gadis itu seperti lelaki juga, bukan anak kecil. Lelaki selalu memegang ucapannya.

5. Sibuk dengan ponsel

Jangan mengirim teks, bicaralah. Jika kamu bersamanya, perhatikan matanya, bukan gadget-mu.

6. Berbohong dan sembunyi

Jika kamu membuat kesalahan, akuilah. Ubah, perbaiki, dan lanjutkan hidupmu. Jika kamu mempraktikkan semua tips ini, dia akan memaafkanmu.

7. Meremehkan

Dia mungkin juga pernah membuat kesalahan, maafkanlah dengan tulus. Jangan pernah menyimpan dendam, mempermalukannya, atau meremehkan dia.

8. Bergosip tentang orang lain

Bahkan jika dia melakukannya, dengarkan tapi jangan ikut bergosip. Jangan menceramahinya untuk tidak melakukannya, iyakan saja apa yang dia katakan. Dia mungkin merasa kesal di awal, tapi dia akan segan dan menghormatimu seterusnya.

Pacarmu yang sekarang mungkin tidak akan menjadi istrimu, tapi jika kamu mengikuti saran dari Pakar ini, kamu akan membangun persahabatan dengannya seumur hidup.

Dan mungkin gadis berikutnya yang kamu temui akan seperti ibumu.

“Cinta itu sabar dan baik hati. Cinta itu tidak iri atau sombong, tidak angkuh atau kasar, tidak bersikeras dengan caranya sendiri, tidak mudah tersinggung atau kesal, tidak menertawakan karena kesalahan, tapi bersukacita karena kebenaran.”

Yang selalu mencintaimu,

Ayah

Semoga dengan adanya nasehat ayah untuk anak lelakinya yang disarikan dari Good Men Project ini, suami Anda jadi punya inspirasi soal apa saja yang akan dikatakan pada anak lelakinya jika mereka dewasa nanti.

 

Baca juga:

Surat dari Ayah yang Bekerja di Luar Kota untuk Anak Lelaki yang dirindukannya

 





Kisah Inspiratif Praremaja