MP-ASI yang Tidak Tepat Dapat Akibatkan Berbagai Masalah

lead image

Bila pemberian MP-ASI tidak tepat, masalah kesehatan hingga perilaku makan dapat terjadi. Bacalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengenalkan MP-ASI.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/09/dreamstime xs 30217387.jpg MP ASI yang Tidak Tepat Dapat Akibatkan Berbagai Masalah

Bagaimana reaksi si kecil ketika pertama kali menerima MP-ASI?

Masa-masa pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) merupakan masa yang penting dalam upaya mengenalkan dan mengembangkan kemampuan anak untuk mengunyah dan menelan.

Tidak semua anak melewati proses ini dengan baik. Ada kalanya karena ketidaktahuan para bunda, anak mengalami masalah setelah menjalani masa pengenalan MP-ASI. Masalah-masalah ini seringkali memerlukan penangan serius dalam jangka waktu panjang.

Masalah-masalah yang muncul akibat kekeliruan dalam MP-ASI :

1. Alergi

Pemberian MP-ASI dengan tidak memperhatikan riwayat alergi keluarga, ataupun alergi bawaan anak sendiri, akan membuat anak menderita alergi berkepanjangan.

Penting sekali bagi para orangtua untuk memperhatikan riwayat alergi keluarga dan memperhatikan tanda-tanda alergi yang muncul setiapkali memberikan MP-ASI.

2. Luka pada usus, yang dapat disebabkan oleh :

– Usia

Pemberian makanan pendamping yang terlalu dini bisa berdampak buruk pada metabolisme anak dan membuat usus mengalami luka.

– Pemberian sayuran berserat tinggi

Selain faktor usia yang terlalu dini, pemberian sayuran berserat tinggi di masa-masa awal pengenalan MP-ASI bisa membuat usus anak menjadi luka, hal ini akan memicu diare yang berkepanjangan.

– Tekstur makanan yang terlalu kasar

Makanan yang terlalu kasar dan keras yang diberikan di masa awal bisa menyebabkan usus anak terluka.

3. Terlambat mengenalkan pergantian jenis makanan

Seringkali orangtua terlena dengan kelahapan anak menyantap satu jenis makanan saja, sehingga ketika si anak dikenalkan pada jenis makanan yang baru terjadi penolakan. Hal ini membuat anak tidak bisa memakan jenis makanan yang variatif dan sesuai dengan tahap perkembangannya.

Cara Menghindarinya

1. Cara Memberi

Gunakanlah prinsip responsive feeding, yaitu dengan cara memperhatikan dan mengenali tanda-tanda ketika bayi merasa lapar atau kenyang. Jangan sampai reaksi bayi yang bersemangat ketika pertama kali diberi makanan membuat kita lalai dan terus menyuapi si kecil, sehingga ia menangis dan muntah.

2. Waktu Memberi

Dalam memberi MP-ASI, lakukan secara konsisten dan teratur sehingga anak tahu kapan waktunya ia makan.

3. Berikan makanan sesuai tahapan usia, yaitu :

Usia 6-8 bulan

Mulailah dengan memberi bubur yang halus, lembut dan cukup kental (tidak encer) kemudian dilanjutkan secara bertahap menjadi lebih kasar.

Pemberian MP-ASI bisa dilakukan antara 2-3 kali dalam sehari tergantung kebutuhan anak.

Jangan lupa, ASI tetaplah nutrisi terbaik bagi anak. Jadi pemberian ASI harus tetap sering dilakukan.

Usia 9-11 bulan

Di periode ini, anak sudah bisa diberi makanan yang dicincang atau disaring kasar. Atau berupa nasi tim. Kemudian tingkatkan terus teksturnya hingga makanan bisa dipegang. Baca juga : Baby Led Weaning, Salah Satu Metoda Pemberian MPASI

Pada periode ini, pemberian ASI tetap harus diberikan.

Usia 12-23 bulan

Di usia ini, anak sudah bisa diberi makanan keluarga yang masih dicincang kasar atau disaring kasar. Frekuensinya tiga atau empat kali sehari dengan satu sampai dua selingan (selingan ini berupa buah-buahan atau kue-kue olahan keluarga).

Dan berikanlah ASI hingga usianya mencapai 2 tahun.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/09/dreamstime s 29346705k.jpg MP ASI yang Tidak Tepat Dapat Akibatkan Berbagai Masalah

Cobalah 1 jenis MP-ASI selama 4-5 hari untuk melihat adanya reaksi alergi.

 

Jenis MP-ASI yang Aman pada Tahap Awal:

Bunda, berikut ini jenis-jenis makanan yang bisa dijadikan alternatif makanan pengenal awal yang bisa dan aman diberikan pada si kecil :

`1. Bubur bayi

Pilihlah yang bubur yang single grain , seperti bubur beras merah, bubur kacang hijau. Akan lebih baik bila yang telah difortifikasi dengan zat besi untuk menambah asupan zat besi pada bayi.

2. Alpukat

Alpukat amat baik dikonsumsi bayi karena mengandung lemak tak jenuh tunggal (lemak baik) dan nutrisi penting lainnya seperti vitamin A dan C, Vitamin B3, Folat, Potasium, Fosfor, Zat Besi, Magnesium dan Kalsium. Selain itu dengan tekstur yang amat lembut, alpukat mudah dicerna oleh bayi.

3. Pisang

Dari hasil penelitian diketahui bahwa pisang dapat membantu melindungi mukosa (selaput lendir) pada lambung dan membantu pencernaan. Pisang mengandung vitamin A dan C, Folat, Potasium, Fosfor, Selenium, Magnesium dan Kalsium.

Dengan rasanya yang manis, membuat bayi senang memulai aktivitasnya yang baru, yaitu mengenal rasa dan makanan padat.

4. Pir

Berikanlah buah pir yang telah diparut, karena buah ini banyak mengandung vitamin A dan C, Folat, Potasium, Fosfor, Magnesium dan Kalsium.

5. Ubi

Ubi mengandung vitamin A dan C, Folat, Potasium, Sodium, Selenium, Fosfor, Magnesium, Kalsium.

Selamat mengenalkan makanan pada Si Kecil. Tetap semangat…

Baca juga artikel menarik lainnya:

Bagaimana Urutan Memperkenalkan MPASI yang Baik?

Terlalu Cepat Memberikan MPASI Beresiko Diabetes?