Kemampuan Motorik Kasar Anak Berdasarkan Usianya, Parents Sudah Tahu?

Kemampuan Motorik Kasar Anak Berdasarkan Usianya, Parents Sudah Tahu?

Mengoptimalkan keterampilan motorik kasar anak sangat penting untuk tumbuh kembang buah hati.

Motorik kasar anak menjadi salah satu keterampilan yang dipelajari si kecil pada fase awal perkembangannya. Keterampilan motorik merupakan tindakan atau aktivitas yang melibatkan koordinasi antara otot dan saraf.

Jika keterampilan motorik anak baik, maka anak pun dapat bergerak aktif di fase-fase awal perkembangannya. Lantas, seperti apa kemampuan motorik kasar anak?

Artikel Terkait: Pentingkah Stimulasi Sensorik, Motorik dan Kreativitas Sejak Dini? Simak Penjelasan Psikolog Anak Ini!

Jenis-jenis Motorik Kasar Anak

Kemampuan Motorik Kasar Anak Berdasarkan Usianya, Parents Sudah Tahu?

Gambar: Freepik

Pada dasarnya, keterampilan motorik kasar anak adalah gerakan-gerakan yang dilakukan oleh anak dengan menggunakan otot besar seperti lengan, kaki, atau badan. Gerakan dari motorik kasar ini umumnya lebih luas dan energik, seperti merangkak, berjalan, berlari, atau melompat.

Biasanya, keterampilan motorik kasar akan berkembang lebih dahulu sebelum keterampilan motorik halus. Setelah keterampilan otot-otot besar tersebut berkembang, barulah otot-otot kecil juga mulai berkembang.

Perlu Parents ketahui bahwa keterampilan motorik kasar terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu:

  • Manipulatif: keterampilan untuk menggerakan suatu objek
  • Lokomotor: keterampilan untuk memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain
  • Stabilitas: keterampilan yang berkaitan dengan keseimbangan

Akan tetapi, Parents juga harus mencatat bahwa setiap anak bisa saja memiliki perbedaan dalam mengembangkan keterampilan motoriknya. Bahkan, ada sebagian anak yang dapat mengalami gangguan motorik, sehingga ia mengalami kesulitan untuk melakukan gerakan-gerakan yang terkendali atau terkoordinasi.

Tahap Perkembangan Keterampilan Motorik Kasar Anak

Kemampuan Motorik Kasar Anak Berdasarkan Usianya, Parents Sudah Tahu?

Gambar: Freepik

Seiring bertambahnya usia, keterampilan motorik kasar anak juga dapat berkembang. Perkembangan ini terjadi secara bertahap sesuai dengan pertambahan usia. Parents bisa perhatikan beberapa contoh keterampilan motorik kasar yang terjadi pada fase perkembangan anak berikut ini:

  • 3-6 bulan: pada umumnya di usia ini anak sudah dapat menahan kepalanya sendiri ketika dalam posisi duduk, mengangkat lengan dan kaki saat tummy time dan berguling.

  • 6-12 bulan: pada usia ini anak sudah dapat merangkak, duduk tanpa bantuan, serta mencoba berdiri dari posisi duduknya.

  • 1 tahun: di usia ini anak sudah dapat berjalan dengan satu tangannya yang dituntun, naik ke kursi atau meja yang pendek, menaiki tangga dengan bantuan, serta menarik atau mendorong mainan beroda.

  • 2 tahun: di usia ini anak dapat melompat menggunakan kedua kaki secara bersamaan serta berjalan sendiri walaupun masih terlihat kaku.

  • 3 tahun: di usia ini anak sudah dapat melempar bola pada orang dewasa yang berada tidak terlalu jauh darinya, berjalan tanpa terjatuh, serta naik sepeda roda tiga.

  • 4 tahun: anak sudah mulai bisa berjalan, menaiki tangga dengan kaki bergantian, berjalan lancar dengan adanya perubahan kecepatan, atau menangkap bola menggunakan lengan serta tubuhnya.

  • 5 tahun: anak sudah memiliki kemampuan untuk melompat dengan satu kaki, melakukan jumping jacks (melompat dengan posisi lengan menepuk ke atas dan kaki membentang), menaiki atau menuruni tangga sambil membawa suatu benda, dan menangkap bola menggunakan dua tangan.

Artikel Terkait: Stimulasi kemampuan motorik anak dengan 5 aktivitas sederhana, bisa coba di rumah!

Cara Mengoptimalkan Perkembangan Keterampilan Motorik Kasar Anak

Selain dengan kemampuan alami yang dimiliki si kecil, Parents juga bisa membantunya mengembangkan keterampilan motorik kasar yang ia miliki dengan mengajaknya bermain.

Bermain dapat menjadi cara yang efektif untuk mengoptimalkan perkembangan motorik kasar anak, karena bermain adalah hal yang disukainya. Agar tidak bingung, berikut ini lima aktivitas bermain yang bisa anak lakukan.

1. Berjalan di Sekitar Lingkungan Rumah

motorik kasar anak

Gambar: Freepik

Aktivitas sederhana pertama yang bisa Parents lakukan untuk merangsang perkembangan motorik kasar si kecil adalah dengan mengajaknya berjalan-jalan di sekitar lingkungan rumah. Kegiatan ini bisa divariasikan dengan melakukan jogging atau gerakan melompat.

Tidak hanya motorik kasar anak saja yang akan terangsang, kedekatan antara Parents dan buah hati pun akan semakin terasa.

2. Bermain di Taman

motorik kasar anak

Gambar: Freepik

Banyak aktivitas seru di taman bermain yang bisa dilakukan anak untuk mengasah keterampilan motorik kasarnya. Anak bisa bermain ayunan, memanjat tangga bermain, meluncur dari perosotan, dan sebagainya. Tidak hanya itu, anak juga pasti merasa bahagia dengan berbagai permainan yang ada.

3. Menari

motorik kasar anak

Gambar: Freepik

Menari sudah tentu dapat merangsang perkembangan motorik kasar si kecil. Dengan menari, anak dapat menggerakan tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya secara bersamaan. Meskipun pada awalnya anak tidak menunjukkan gerakan tari yang indah, tetapi ini dapat membantunya melakukan banyak gerakan tubuh.

Jika dibiasakan, maka lama kelamaan bisa membuat gerakan anak menjadi lebih luwes dan tidak kaku. Parents bisa mengajak anak dan teman-temannya untuk menari bersama atau mendaftarkannya ke sanggar tari pilihan.

Artikel Terkait: 3 Cara Mudah Melatih Motorik Kasar Bayi 2-3 Bulan di Rumah, Sudah Coba?

4. Bermain Peran

motorik kasar anak

Gambar: Freepik

Keterampilan motorik kasar anak juga dapat dilatih dengan bermain peran. Saat bermain peran, anak akan menggunakan dan menggerakkan anggota tubuhnya untuk menirukan peran yang ia dapatkan.

Sebagai contoh, Parents dapat meminta anak berperan menjadi kangguru yang melompat-lompat, elang yang terbang (berlari sambil mengepakkan kedua tangannya), atau kuda yang berlari (bergerak cepat sambil merangkak).

5. Melompat di Atas Trampolin

motorik kasar anak

Gambar: Freepik

Melompat-lompat di atas trampolin juga bisa menjadi aktivitas menyenangkan yang sekaligus bermanfaat untuk merangsang perkembangan keterampilan motorik kasar anak. Namun, pastikan terlebih dahulu bahwa trampolin yang akan digunakan terjamin keamanannya untuk anak.

Itulah berbagai informasi seputar keterampilan motorik kasar anak yang harus Parents ketahui. Jika anak memiliki gangguan keterampilan motorik, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Terapi fisik atau berbagai perawatan lain mungkin akan direkomendasikan oleh dokter untuk merangsang fungsi keterampilan motorik anak.

Baca Juga:

Perkembangan Motorik Halus Anak Berdasarkan Usia dan Tips Melatihnya agar Optimal

Kumpulan Permainan Melatih Motorik Si Kecil yang Sudah Siap Cetak

3 Aktivitas ini bantu perkembangan motorik anak, latih di rumah, yuk!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner