Wow! 3 Mitos kehamilan ini terbukti benar, manakah yang terjadi pada Bunda?

lead image

Tidak semua mitos kehamilan salah, adapula mitos tentang hamil yang mengandung kebenaran. Tiga mitos kehamilan berikut ini telah terbukti benar secara ilmiah.

Ada banyak mitos kehamilan yang beredar di masyarakat, sebagian besar berisi kepercayaan yang tidak masuk akal. Namun, siapa sangka beberapa dari mitos tersebut ternyata bisa mengandung kebenaran.

Kebenaran mitos kehamilan ini didapatkan dari penelitian, juga data yang dikumpulkan oleh para ilmuwan. Sehingga mendapatkan hasil yang menyatakan, tidak semua mitos hanya isapan jempol belaka. Ada pula yang berisi kebenaran di dalamnya.

3 Mitos kehamilan yang ternyata benar

1. Jika proses persalinan lama, biasanya bayi lahir laki-laki

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/03/mitos kehamilan 1.jpg Wow! 3 Mitos kehamilan ini terbukti benar, manakah yang terjadi pada Bunda?

Mitos kehamilan tentang persalinan panjang melahirkan bayi laki-laki terbukti benar.

Sebuah penelitian yang dilakukan sekelompok dokter pada 2003 mengungkap fakta menarik dari kebenaran mitos ini. Mereka menganalisa data dari 8000 persalinan di Irlandia, dengan rentang waktu dari 1997 hingga tahun 2000.

Hasil studi tersebut menemukan, ibu yang melahirkan bayi laki-laki biasanya memiliki waktu persalinan lebih dari enam jam. Sedangkan ibu yang melahirkan bayi perempuan, proses persalinannya di bawah enam jam.

Para peneliti menganggap, proses persalinan yang panjang dalam melahirkan anak laki-laki dipengaruhi oleh bobot bayi laki-laki yang biasanya lebih berat dari bayi perempuan.

2. Jangan makan pisang bila ingin anak perempuan

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/03/mitos kehamilan 1 1.jpg Wow! 3 Mitos kehamilan ini terbukti benar, manakah yang terjadi pada Bunda?

Mitos kehamilan soal makan buah pisang ternyata benar.

Sebuah penelitian pada 2008 mengungkap bahwa konsumsi potasium dalam jumlah banyak, akan meningkatkan peluang melahirkan bayi laki-laki. Studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the Royal Society ini, meneliti 740 wanita hamil. Dan hasilnya, mereka yang rajin mengonsumsi pisang, buah tinggi potasium, memiliki kecenderungan untuk melahirkan anak laki-laki.

Akan tetapi, peneliti juga menegaskan, mengubah pola makan secara drastis untuk memengaruhi jenis kelamin calon bayi adalah tindakan yang berisiko. Karena saat hamil, tubuh ibu membutuhkan nutrisi seimbang untuk kesehatan tumbuh kembang janin di dalam rahim.

Jadi, makan pisang dalam jumlah banyak tanpa diimbangi konsumsi buah lain sangat tidak disarankan.

Artikel terkait: Penelitian: Makan Pisang Saat Hamil Tingkatkan Peluang Melahirkan Bayi Laki-laki

3. Asam lambung sering naik saat hamil, bayinya berambut tebal

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/03/mitos kehamilan 2.jpg Wow! 3 Mitos kehamilan ini terbukti benar, manakah yang terjadi pada Bunda?

Mitos kehamilan tentang asam lambung yang naik saat hamil.

Ilmuwan dari Universitas John Hopkins melakukan sebuah penelitian pada tahun 2006. Mereka menganalisis data dari 64 orang ibu hamil. 28 diantaranya memiliki masalah asam lambung atau heartburn. 

Artikel terkait: Cara Mengatasi Heartburn (Naiknya Asam Lambung) Saat Hamil

Hal unik yang menyedot perhatian para peneliti adalah 23 wanita yang mengalami heartburn ternyata melahirkan bayi dengan rambut yang lebih lebat dari bayi baru lahir pada umumnya.

Jumlah ini lebih banyak dibandingkan ibu hamil yang tidak mengalami heartburn. Karena hanya 10 orang di antara mereka yang melahirkan bayi dengan rambut lebat. Para peneliti menyatakan, ada kemungkinan hormon yang memengaruhi pertumbuhan rambut janin juga bereaksi pada otot perut ibu sehingga mengalami masalah asam lambung.

***

Semoga bermanfaat.

 

 

Referensi: Detik

Baca juga:

12 Mitos dan Fakta Tentang Kehamilan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.