9 Mitos tentang haid di seluruh dunia, no. 5 bikin mengelus dada

lead image

Banyak mitos haid tak masuk akal yang ada di seluruh dunia. Sebagian besar membuat perempuan jadi malu pada menstruasi yang ia alami setiap bulan. Apa saja mitosnya?

Ada berbagai mitos haid yang tak masuk akal di seluruh dunia. Sebagian besar berasal dari takhayul yang dipercayai turun-temurun dari nenek moyang. Namun pastinya, semua mitos tersebut membuat wanita merasa malu atau rendah diri dengan kondisi haid yang ia alami setiap bulan.

Berikut ini adalah daftar mitos-mitos aneh tersebut.

1. Wanita yang sedang haid akan diserang ikan hiu

mitos haid

Three-shots / Pixabay

Karena ikan hiu selalu tertarik dengan darah, maka ada mitos yang dipercaya jika wanita haid berenang di laut, akan diserang ikan hiu. Akan tetapi, tidak ada data yang mendukung bahwa menstruasi menarik perhatian ikan hiu. Karenanya, jika Anda ingin berenang di laut saat haid tidak perlu takut akan diserang oleh hiu.

2. Wanita haid bisa meracuni makanan

mitos haid

sharonang / Pixabay

Di pedesaan India, ada mitos haid yang meyakini, bahwa wanita yang sedang haid akan meracuni makanan atau minuman yang ia masak.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasi di jurnal Kathmandu Medical College, 55% gadis remaja yang disurvei mengatakan mereka tidak boleh masak atau masuk dapur saat haid. Hal ini karena ada anggapan akan membuat makanan menjadi asam.

3. Mandi saat haid bisa membuat mandul

mitos haid

wilkernet / Pixabay

Dalam tradisi lama di Afghanistan, wanita haid tidak boleh mandi selama seminggu, jika dilanggar maka dia akan menjadi mandul. Perempuan di Afghanistan menggunakan kain sebagai pembalut, namun merasa malu untuk mencuci dan menjemurnya di luar.

Akibatnya, mereka memakai kain tersebut dalam jangka waktu yang sangat lama, sehingga berisiko mengalami infeksi di organ reproduksi.

4. Haid membuat wanita jadi lemah

mitos haid 2

Mitos haid yang masih sering dipercaya.

Beberapa negara di Asia, seperti Korea Selatan, Cina, Jepang, dan Indonesia memiliki undang-undang yang memberi cuti sakit kepada perempuan di hari pertama menstruasi.

Sebenarnya perlukah cuti menstruasi?  Ya, setiap wanita mengalami siklus haid secara berbeda, namun hanya 20% perempuan melaporkan nyeri parah selama menstruasi. Sedangkan 80% wanita lainnya melaporkan tidak ada gejala atau rasa sakit yang bisa mengganggu aktivitas.

Melihat fakta di atas, sebenarnya yang perlu dilakukan adalah memberikan edukasi yang tepat seputar menstruasi untuk perempuan, terutama usia remaja. Sehingga mereka bisa tahu, seperti apa kondisi menstruasi yang normal atau tidak.

5. Mitos haid di Nepal, anak perempuan tidak boleh masuk kelas saat menstruasi

mitos haid

andros1234 / Pixabay

Tradisi chaupadi merupakan kebiasaan isolasi terhadap perempuan haid di Nepal, berapapun usia perempuan tersebut. Bahkan, anak perempuan usia sekolah juga tidak boleh masuk sekolah saat sedang haid, karena dia sedang ‘tidak bersih’.

Mitos haid ini berdasarkan kepercayaan, bahwa wanita yang tidak bersih akan membuat marah Dewi Hindu. Akibat adanya tradisi Chaupadi, 16% wanita di Nepal diasingkan ke tempat terpencil atau tersembunyi selama haid.

6. Tidak boleh masuk tempat ibadah

mitos haid

keulefm / Pixabay

Mitos haid satu ini tersebar di beberapa negara di dunia. Selain di India dan Nepal, mitos ini juga ada di Indonesia, yakni di Bali. Wanita haid dianggap ‘tidak bersih’ sehingga tidak boleh masuk tempat suci seperti kuil dan tempat ibadah lainnya.

Hal ini juga terjadi pada penganut agama Islam di Indonesia, mereka masih meyakini bahwa wanita yang sedang haid tidak boleh masuk mesjid, karena takut darah haidnya akan menetes dan mengotori lantai masjid.

Artikel terkait: Tempat wisata yang terlarang untuk wanita

7. Pria bisa sakit jika bersentuhan dengan wanita haid

mitos haid 5

Di India dan Nepal di mana tradisi Chaupadi masih dilakukan, percaya bahwa pria bisa sakit jika bersentuhan dengan wanita yang ‘tidak bersih’. Bahkan, 20% gadis remaja di India meyakini, mereka tidak boleh bicara dengan anggota keluarga laki-laki saat sedang haid.

Sebanyak 40% perempuan di India mempelajari soal haid dari ibu mereka, yang juga merupakan subjek dari mitos ini. Karenanya, jika tidak ada edukasi dari luar, kebiasaan tidak masuk akal ini akan terus ada.

8. Mitos haid di Iran, datang bulan adalah penyakit

mitos haid 3

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh UNICEF, stigma buruk terhadap menstruasi di Iran, membuat 48% gadis remaja percaya bahwa haid adalah sebuah penyakit.

Sedangkan studi pada tahun 2010 oleh National Center for Biotechnology Information mengungkap, ketika gadis remaja di Iran diberikan edukasi tentang menstruasi, sebagian besar dari mereka akhirnya percaya bahwa boleh mandi saat datang bulan. Sedangkan sebagian lainnya masih mempercayai anggapan bahwa haid tidak boleh mandi.

9. Mitos haid di Bolivia, pembalut bisa menyebabkan kanker

mitos haid

Kepercayaan kuno di Bolivia meyakini, pembalut bekas yang dipakai perempuan saat menstruasi bisa menyebabkan kanker jika dicampur dengan sampah lain. Sehingga para wanita harus menyimpannya di dalam plastik dan tidak boleh dibuang ke tempat sampah umum.

UNICEF melakukan investigasi di 10 sekolah di Bolivia, dan mereka mendapati bahwa dua tantangan terbesar para gadis remaja yang haid di sana adalah Perasaan malu dan akses yang terbatas pada kamar mandi privat.

Itulah sebabnya UNICEF melakukan pendidikan tentang menstruasi untuk meningkatkan akses ke fasilitas kebersihan dan produk menstruasi yang memadai di sana.

***

Haid adalah sesuatu yang normal, dan tidak membuat seorang perempuan menjadi kotor. Mitos-mitos yang membuat wanita harus dipinggirkan, diasingkan bahkan dilarang ke tempat tertentu pastinya membuat kita sedih.

Perempuan diperlakukan berbeda karena menstruasi yang merupakan hal alami. Semua tabu yang membuat perempuan malu akan tubuhnya sendiri harus dihilangkan.

 

Referensi: Citizen

Baca juga:

13 Mitos tentang seks yang banyak dipercaya namun ternyata salah