Mimisan saat hamil, apakah berbahaya? Ini penyebab dan cara mengatasinya

lead image

Mengalami mimisan saat hamil, Bun? Jangan keburu panik, simak cara mencegah dan mengatasinya ini.

Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh Bunda, salah satunya ialah sistem sirlukasi darah yang melebar untuk mengakomodasi kehadiran bayi. Perubahan ini bisa memicu terjadinya mimisan saat hamil, juga dikenal dengan sebutan epsitaxis.

Mimisan saat hamil umum terjadi, biasanya ketika memasuki trimester kedua, dan bisa terus terjadi hingga akhir masa kehamilan. Itulah sebabnya ibu hamil sering merasa hidungnya tersumbat saat memasuki trimester kedua.

Penyebab mimisan saat hamil terjadi

mimisan saat hamil

1. Pembuluh darah yang melebar

Seiring kehadiran bayi, suplai darah di dalam tubuh ibu semakin meningkat. Hal ini menyebabkan pembuluh darah melebar dan menipis. Tekanan pada pembuluh darah bisa menyebabkannya pecah hingga menyebabkan perdarahan dari hidung.

2. Alergi

Beberapa jenis alergi juga bisa menyebabkan mimisan saat hamil. Terutama jika sebelum hamil Bunda juga mengalami mimisan ketika alergi. Penggunaan antihistamin, kebiasaan mengupil atau menggaruk hidung juga bisa menganggu membran di hidung sehingga menyebabkan mimisan.

3. Infeksi atau flu

Bila Bunda mengalami infeksi hidung atau sinus, selaput lendir cenderung kering dan pembuluh darah di hidung mudah pecah. Iritasi dari kondisi flu dan infeksi juga bisa menyebabkan mimisan.

4. Udara kering

Selaput lendir mudah mengering ketika cuaca dingin atau terlalu kering. Seperti terlalu lama di ruangan ber-AC, atau ketika terik. Sehingga rawan terjadi mimisan.

Cara menghentikan mimisan saat hamil

mimisan saat hamil 3

  • Duduk dan condongkan tubuh ke depan. Kepala Anda harus lebih tinggi dari jantung.
  • Pencet bagian bawah hidung dengan ibu jari dan jari telunjuk.
  • Bernapas lewat mulut dan tekan hidung selama 10-15 menit tanpa henti. Ini membuat darah mengalir ke hidung dan bukan ke tenggorokan.
  • Lalu duduk tegak atau berdiri tegak untuk menurunkan tekanan darah di rongga hidung, agar bisa mencegah perdarahan lebih lanjut.
  • Tempelkan es batu atau makanan beku ke batang hidung Anda.
  • Hindari menengadah saat mimisan, karena bisa menyebabkan darah tertelan, masuk ke tenggorokan dan memicu rasa mual.
  • Hindari tidur telentang
  • Hindari minuman panas atau atau alkohol, karena bisa menyebabkan pembuluh darah di hidung melebar.

Saat mimisan terjadi, kapan sebaiknya menemui dokter?

Dalam beberapa kasus, mimisan saat hamil merupakan pertanda masalah kesehatan yang hanya bisa diketahui setelah diperiksa oleh dokter. Oleh sebab itu, bila Bunda mengalami gejala seperti di bawah ini, segeralah menemui dokter.

  • Bunda mengalami sesak dan sulit bernapas saat mimisan
  • Mimisan terjadi setelah Bunda mengalami benturan keras di kepala
  • Mimisan disertai rasa kebas di wajah, sensasi geli yang ekstrim, yang bisa menjadi penanda stroke.
  • Mimisan disertai hilang kesadaran
  • Mimisan disertai kepala pusing, dan lemas
  • Perdarahan sangat parah yang tidak berhenti bahkan setelah 30 menit
  • Bunda sedang mengonsumsi obat antikoagulan yang bisa memperparah kondisi mimisan

mimisan saat hamil 2

Artikel terkait: Berbahayakah Mimisan? Ketahui Jenis, Gejala, dan Penanganannya

Cara mencegah mimisan saat hamil

  • Minum banyak air putih agar selaput lendir tetap lembab
  • Hindari penggunaan produk spray hidung yang bisa menyebabkan membran mengering.
  • Hindari lingkungan yang menyebabkan iritasi, seperti lingkungan penuh asap rokok, parfum yang berlebihan, dan bahan kimia lain yang bisa menyebabkan iritasi hidung.
  • Untuk mengurangi tekanan pada hidung, saat bersin bukalah mulut Anda. Ini juga bisa mengurangi risiko mimisan.
  • Bila sedang menggunakan obat hidung, konsumsi sesuai resep dokter, jangan berlebihan karena bisa menyebabkan iritasi.

Apakah mimisan saat hamil berbahaya bagi janin?

Mimisan saat hamil memang terasa tidak nyaman, bahkan bisa membuat Bunda merasa khawatir terhadap dampaknya bagi janin. Namun, Bunda tidak perlu cemas, karena mimisan yang Bunda alami tidak berbahaya bagi bayi. Kecuali jika mimisan terjadi di trimester akhir, maka Bunda perlu waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter.

Sebuah penelitian mengungkap bahwa mimisan yang terjadi pada trimester akhir kehamilan membuat Bunda berisiko mengalami perdarahan pasca melahirkan. Jadi, apabila Bunda mengalaminya, dokter akan menyarankan persalinan caesar untuk mengurangi risiko tersebut.

Biasanya, mimisan hanya terjadi sementara saat hamil dan tidak berlanjut setelah melahirkan. Namun, bila mimisan terus terjadi hingga pasca kehamilan, Bunda perlu berkonsultasi dengan dokter.

 

Referensi: Mom Junction

Baca juga:

Penyebab Mimisan dan Cara Mengatasinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner