Tidak Boleh Menjahit Saat Hamil, Mitos atau Fakta?

Tidak Boleh Menjahit Saat Hamil, Mitos atau Fakta?

Mitos larangan menjahit saat hamil ternyata memiliki makna yang tersembunyi.

Apakah Parents pernah mendengar tentang adanya mitos larangan menjahit saat hamil? Yap, pada era yang sudah modern seperti sekarang masih saja banyak mitos seputar kehamilan yang dipercaya oleh masyarakat. Mitos biasanya diturunkan dari nenek moyang ke generasi-generasi selanjutnya. 

Karena itu, di artikel kali ini akan dibahas tentang kebenaran mitos larangan menjahit saat hamil. Yuk, simak pembahasannya di sini.

Mitos Larangan Menjahit saat Sedang Mengandung

menjahit saat hamil

Mitos ini menyatakan bahwa apabila ibu hamil menjahit, maka sejumlah ‘kesialan’ akan terjadi pada janinnya dan juga pada diri ibu tersebut. Hal ini seringkali membuat resah ibu hamil yang memang berprofesi sebagai penjahit.

Nyatanya, mitos-mitos tersebut tidak bisa dibenarkan dan tidak ada kaitannya dengan kesialan. Beberapa mitos kesialan yang akan diperoleh ibu hamil apabila menjahit adalah seperti berikut.

1. Bayi terlahir berbibir sumbing

Mitos yang paling kerap didengar ketika ibu hamil menjahit adalah bayi terlahir dengan bibir sumbing. Bibir sumbing yaitu kondisi di mana terdapat celah pada bibir bayi. Bibir sumbing terjadi karena tidak sempurnanya penyatuan jaringan pada bibir atau langit-langit mulut janin sehingga terdapat celah. 

Nyatanya, kejadian bibir sumbing bayi tidak ada hubungannya dengan aktivitas menjahit ibu selama hamil. Para ahli berpendapat bahwa kejadian bibir sumbing pada bayi disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Bibir sumbing terjadi karena faktor-faktor, seperti:

  • Terpapar asap rokok selama hamil, baik asap rokok dari perokok aktif atau pasif
  • Mengonsumsi minuman beralkohol selama hamil
  • Mengalami obesitas selama hamil
  • Mengalami diabetes sebelum hamil
  • Kekurangan asam folat
  • Mengonsumsi obat tertentu, seperti obat kejang

2. Bayi menjadi cacat 

menjahit saat hamil

Mitos lain yang berkembang di masyarakat yaitu bayi lahir dengan kondisi cacat. Cacat lahir yaitu kelainan struktural ataupun fungsional pada bayi yang dikenali sejak bayi lahir. Bayi yang lahir cacat disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Kelainan genetik dari ibu dan ayah
  • Masalah kromosom
  • Penggunaan obat tertentu
  • Infeksi penyakit tertentu selama hamil
  • Merokok dan Minum minuman beralkohol

Jadi, bisa disimpulkan tidak ada hubungan bayi lahir cacat dengan aktivitas menjahit ibu selama hamil.

3. Sulit saat proses melahirkan

Ada pula yang beranggapan bahwa ibu hamil yang menjahit akan kesulitan dalam proses melahirkan. Sekali lagi, tentu saja hal ini tidak benar. Mudah sulitnya proses melahirkan ditentukan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Posisi bayi menjelang dilahirkan
  • Bentuk rahim atau pinggul ibu
  • Masalah pada plasenta atau janin
  • Ibu hamil yang obesitas

Artikel terkait: Lakukan 13 gerakan dan posisi Ini agar cepat melahirkan

Mengapa Cerita Mitos Larangan Menjahit saat Hamil bisa Ada?

menjahit saat hamil

Mitos sering kali bermaksud memberikan saran tapi dikemas dan disampaikan dengan cara yang dilebih-lebihkan. Menjahit sejatinya memang aktivitas yang cukup berisiko bila dilakukan ibu hamil. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menjadi risiko menjahit bagi ibu hamil.

1. Posisi duduk yang lama

Selama menjahit, ibu hamil akan duduk dalam waktu yang cukup lama. Bahkan untuk meningkatkan fokus pada hasil jahitan, posisi duduk seringkali condong ke depan sehingga menekan bagian perut. 

Posisi duduk seperti ini tidak baik untuk ibu hamil dan janinnya. Ibu hamil akan lebih mudah sakit pinggang. Selain itu, karena posisi duduk yang terlalu lama akan menyebabkan kaki menjadi bengkak.

Sirkulasi darah menjadi tidak lancar karena posisi tubuh yang menekuk apalagi menekan bagian perut. Padahal, aliran darah berfungsi untuk meneruskan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin. 

2. Ibu hamil kelelahan

Menjahit seringkali membuat lupa waktu. Ibu hamil akan duduk selama berjam-jam karena fokus menjahit. Hal ini dikhawatirkan akan mengakibatkan ibu hamil kelelahan. 

3. Berdekatan dengan benda tajam

Peralatan seperti gunting dan jarum akan berada di dekat orang yang menjahit. Benda-benda ini dikhawatirkan dapat melukai ibu hamil.

4. Risiko kontraksi dini

Menjahit menggunakan mesin jahit manual mengharuskan ibu hamil untuk mengayuh pedal. Kayuhan pedal terus menerus ini dikhawatirkan dapat merangsang rahim sehingga muncul kontraksi dini. 

Artikel terkait: Bagaimana Membedakan Kontraksi Palsu Dengan Kontraksi Persalinan?

Tips Menjahit untuk Ibu Hamil

Tidak Boleh Menjahit Saat Hamil, Mitos atau Fakta?

Ibu hamil yang berprofesi atau sekadar hobi menjahit tidak perlu khawatir. Menjahit tetap bisa dilakukan oleh ibu hamil asalkan mengikuti batasan yang benar. Berikut ini adalah tips menjahit untuk ibu hamil dengan aman dan nyaman.

1. Posisi duduk yang nyaman

Gunakan kursi yang nyaman saat melakukan kegiatan menjahit. Selain itu, upayakan untuk duduk dengan posisi tegak agar tidak menekan perut.

2. Istirahat cukup

Ibu hamil harus mengenali batasan diri masing-masing. Bila dirasa sudah lelah sebaiknya istirahat sambil meluruskan badan atau melakukan gerakan peregangan ringan.

3. Berhati-hati dengan benda berbahaya

Letakkan benda tajam seperti gunting atau jarum pada wadah yang tertutup dan tidak mudah jatuh. Pastikan juga sambungan listrik aman jika menjahit menggunakan mesin. 

4. Makan makanan sehat dan cukup minum

Imbangi aktivitas menjahit dengan makan makanan yang sehat seperti buah dan sayur, serta minum cairan yang cukup setiap harinya.

Mitos tentang ibu yang dilarang menjahit saat hamil memang masih banyak dipercaya oleh masyarakat. Namun, dengan informasi yang benar akurat, ibu hamil tidak perlu lagi khawatir.

 

Baca juga:

Jangan Dipercaya! Ini 5 Mitos Kehamilan yang Masih Sering Beredar

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

rian

app info
get app banner