Mengajak Anak Menjadi Reader Bagi Tunanetra, Mengapa Tidak?

Isi liburan anak dengan kegiatan sosial bermanfaat. Menjadi Reader bagi tunanetra merupakan aktivitas yang amat baik untuk menumbuhkan kepekaan sosial.

Menjadi reader bagi tunanetra, mengapa tidak?

Menjadi reader bagi tunanetra, mengapa tidak?

Menjadi reader bagi tunanetra merupakan aktivitas yang amat baik untuk menumbuhkan kepekaan sosial anak.

Reader merupakan sebutan bagi sukarelawan yang bersedia meluangkan waktunya untuk membantu meringankan kesulitan bagi mereka yang tidak memiliki penglihatan atau tunanetra.

Keberadaan reader amat membantu, khususnya, bagi tunanetra yang sedang menempuh pendidikan di sekolah-sekolah umum.

Saya teringat teman-teman tuna netra saya ketika bersekolah di sekolah menengah atas di Bandung. Mereka mampu mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik dan tidak pernah tinggal kelas. Bahkan, ada yang lulus tes masuk perguruan tinggi negri dan kuliah dengan dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya.

Keberhasilan mereka melewati ujian-demi ujian dan tes masuk perguruan tinggi, tak lepas dari peran serta Reader dalam setiap proses yang berlangsung.

Para Reader inilah membantu para penderita tuna netra ketika mereka belajar. Mereka membantu menuliskan berlembar-lembar jawaban untuk setiap tugas yang diberikan sekolah. Mereka juga yang membantu membacakan materi-materi pelajaran, tak jarang dengan merekam suara dan menjelaskan hal-hal yang tidak dimengerti.

Dewasa ini telah ditemukan alat bantu untuk memudahkan penderita tunanetra untuk membaca, yaitu, Finger Reader. Alat ini berupa perangkat audio berupa cincin dengan printer 3D yang dilengkapi dengan kamera kecil yang dapat memindai dan membaca kata-kata dengan suara sesuai dengan teks yang disentuh jari pengguna.

Peralatan ini merupakan hasil penelitian Professor Pattie Maes dari Laboratorium Meia Institut Teknologi (MIT), Massachusets. Namun, tentu saja alat ini belum bisa dimiliki oleh banyak penderita tunanetra.

Sehingga keberadaan Reader juga amat penting, di samping untuk memberikan motivasi dan hiburan bagi teman-teman di panti khusus tunanetra tersebut.

Kegiatan yang bisa kita lakukan di panti misalnya:

  1. Membacakan dan menuliskan tugas-tugas sekolah.
  2. Membacakan cerita-cerita dari buku-buku yang tersedia atau kita bawa.
  3. Mengajari keterampilan atau belajar keterampilan pada anggota panti
  4. Mengajari musik
  5. Memberikan motivasi pada penghuni panti.

Karena penghuni panti biasanya beragam dari anak-anak hingga orang dewasa, anak-anak pun bisa kita ajak untuk menjadi Reader. Dengan demikian kita bisa membangun kepekaan sosial anak sejak dini.

Dengan membangun kepekaan sosial sejak dini pada anak, kita akan mendapatkan manfaat sebagai berikut :

1. Menumbuhkan rasa syukur anak

Rasa ini akan tumbuh dengan sendirinya, manakala anak melihat dan memperhatikan kondisi anak-anak lain yang tidak memiliki panca indra yang legkap.

2. Akan menumbuhkan empati

Melibatkan anak dalam aktivitas Reader akan menumbuhkan rasa empati anak terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi orang lain.

3. Membentuk keterampilan bersosialisasi

Kegiatan ini membuat anak terampil dalam bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini akan sangat membantu membangun rasa percaya dirinya kelak setiapkali memasuki lingkungan yang baru.

Semoga bermanfaat…

 

Referensi : Menanam Kepekaan Sosial, Finger Reader, Gadget yang Mempermudah Tunanetra

 

Baca juga artikel menarik lainnya:

10 Ketrampilan Sosial yang Wajib Dimiliki Anak

Tahap Perkembangan Emosi dan Sosial Anak 3-12 Tahun